
Disamping itu Bu Rere beraksi untuk mempengaruhi pak Heru.
Di Kantor pak Heru.
“ Mas aku bawain makanan buat kamu nih, dimakan ya." kata Bu Rere.
“ Iya makasih Ma, oh ya kamu udah jengukin Chika?" tanya Pak Heru.
“ Masih dikantor aja, masih inget sama Chika." Batin Bu Rere.
“ Abis ini mas, aku mau ke sana." kata Bu Rere.
“ Oh ya kamu kok tumben banget ke kantor ma? ada apa?" tanya Pak Heru.
“ Itu loh mas, aku cuma mau ingetin kalo Ifa kan sekarang juga anak kamu, masak Cuma Chika sih yang di kasih sebagian harta kamu, atau kamu sampai sekarang masih menganggap Ifa ini bukan anak kamu?" kata Bu Rere dengan ekspresi yang sok sedih.
__ADS_1
“ Bukan gitu ma, papa Fikir Ifa kan masih baru masuk kuliah, dan masih butuh waktu buat selesaiin kuliah nya, jadi nanti belakangan aja ma untuk soal Ifa, lagian papa juga udah anggap Ifa kaya anak papa sendiri kok ma, kalo soal perusahaan yang udah papa atas namakan Chika, karna memang berapa semester lagi Chika kan bakalan selesai kuliah, dan papa juga udah nggak muda lagi kan ma, jadi mungkin nanti Chika yang bakalan terusin perusahaan papa ini, dan kalo memang Ifa mau belajar urus perusahaan, papa bisa suruh ifa untuk urus cabang-cabang perusahaan papa yang lain, kalo perusahaan utaman ini kayaknya papa belum berani buat serahin ke Ifa." kata Pak Heru.
“ Yaudah terserah kamu lah mas, aku mau pergi dulu." kata Bu Rere
Bu Rere keluar dari kantor pak Heru, dia sudah ditunggu seseorang dimobil.
“ Gimana Re?" tanya orang itu.
“ Mas Heru masih belum mau kasihin perusahaan ini ke Ifa, katanya karna Ifa masih baru masuk kuliah, dan Ifa bakalan di suruh urus cabang perusahaan mas Heru yang lain, dan pastinya perusahaan yang lebih kecil dari perusahaan utama donk mas." kata Bu Rere.
“ Kita nggak bisa nunggu lama gini donk re, lagi pula emangnya kamu nggak capek urusin orang penyakitan kaya Heru gitu?" kata Orang itu.
“ Gimana kalo kita lakuin rencana terkahir kita langsung aja re? aku capek nunggu dari dulu nggak bisa hancurin perusahaan Heru, dan Nggak bisa ngalahin perusahaannya dia." kata Orang itu.
“ Oke mas, tapi kita harus bicarain sama anak-anak dulu, biar mereka juga siap buat lakuin rencana terakhir kita ini, dan aku Harap kamu bisa Kalahin bisnisnya mas Heru, dan aku bisa dapetin hartanya mas Heru, dengan gitu perusahaan adik kamu juga nggak jadi bangkit kan." kata Bu Rere.
__ADS_1
“ Yaudah kalo gitu kabarin anak-anak biar kita susun rencana selanjutnya." kata orang itu.
“ Baik mas." kata Bu Rere.
Dirumah sakit.
“ Ar Lo mau ikut cari makan nggak?" tanya Refan.
“ Kalian pergi aja, nanti gue nitip makanan aja, gue mau temenin Chika disini." kata Arga.
“ Yaudah kita pergi dulu ya." kata Imelda.
Mereka semua pergi membeli makanan.
Hanya ada Arga di ruangan Chika, Chika sedang tidur karna memang efek dari obat tidur yang diberikan dokter, karna Chika semaleman tidak tidur. Arga pergi ke toilet, dan meninggalkan Chika sendiri.
__ADS_1
Tapi setelah Arga keluar dari toilet, Chika sudah tidak ada ditempat tidurnya.
“ Chika, Chik, Chika dimana? bukannya dia tadi masih tidur disini, Chika...Chik.." kata Arga mencari Chika sampai keluar....