
“ Oh ya Ar mana kuncinya? gue mau pinjem?" tanya Chika.
“ Nih kuncinya, eh tapi bilang gue ganteng dulu baru gue pinjemin!" kata Arga tersenyum licik.
“ Apaan sih nggak ah." kata Chika
“ Yaudah nggak usah pinjem." kata Arga.
“ Eh jangan-jangan Ar, gue pinjem motornya, yaudah iya Lo ganteng." kata Chika terpaksa, Bu Winda dan Dokter Sandra hanya terkekeh melihat tingkah mereka berdua.
“ Apa gue nggak denger Chik, yang keras." kata Arga.
“ Tuang Arga Bagaskara ganteng banget." Kata Chika teriak di telinga Arga dan membuat Bu Winda dan dokter Sandra ketawa.
“ padahal males banget gue ngomong gitu."Batin Chika.
“ Nih kuncinya." kata Arga tersenyum puas dan Chika hanya diam.
” Chikaaa jadi pinjem motor nggak? pasti Lo lagi mikirin yang aneh-aneh nih." kata Arga.
“ Yaudah mana, awas aja Lo kalo udah sembuh." kata Chika.
“ Mau di Apain Chik? mau di ajak kencan sama Lo." kata Chika.
“ Ihhh Argaa awas aja Lo ya." kata Chika mencubit lengan Arga.
“ Auuu sakit Chik." kata Arga
“ Biarin Sukurin Lo " kata Chika.
__ADS_1
“ Kasar banget sih jadi cewek." kata Arga.
“ Siapa yang mulai duluan, lagian di baikin aja
malah ngeselin." kata Chika.
“ Sengaja biar Lo marah." kata Arga
“ Terserahlah Lo mau bilang apa, Tante Chika ke kampus dulu ya, dok mari." kata Chika.
” Iya Chika." kata Dokter dan Bu Winda.
Chika pergi meninggalkan kamar Arga.
“ Kamu suka ya sama Chika Ar?" tanya Dokter Sandra.
“ Arga juga bingung dok, rasanya selalu bahagia aja kalo sama dia, walaupun cuma becanda, berantem kaya tadi." kata Arga.
“ Iya dok, Arga kalo di kasih tau susah banget,malah nyari yang di luaran sana, yang selalu di samping kamu aja ada kan?"kat Bu Winda.
“ Iya nyonya besaaarrr." kata Arga kepada mamanya.
“ Oh ya obatnya jangan lupa diminum biar kamu sehat terus lanjut berjuang buat ganti julukan Chika dari Asisten rumah tangga kamu menjadi Asisten Hidup kamu." kata Dokter.
“ Ah dokter bisa aja." kata Arga.
“ Yaudah Saya permisi dulu ya Bu Winda." kata dokter Sandra.
“ Iya dok, mari biar saya antar." kata Bu Winda.
__ADS_1
“ Cepet sembuh ya Ar." kata Dokter Sandra.
“ Iya dok, hati-hati ya." kata Arga.
Di kampus.
“ Chika kok Lo naik motor Arga sendirian?" tanya Dimas.
“ Iya Arga nya lagi sakit dim, jadi dia nggak masuk dan gue jadi berangkat sendiri deh." kata Chika.
“ Arga sakit?sakit apa?" tanya Refan.
“ Cuma demam, soalnya semalem kehujanan dari tempatnya Fino." kata Chika.
“ Kok dia nggak ngajakin gue ya ke tempatnya Fino, gue kan pengen main ke sana juga." kata Dimas.
“ Tenang aja dim, ntar malem Fino sama seluruh anggota geng motor nya bakalan ke cafe nya Arga." kata Chika
“ Serius Lo Chik?" tanya Refan.
” Iya katanya mau balapan." kata Chika.
“ Harus Dateng Nuh bro." kata Adam.
“ Pasti donk, eh tapi btw Arga bisa Dateng nggak Chik.' tanya Refan.
” Nggak tau Fan, ntar mending abis dari kampus Lo tanya aja sama dia." kata Chika
“ Yaudah ntar ke rumahnya Arga bareng-bareng." kata Adam.
__ADS_1
“ Iya ntar biasa gue nyusul, gue mau ke rumahnya Imelda dulu." kata Dimas.
“ ah Lo mah jadi bucin sekarang." kata Adam