Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Bucin


__ADS_3

“ Oh ya Ar mana kuncinya? gue mau pinjem?" tanya Chika.


“ Nih kuncinya, eh tapi bilang gue ganteng dulu baru gue pinjemin!" kata Arga tersenyum licik.


“ Apaan sih nggak ah." kata Chika


“ Yaudah nggak usah pinjem." kata Arga.


“ Eh jangan-jangan Ar, gue pinjem motornya, yaudah iya Lo ganteng." kata Chika terpaksa, Bu Winda dan Dokter Sandra hanya terkekeh melihat tingkah mereka berdua.


“ Apa gue nggak denger Chik, yang keras." kata Arga.


“ Tuang Arga Bagaskara ganteng banget." Kata Chika teriak di telinga Arga dan membuat Bu Winda dan dokter Sandra ketawa.


“ padahal males banget gue ngomong gitu."Batin Chika.


“ Nih kuncinya." kata Arga tersenyum puas dan Chika hanya diam.


” Chikaaa jadi pinjem motor nggak? pasti Lo lagi mikirin yang aneh-aneh nih." kata Arga.


“ Yaudah mana, awas aja Lo kalo udah sembuh." kata Chika.


“ Mau di Apain Chik? mau di ajak kencan sama Lo." kata Chika.


“ Ihhh Argaa awas aja Lo ya." kata Chika mencubit lengan Arga.


“ Auuu sakit Chik." kata Arga


“ Biarin Sukurin Lo " kata Chika.

__ADS_1


“ Kasar banget sih jadi cewek." kata Arga.


“ Siapa yang mulai duluan, lagian di baikin aja


malah ngeselin." kata Chika.


“ Sengaja biar Lo marah." kata Arga


“ Terserahlah Lo mau bilang apa, Tante Chika ke kampus dulu ya, dok mari." kata Chika.


” Iya Chika." kata Dokter dan Bu Winda.


Chika pergi meninggalkan kamar Arga.


“ Kamu suka ya sama Chika Ar?" tanya Dokter Sandra.


“ Arga juga bingung dok, rasanya selalu bahagia aja kalo sama dia, walaupun cuma becanda, berantem kaya tadi." kata Arga.


“ Iya dok, Arga kalo di kasih tau susah banget,malah nyari yang di luaran sana, yang selalu di samping kamu aja ada kan?"kat Bu Winda.


“ Iya nyonya besaaarrr." kata Arga kepada mamanya.


“ Oh ya obatnya jangan lupa diminum biar kamu sehat terus lanjut berjuang buat ganti julukan Chika dari Asisten rumah tangga kamu menjadi Asisten Hidup kamu." kata Dokter.


“ Ah dokter bisa aja." kata Arga.


“ Yaudah Saya permisi dulu ya Bu Winda." kata dokter Sandra.


“ Iya dok, mari biar saya antar." kata Bu Winda.

__ADS_1


“ Cepet sembuh ya Ar." kata Dokter Sandra.


“ Iya dok, hati-hati ya." kata Arga.


Di kampus.


“ Chika kok Lo naik motor Arga sendirian?" tanya Dimas.


“ Iya Arga nya lagi sakit dim, jadi dia nggak masuk dan gue jadi berangkat sendiri deh." kata Chika.


“ Arga sakit?sakit apa?" tanya Refan.


“ Cuma demam, soalnya semalem kehujanan dari tempatnya Fino." kata Chika.


“ Kok dia nggak ngajakin gue ya ke tempatnya Fino, gue kan pengen main ke sana juga." kata Dimas.


“ Tenang aja dim, ntar malem Fino sama seluruh anggota geng motor nya bakalan ke cafe nya Arga." kata Chika


“ Serius Lo Chik?" tanya Refan.


” Iya katanya mau balapan." kata Chika.


“ Harus Dateng Nuh bro." kata Adam.


“ Pasti donk, eh tapi btw Arga bisa Dateng nggak Chik.' tanya Refan.


” Nggak tau Fan, ntar mending abis dari kampus Lo tanya aja sama dia." kata Chika


“ Yaudah ntar ke rumahnya Arga bareng-bareng." kata Adam.

__ADS_1


“ Iya ntar biasa gue nyusul, gue mau ke rumahnya Imelda dulu." kata Dimas.


“ ah Lo mah jadi bucin sekarang." kata Adam


__ADS_2