
“ Oh ya papa kamu udah sadar belum?" tanya Erlangga.
“ Udah ngga, papa lagi ngobrol sama om Davit." kata Chika.
“ Oh ya barusan gue ke kantin rumah sakit beli makanan, nih dimakan dulu, pasti Lo lemes banget abis diambil darahnya." kata Chika.
“ Beliin gue Makanan emangnya udah makan?" tanya Erlangga.
“ Belum." jawab Chika.
“ Terus maksudnya Lo cuma liatin gue makan gitu, ah nggak ah Lo makan sekalian aja." kata Erlangga.
“ Nggak usah ngga, ntar aja gue makannya, yang penting itu Lo makan dulu biar nggak lemes." kata Chika.
“ Kalo Lo mau makanan ini gue makan, berarti Lo juga harus makan, sini gue suapin." kata Erlangga.
“ Ta...." kata Chika belum selesai, Erlangga langsung memasukkan makanan ke mulut Chika.
“ Ih Angga Lo apaan sih, main masukin makanan ke mulut gue aja." kata Chika.
“ Lo sih bawel, tinggal makan aja pake banyak omong." kata Erlangga.
Mereka berdua memakan makanan itu bersama.
“ Mau kemana Chik?" tanya Erlangga.
__ADS_1
“ Gue mau ke ruangan papa." kata Chika berjalan meninggalkan Erlangga.
“ Tunggu gue ikut Chik." kata Erlangga.
Diruangan pak Heru.
“ Hai om, gimana keadaan om?" tanya Erlangga.
“ Keadaan saya sudah baikan Erlangga, ini juga berkat kamu, om nggak tau kalo nggak ada kamu, apa om masih bisa bertahan." kata Pak Heru.
“ Jangan gitu donk om, sekarang om yang penting udah baik-baik aja, Erlangga ikut Seneng kok om, oh ya kalo gitu Erlangga pamit dulu ya om, Erlangga masih harus balik lagi kerja." kata Erlangga.
“ Tapi kan Lo baru diambil darahnya ngga, harusnya Lo istirahat dulu." kata Chika terlihat khawatir.
“ Gue udah nggak papa kok Chik, lagian tadi juga masih ada kerjaan dan denger om Heru kecelakaan jadi gue langsung ke sini." kata Erlangga.
“ Tenang aja, gue udah nggak papa kok, Yaudah gue pamit dulu ya, pa Erlangga pergi dulu ya." kata Erlangga.
“ Iya Angga hati-hati." kata Pak Davit.
Chika menemani ayahnya sendirian. Malam itu Chika tidur di sofa menemani ayahnya. Sampai pagi hari, pak Heru sudah bangun duluan.
“ Papa kok udah bangun?" kata Chika.
“ Iya Chika, oh ya papa masih bingung, siapa yang tega bikin papa hampir celaka." jawab Pak Heru.
__ADS_1
“ Papa nggak usah mikirin itu, Erlangga nanti bakalan selidiki ini kok pa." kata Chika.
“ Kita selama ini udah banyak merepotkan Erlangga Chika, dan keliatannya dia juga suka sama kamu, apa kamu nggak bisa buka hati buat dia, papa liat juga dia cowok yang baik, dan papa yakin kalo kamu sama Erlangga, kamu bakalan bahagia nantinya." kata Pak Heru.
“ Chika lagi coba buka hati Chika pa, karna memang Erlangga juga udah banyak bantu kita, dan Dimata Chika Erlangga itu selalu baik, mau bantu kita, dan dia juga selalu ada buat Chika, dan dia juga rela ninggalin kerjaannya demi kita." kata Chika.
“ kamu udah nggak anak kecil lagi, papa yakin kamu pasti bisa faham, mana yang baik buat kamu dan mana yang nggak baik buat kamu." kata Pak Heru.
Pagi ini Erlangga libur, dia datang pagi ke rumah sakit.
“ Pagi Om, Chika." kata Erlangga.
“ kok Lo ke sini? emang nggak berangkat kerja?" tanya Chika.
“ Hari ini gue libur Chik, dan gue putusin ke sini pagi-pagi, buat nemenin Lo jagain om Heru, oh ya gue bawa buah buat om Heru, jangan lupa dimakan ya om" kata Erlangga.
“ Makasih ya Erlangga." kata Pak Heru.
“ Oh ya Chika kok gue lupa nggak bawa makanan buat Lo, Lo udah makan belum?" tanya Erlangga.
“ Belum ngga." kata Chika.
“ Yaudah kita cari makan dulu yuk?" ajak Erlangga.
“ Tapi papa sama siapa ngga?" tanya Chika.
__ADS_1
“ Nggak papa nak kamu cari makan dulu aja sama Erlangga, lagian kalo nanti papa butuh apa-apa kan bisa panggil suster." kata Pak Heru.
“ Yaudah kalo gitu Chika cari maka dulu ya pa." kata Chika.