
Di ruangan Kelas Chika.
“ Hai Chika, kok baru berangkat." kata Vivi.
“ Kok bengong kenapa Chik?" kata Vivi merasa Chika hanya diam saja.
“ Arga Vi" kata Chika.
“ Arga kenapa Chik?" tanya Vivi.
“ Dia bilang ke gue kalo dia..." Kata Chika kembali melamun.
“ Dia kenapa Chika, gue kepo nih." kata Vivi.
“ Tadi kan awalnya gue bahas tentang hubungan Arga sama Bella yang belakangan ini agak renggang, terus tuh tiba-tiba bilang kalo yang dia lakuin selama ini ke gue itu dia tulus nggak pernah ada niatan buat mainin gue." kata Chika.
“ Terus gimana? dia nembak Lo? tapi kan masih sama Bella? ayo lanjutin Critanya Chik." kata Vivi.
“ Terus dia bilang, nyuruh gue nunggu dia, apakah memang perasaan dia saat ini itu karna suka sama gue atau gimana?" Kata Chika.
“ Ah si Arga kelamaan banget sih, tinggal bilang suka aja pake acara gengsi suruh nunggu dulu lah inilah." kata Vivi.
“ Lagian gue juga gaboleh berharap lebih juga lah Vi, lagian walaupun Arga sama Bella berantem, tapi mereka masih pacaran dan gue nggak mau dikira ngerusak hubungan mereka." kata Chika.
__ADS_1
“Gue jamin mereka bakalan putus." kata Vivi.
“ Ih Lo kok gitu sih Vi." kata Chika.
“ Ya karna kebohongan dia selama ini udah diketahui Arga satu persatu, dan nanti akan tiba masanya dia tertangkap basah sama Arga." kata Vivi.
“ Emangnya Bella ngapain." kata Chika.
“ OMG Chikaaa, Bella itu pacarnya dimana-mana, orang juga udah pada mergokin Bella sama cowok lain, tapi majikan Lo si Arga itu gak pernah percaya sebelum dia liat sendiri." kata Vivi.
“ Kok Arga bisa suka ya sama dia." kata Chika.
“ Ya karna Bella itu selalu bersikap seperti mantannya Arga Chik, jadi intinya Arga suka sama Bella karna selama ini yang dia liat itu karna Bella mempunyai sifat seperti mantannya, tapi sifat itu cuma bohongan, dia lakuin itu karna dia cuma mau manfaatin Arga aja." kata Vivi.
“ Berarti dengan kata lain Arga masih belum move on dari mantannya donk." kata Chika.
“ Kalo tiba-tiba dia datang lagi." kata Chika.
“ Gue yakin Arga pasti lebih milih Lo." kata Vivi.
Kuliah hari ini pun di mulai, Chika selesai duluan, Chika dan Vivi menunggu Arga dan Refan di kantin sesuai yang Arga katakan tadi pagi.
“ Eh cewek kampung, apa yang udah Lo lakuin sama cowok gue, sampe-sampe dia nggak percaya lagi sama gue." kata Bella tiba-tiba datang menyiram baju Chika dengan minuman. Dan Baju Chika pun basah kuyup
__ADS_1
“ Pasti cewek kampung ini jelekin Lo didepan Arga bel, makanya Arga jadi nggak percaya sama Lo." kata Tasya.
“ Eh kalian ini apaan sih, dateng-dateng nuduh yang enggak-enggak." kata Vivi.
“ Apa sih mau kalian." kata Chika.
“ Gue mau Lo jatuhin Arga, oh ya semuanya, asal kalian tau di sini ada seorang pembantu loh." kata Bella kepada seluruh orang yang ada di kantin.
“ Siapa bel?" tanya salah satu orang disitu.
“ Ya siapa lagi kalo bukan Chika, oh ya ada yang mau minta bawain tas nggak, atau mau nyuruh bikinin tugas kuliah." kata Bella.
“ Ahahaha pembantu, kok bisa ya dia kuliah disini, apa dia jadi pembantu juga di rumah dekkan di kampus ini." kata Seorang mahasiswa.
“ Huuuuu." semua orang melempari Chika kertas.
” Iya emang gue seorang pembantu, tapi seenggaknya gue labuh punya sopan santu dari Lo, punya mulut cuma bisa hina orang aja, dan apa salahnya gue mau kuliah disini ha?" Kata Chika emosi.
“ Ya karna Lo nggak selevel sama kita, hahaha." kata Bella.
“ Walaupun gue nggak selevel sama Lo, tapi gue bisa dapetin ini semua dengan kerja keras gue, dan Lo cuma bisa minta sama bokap Lo yang katanya kaya raya itu, kalo gue sih malu ya cuma bisa minta sama orang tua aja bangga." kata Chika tidak terima.
“ Apa Lo bilang?" kata Bella hendak menampar Chika dan dengan cepat tangannya di tangkis Chika dan langsung di pelintir ke belakang sampai Bella merintih kesakitan.
__ADS_1
“ Jadi ini yang dimaksud dengan level kalian? yang apa-apa pake nya kekerasan, gue juga bisa pake kekerasan, dan berarti gue juga selevel donk dengan kalian." kata Chika.
“ Awww sakit, kasar banget sih Lo jadi cewek." kata Bella.