Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
See you orang baik


__ADS_3

Pagi Hari semua sudah mempersiapkan barang-barang untuk balik ke Jakarta.


“ Om Heru, Chika, kita makasih banget nih udah dibolehin nginep disini." kata Imelda.


” Iya sama-sama Mel, makasih juga ya udah mau jadi temen Chika." kata Pak Heru.


” Kita malah yang seneng banget bisa temenan sama Chika om, udah baik selalu perhatian sama sahabat nya, pokonya terbaik lah, jujur sedih banget sih om kalo Chika bakalan kuliah di Bandung, jadi jarang ketemu deh." kata Vivi.


“ Iya bener om, Chika pokoknya temen terbaik kita, dan pastinya kita bakalan kangen banget sama Chika kalo nanti Udah jarang ketemu Chika, apalagi sahabat gue yang yang satu ini, iya nggak Ar?" kata Dimas.


“ Maafin gue ya semuanya kalo gue ada salah sama kalian yang nggak bikin nggak enak hati." kata Chika.


“ Iya Chik kita juga ya, ah jadi pengen nangis deh." kata Imelda memeluk Chika.


“ Aja jangan nangis donk, ntar gue juga ikut nangis nih." kata Dimas.


“ Cowok nggak boleh nangis ah dim." kata Chika.


“ Makasih buat semuanya ya Chika." kata Dimas.


“ Iya Chik, Lo makasih selalu bantuin gue buat tugas juga, hehehe." kata Refan


“ Iya sama-sama, nanti gue juga bakalan kangen banget sama kalian." kata Chika.

__ADS_1


“ Sini pelukan dulu yuk." kata Vivi, mereka berpelukan tapi Arga hanya diam.


“ Nggak pengen peluk Chika Ar?" tanya Refan.


“ Ah Lo nggak ngerti maksud Arga? dia mau peluk Chika sendiri, nggak bareng-bareng sama kita." kata Dimas.


“ Gue juga bakalan kangen sama Lo Ar, Lo harus inget kata gue, Lo harus janji, Lo nggak boleh suka tawuran lagi, dikurangin begadangnya, dan jangan pernah ngelawan kalo dinasehati Tante Winda, Lo harus jagain Tante Winda, karna memang itu udah kewajiban Lo, Dan yang terpenting semangat terus kuliahnya, biar bisa jadi orang yang sukses nanti." kata Chika memeluk Arga.


“ Gue bakalan buktiin ke Lo Chik, dan gue bakalan Balik kalo gue udah jadi orang yang sukses." kata Arga.


“ Yaudah kalo gitu kita pamit dulu ya Chik, om." kata Dimas.


“ Iya nak hati-hati." kata Om Heru.


“ Jangan dilepas ya Chik, sampai gelang ini bener-bener udah lepas sendiri dan nggak bisa dipakai lagi, gue pergi dulu ya, jaga diri baik-baik, jaga kesehatan Lo, gue nggak mau Lo kenapa-kenapa." kata Arga.


“ Iya Ar." kata Chika mencoba untuk menahan air matanya.


“ Bye.... Chika, sampai jumpa dilain waktu." kata Imelda.


“ Daahhh Chik." kata Dimas.


“ Hati-hati ya kalian." kata Chika.

__ADS_1


“ Gue bakalan balik ke sini lagi kalo gue udah sukses nanti Chik." kata Batin Arga.


“ See you orang baik." Batin Chika melihat kepergian Arga.


Semua sudah pergi, dan Chika yang dari tadi menahan air matanya pun, kini langsung meneteskan air mata.


“ Udah nggak usah nangis lagi ya sayang, nanti kalo emang kamu sama Arga itu jodoh, kalian pasti bisa ketemu lagi kok." kata Pak Heru.


“ Iya pa." kata Chika menghapus air matanya.


Tapi sekarang dia jadi inget sama teman-temannya, Bu Winda, bibi ,dan orang-orang yang selama ini udah baik sama Chika.


“ Kok masih nangis?" tanya Pak Heru.


“Chika cuma jadi inget sama temen-temen pa, lucu banget ya pa, padahal mereka baru aja pergi." kata Chika.


“ Terus gimana? kamu mau ke Jakarta lagi aja? papa nggak papa sendiri." kata Pak Heru.


“ Enggak kok pa, Chika mau disini aja sama papa." kata Chika.


“ Yaudah jangan nangis lagi ya." kata Pak Heru.


“ Iya pa." kata Chika

__ADS_1


__ADS_2