Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Fero...


__ADS_3

“ Papa, Chika ada disini pa nemenin papa, papa harus cepet sembuh ya." kata Chika melihat papanya yang sedang berbaring lemas.


“ Kamu udah makan belum sayang?" tanya Bu Winda.


“ Belum Tan, kalo Tante mau makan, Tante duluan aja." kata Chika.


“ Kamu juga harus makan ya sayang." Kata Bu Winda.


“ Chika belum pengen makan Tan, Chika mau nungguin papa sadar." kata Chika.


“ Yaudah kalo gitu biar Tante belikan makanan aja ya, nanti biar Tante bawakan ke sini." kata Bu Winda.


“ Iya tan." kata Chika.


Bu Winda pergi.


Arga sudah sampai di rumah pak David, tapi pak David tidak di rumah, akhirnya Arga berniat kembali ke rumah sakit, tapi tiba-tiba HP nya bunyi. Tidak ada nama di HP Arga


“ Hallo, siapa ya?" kata Arga

__ADS_1


“ Kalo Lo pengen tau gue siapa? Lo harus datang ke tempat K sekarang." kata Orang itu.


“ Kamu siapa?" tanya Arga.


“ Lo datang sekarang, kalo emang Lo pengen tau siapa gue, dan gue juga tau siapa yang sudah bunuh bokap Lo." kata Orang itu.


Arga langsung bergegas ke tempat K. Arga mencari ke sana kemari, tapi disitu hanya ada gedung tua yang sepi, tak lama kemudian ada segerombol orang mendekati Arga.


“ Selamat datang Di Bandung Arga...." kata Fero, ternyata Fero yang tadi menelfon Arga.


“ Fero..." kata Arga.


Arga kemudian memperhatikan Fero, Arga melihat Fero memakai jaket bertuliskan Geng Scorpion.


“ Jadi Lo ketua geng Scorpion, yang selama ini bikin kerusuhan di markas Fairuz, dan Lo juga orang yang suka sama Chika, sekarang dia bukan lagi cewek gue, silahkan kalo Lo mau ambil dia, sekarang katakan siapa yang sudah bunuh bokap gue." kata Arga mulai emosi.


“ Biasa aja donk nggak usah nyolot, yang harusnya marah itu gue, karna Lo udah bikin Chika sedih, pastinya Lo nggak lupa sama omongan gue waktu dirumah Lo, siapapun yang. berani bikin Chika nangis, dia akan habis di tangan gue." kata Fero.


“ Gue bilang, gue udah nggak sama dia, kalo memang Lo suka sama dia silahkan ambil." kata Arga membuat Fero tambah emosi, dan Akhirnya satu pukulan mendarat di pipi Arga.

__ADS_1


“ Gue emang sayang sama Chika dari dulu, gue suka sama dia, tapi gue nggak bakalan biarin ada orang yang bikin Chika sedih, dan Lo akan terima akibatnya." kata Fero.


“ Gue nggak takut." kata Arga membuat Fero marah, terjadilah perkelahian. Arga di keroyok Fero dan tiga temannya, sampai Arga bener-bener sudah babak belur.


“ Kalo Lo emang laki, nggak usah main kroyokan, satu lawan satu." kata Arga.


“ Oke, kalian minggir, biar gue habisin dia." kata Fero.


Arga benar-benar sudah tidak bisa melawan Fero, karna tadi dia juga sudah dihajar teman-teman Fero, tapi untungnya ada tiga orang yang lewat, dan melerai perkelahian mereka. Fero dan teman-temannya pun pergi sebelum warga memanggil polisi.


“ Kamu nggak papa nak?" tanya salah satu orang.


“ Iya pak saya nggak papa." kata Arga.


“ Yasudah kalo gitu biar saya bantu jalan, sini duduk dulu, saya Carikan obat buat obatin luka kamu." kata orang itu.


“ Iya makasih pak." kata Arga.


Orang itu pun mengobati Arga, setelah merasa enakan Arga kembali ke rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2