Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Tenang aja


__ADS_3

Hari ini Chika sidang skripsi, dan ternyata semua berjalan dengan lancar.


“ Akhirnya selesai juga." kata Chika.


“ Ah selamat Chik." kata Teman-teman Chika.


Tiba-tiba ada telfon dari nomor tidak dikenal.


“ Hallo siapa ya?" tanya Chika.


“ Selamat sore mbak, ini kami dari pihak rumah sakit, mau mengasih kabar kalo pak Heru mengalami kecelakaan." kata Pihak rumah sakit.


“ Apa? papa saya kecelakaan? sekarang papa saya ada dirumah sakit mana?" tanya Chika panik.


“ Pak Heru berada di rumah sakit H." kata Pihak rumah sakit.


Chika langsung buru-buru ke rumah sakit.


“ Chika kamu kenapa?" tanya salah satu temen Chika.


“ Papa kecelakaan, aku mau ke rumah sakit sekarang." kata Chika


“ Yaudah hati-hati ya." kata Teman Chika yang masih menunggu giliran sidang skripsi.


Dirumah sakit, di sana sudah terlihat ada sopirnya pak Heru yang sedang duduk dengan keadaan luka-luka.


“ Pak Joko gimana keadaan papa?" tanya Chika.


“ Pak Heru lagi ditanganin dokter non." kata Pak Joko supir pribadinya pak Heru.

__ADS_1


“ Pak Joko nggak papa?" tanya Chika.


“ Nggak papa non cuma luka-luka aja, tapi pak Heru tadi keadaan bener-bener kritis banget non, karna memang pak Heru terpental dan keluar dari mobil." kata Pak Joko.


“ Papa... ya Allah semoga papa baik-baik aja, oh ya gimana Critanya kok pak Joko sama papa bisa kecelakaan?" tanya Chika.


“ Seperti sudah direncanakan non, tadi soalnya sudah ada yang mengikuti saya dan Heru sejak dari kantor." kata Pak Joko.


“ Apa ini semua perbuatan rekan bisnis papa?" kata Chika.


” Iya mungkin saja non, banyak yang iri sama keberhasilan yang pak Heru capai." kata Pak Joko.


Chika terus menangis rasanya dia sudah benar-benar tak berdaya, tidak ada lagi orang yang bisa untuk teman cerita dia. Dan sampai akhirnya Dokter keluar.


“ Dok gimana keadaan papa saya Dok?" tanya Chika.


“ Keadaanya sangat kritis mbak, dan sekarang pak Heru membutuhkan donor darah yang sangat banyak, karna tadi pak Heru mengalami pendarahan dikepalanya." kata Dokter.


“ Stok darah dirumah sakit sangat menipis mbak, tapi pihak rumah sakit akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan donor darah yang cocok, dan saya juga minta bantuan sama mbaknya, kalo mungkin ada teman mbaknya yang mau mendonorkan darahnya, karna harus secepatnya mbak, kalo tidak akan membahayakan kondisi pasien." kata Dokter.


“ Baik dok, kalo gitu biar saya Carikan dulu ya." kata Chika.


Chika menghubungi pak Davit yang kebetulan memang ada dirumah. Tak lama kemudian pak Davit datang.


“ Gimana keadaan papa kamu Chika?" tanya Pak Davit.


“ Kata dokter papa butuh donor darah om, dan sekarang Chika lagi hubungi teman-teman Chika." kata Chika.


“ Yaudah kalo gitu biar om bantu, biar papa kamu lebih cepat mendapatkan donor darah." kata Pak Davit.

__ADS_1


Pak Davit menanyakan golongan darah papanya Chika, dan pak Davit pun teringat kalau Erlangga juga mempunyai golongan darah yang sama. Pak Davit langsung menghubungi Erlangga. dan tak lama kemudian Erlangga datang ke rumah sakit.


“ Gimana keadaan om Heru pa?" tanya Erlangga.


“ On Heru membutuhkan donor darah ngga, dan golongan darahnya sama seperti golongan darah kamu." kata Pak Davit


“ Yaudah kalo gitu ambil darah aku aja pa, biar pak Heru bisa segera ditangani." kata Erlangga.


Dan Erlangga pun diajak untuk mengecek golongan darahnya. Dan akhirnya darah Erlangga pun diambil dan bisa didonorkan ke pak Heru.


“ Gimana keadaan papa saya Dok?" tanya Chika.


“ Alhamdulillah pak Heru keadaannya sudah membaik mbak." kata Dokter.


Setelah itu Chika menghampiri Erlangga yang ada diruangan yang tadi tempat untuk mengambil darah.


“ Ngga.." panggil Chika.


“ Iya Chik, gimana keadaan om Heru?" tanya Erlangga.


“ keadaan papa udah membaik ngga, dan makasih banyak, gue nggak tau kalo nggak ada Lo ngga." kata Chika menangis.


“ Eh kok nangis sih Chik, udah ya nggak usah nangis lagi, yang penting sekarang om Heru udah baik-baik aja." kata Erlangga memeluk Chika.


“ Oh ya ngga, tadi kata sopir papa, kecelakaan ini mungkin udah direncanain, karna katanya mereka sudah diikuti orang nggak dikenal dari kantor papa." kata Chika.


“ Lo tenang aja, biar gue selidiki nanti, sekarang yang penting itu papa kamu udah selamat dan kamu harus jagain papa kamu." kata Erlangga.


“ Makasih ngga." kata Chika.

__ADS_1


“ Iya sama-sama" kata Erlangga.


__ADS_2