
“ Papa." kata Chika langsung berlari ke tempat papanya yang sedang berbaring lemas.
“ Chika..." kata Pak Heru terbata-bata.
“ Iya pa, Chika disini kok nemenin papa." kata Chika
“ Ma-aafi-iinn pa-pa na-aakkk, pa-pa ke-ter-lalu-an sa-ma kaa-mu." kata Pak Heru membuka penutup yang menutupi mulutnya.
“ Papa nggak ada salah apa-apa kok sama Chika pa, jangan dilepas ya pa, papa jangan banyak gerak sama bicara dulu kata dokter." kata Chika.
“ Gimana kalo panggil dokternya aja Chik, biar dibantu pasangin lagi, sekalian cek kondisi om Heru." kata Arga.
“ Iya Ar, Yaudah kalo gitu tolong jagain papa dulu Ar, biar gue panggil dokternya dulu." kata Chika kemudian pergi memanggil dokter.
“ Arr-gaa maaa-fffkaannn sa-yaa." kata Pak Heru.
“ Om nggak salah kok om, yang salah selama ini itu Arga sama mama, karna main tuduh om tanpa bukti yang kuat, sekarang Arga juga lagi nyari bukti mumpung masih dibandung, biar masalah ini cepat selesai." kata Arga.
Dokter dan perawat pun datang ke ruangan pak Heru, dokter memeriksa pak Heru, Hasil pemeriksaan pun bagus, keadaan pak Heru sudah membaik. setelah itu dokter dan perawat pun pergi meninggalkan ruangan pak Heru.
__ADS_1
“ Papa sekarang istirahat aja ya, atau papa laper? papa mau makan?" tanya Chika, pak Heru pun menggelengkan kepalanya
“ Mama sama adik kamu mana Chika?" tanya Pak Heru.
“ Eeee... mereka lagi pulang pa, Chika kasian sama mereka, lagi pula mereka juga harus istirahat juga kan, disini kan nggak ada tempat tidurnya, masak kita mau rame-rame tidur ditempat tidur ini, " kata Chika.
Bu Winda kembali membawakan Arga makanan.
“ Mas Heru kamu udah sadar?" kata Bu Winda saat memasuki ruangan pak Heru.
“ Iya Tante, papa baru sadar." kata Chika.
“ Mama udah makan?" tanya Arga.
“ Mama tadi udah makan, yang belum makan Chika." kata Bu Winda.
” Makan dulu Chik, ntar perut Lo sakit lagi kalo nggak makan." kata Arga.
” Iya Chika, makan dulu gih, biar nggak sakit." kata Bu Winda.
__ADS_1
“ Sini Chik." panggil Arga.
Chika duduk di sofa bersama Arga,Mereka berdua makan bersama. Bu Winda duduk di kursi dekat pak Heru.
“ Mas Heru... saya mau minta maaf sama kamu mas, karna saya udah nuduh mas Heru yang bunuh mas Angga, tanpa ada bukti yang kuat." kata Bu Winda.
“ Iya win saya ngerti, kamu seperti itu juga karna keadaan yang memang menyedihkan waktu itu, Angga pergi ninggalin kita semua untuk selamanya, dan memang terakhir motor Angga saya yang pake, tapi saya berani bersumpah kalo saya bukan pembunuh Angga win." kata Pak Heru.
“ Iya mas, saya percaya kok sama kamu, sebelum mas Angga pergi juga kan kalian baik-baik aja." kata Bu Winda.
“ Saya sudah mencari tau siapa pembunuh Angga, saya ingat sekali terakhir sebelum saya balapan sama Angga, saya kumpul sama Dafit juga, saya mau tanya sama dia, tapi dia jarang sekali dirumah, dia tinggal di luar negri, dia balik ke Bandung juga kadang-kadang." kata Pak Heru.
“ Tapi waktu Arga kemarin ke rumah om Dafit, kata pembantunya pak David bakal balik ke Bandung lusa om, dan Arga juga bakalan cari tau soal ini, om nggak usah mikirin soal ini, biar Arga yang urus." kata Arga.
” Iya Arga makasih ya nak, melihat kamu saya jadi inget sama papa kamu, dia ganteng juga pemberani." kata Pak Heru.
” Om bisa aja." kata Arga.
“ Oh ya win, kok Chika bisa tinggal sama kamu sih?" tanya Pak Heru.
__ADS_1
“ Jadi ceritanya Chika itu....."