
Arga melihat dari atas, ternyata tamu yang bibi maksud tadi adalah Erlangga.
“ Ngapain sih tuh orang pake muncul-muncul lagi." kata Arga.
Arga melihat mereka sedang bercanda-canda, dan semakin membuat Arga panas melihatnya. saat Arga sedang memperhatikan mereka, Bu Winda pulang.
“ Lo kamu Erlangga kan?" kata Bu Winda.
“Iya Tante, Tante masih inget aja." kata Erlangga.
“ pasti donk nak, kan kamu udah pernah tolongin Tante waktu itu." kata Erlangga.
“ Sok banget sih tuh anak." kata Arga.
“ Oh ya kalo gitu lanjutin ngobrolnya, Tante ke dalam dulu ya." kata Bu Winda.
“ Iya tan silahkan." kata Erlangga.
“ Oh ya ngga kok Lo ke sini, tumben banget ada apa?" kata Chika.
“ Gue cuma pengen maen aja Chik, pengen tau gimana keadaan Lo? kan waktu itu Lo bilang di sini nggak ada temen." kata Erlangga.
“ Iya sih ngga, tapi sekarang aku udah punya temen kok ngga, semenjak Bu Winda biayain aku buat kuliah." akta Chika.
“ Oh gitu syukurlah kalo gitu." kata Erlangga.
“ Oh ya lo ntar malem ada waktu nggak?" tanya Erlangga.
“ Kalo ntar malem sih gue ada acara sama temen-temen gue." kata Chika.
“ owh kirain Lo nggak lagi mau kemana-mana." kata Erlangga.
__ADS_1
“ Emangnya kenapa ngga." kata Chika
“ Nggak kenapa-kenapa sih Chik, cuma kalo Lo nggak lagi sibuk pengen ngajakin Lo jalan gitu, makan atau kemana gitu." kata Erlangga.
“ Owh, tapi maaf ya er, kalo ntar malem nggak bisa kayaknya." kata Chika.
“ Apa dia ke sini mau ajakin Chika jalan? modus banget sih." kata Arga.
“ Kalo emang ntar malem nggak bisa nggak papa kok Chik, kalo besok malem gimana?" tanya Erlangga.
“ Gue nggak bisa janji sih er, kalo gue iya ntar gue nggak tiba-tiba ada urusan mendadak gimana?" tanya Chika.
“ iya sih Chik, tapi ntar gue kabarin lagi aja besok." kata Erlangga.
“ oke yaudah kalo gitu." kata Chika.
“ Oh ya tadi gue beliin Lo martabak nih." kata Erlangga.
“ Eh makasih Lo ngga, jadi ngrepotin Lo." kata Chika.
“ Yaudah kalo gitu gue pamit dulu ya Chik, udah mau sore juga." Kata Erlangga.
“ Iya er, hati-hati ya." kata Chika.
Erlangga keluar di anter Chika, setelah Erlangga pergi Chika masuk.
“ Mau ngapain dia ke sini Chik?" tanya Arga.
“ Cuma maen aja Ar, oh ya gue punya martabak, Lo mau minta?" tanya Chika
“ Nggak gue juga bisa beli sendiri, Suka sama cewek yang juga banyak di sukai cewek itu ternyata susahnya." kata Arga kemudian pergi meninggalkan Chika.
__ADS_1
“ Maksud Arga apa ya?" Kata Chika.
Arga balik ke kamarnya dengan ekspresi wajah yang cemberut.
“ Lo kenapa bro?" tanya Refan.
“ Susah ternyata buat dapetin cewek yang banyak di sukai cowok lain juga." kata Arga.
“ Siapa?" tanya Dimas.
“ Chika?" tanya Vivi
“ Ya karna emang Chika cewek yang cantik udah gitu baik juga, cowok mana yang nggak suka sama dia." kata Imelda.
“ Bener Mel." kata Dimas.
“ Kalo Lo mau dengerin kata gue ya, mending nggak usah kelamaan Ar kalo emang Lo suka ya bilang sama Chika." kata Refan.
“ Gue udah pernah bilang ke dia fan, tapi dianya nggak ada respon sama sekali." kata Arga.
“ Ya karna selama ini Lo tuh selalu bercanda sama Chika, ya pasti Chika mikir kalo Lo cuma becanda aja deketin Lo, apalagi waktu Lo masih sama Bella." kata Dimas.
“ Yang serius gitu Ar, biar Chika tuh nggak bingung juga jawabnya, gue ngerti pasti Fikiran Chika masih trauma dengan Lo yang selalu kasih perlakuan yang membuat Chika berharap, tapi nyatanya Lo masih sama Bella waktu itu." kata Vivi.
“ Iya kalo gue jadi Chika juga mikir dua kali Ar, lagian siapa sih yang mau jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya." kata Imelda.
“ pinter banget sih kamu Mel" kata Dimas.
” Eh tapi serius dim, Chika cuma butuh Arga yang beneran serius dari hati bukan cuma dengan omongan aja, kalo sebelumnya Lo nggak mainin dia, Chika nggak bakalan gitu Ar, Lo juga ngerasain kan waktu Lo sama Chika awal-awal ketemu." kata Imelda.
“ Iya Lo bener Mel, dan mungkin emang sekarang waktunya buat gue perjuangin dia, apalagi liat banyak cowok yang deketin dia, mulai dari Faris, Fero, Erlangga, farel." kata Arga.
__ADS_1
“ Dan mereka juga kalo kata gue cowok yang baik dan ganteng juga, dan pastinya saingan berat Lo Ar." kata Vivi
“ Kalo gue ngerasa saingan paling berat gue itu farel sama Fero, mereka Deket banget sama Chika apalagi Fero, walaupun kata Chika mereka cuma temenan, tapi nggak bakal ada rasa di antara mereka." kata Arga.