
Setelah selesai makan mereka berdua pulang ke rumah.
“ Ar Lo mau pergi ke cafe?" kata Chika.
“ Pengen sih, karna mau ketemu sama Dimas sama Refan, tapi malam ini terserah Lo deh Chik, pengennya gimana?" kata Arga.
” Kenapa jadi terserah gue Ar?" tanya Chika.
“ Ya dari pada ntar gue di cuekin lagi sama Lo, kalo nggak ngikutin omongan Lo." kata Arga.
“ Enggak kok,lagian terserah Lo juga mau pergi atau enggak." kata Chika.
“ Hhhh, serius? gue udah ngerti kok Chik,di balik terserahnya cewek itu, pasti pengen cowoknya ngertiin, kalo sebenernya nggak ngijinin." kata Arga
“ Sok tau banget sih, orang gue serius kok,terserah Lo aja mau pergi atau enggak." kata Chika.
“ Yaudah deh, tapi emang lagi mager juga sih, ntar biar Dimas sama Refan yang gue suruh ke sini." kata Arga.
“ Yaudah mandi dulu sana, biar nggak bau." kata Chika tersenyum.
“ Emang udah nyium gue? kok tau gue bau?" tanya Chika.
“ Ya belum sih, tapi kan nggak harus nyium juga udah bisa membau." kata Arga.
“ Kalo mau nyium juga nggak papa sih Chik." kata Arga.
“ Apaan sih, gue cuma mau ciuman pertama gue itu buat suami gue kelak." kata Chika.
“ Ah masak, eh Chik itu ada Imel sama Lisa." kata Arga menunjuk ke luar rumah.
__ADS_1
Chika menoleh, dan saat itu juga Arga mendekatkan mukanya ke samping muka Chika, setelah Chika berbalik. Cup....
“ Mana..." kata Chika kemudian terhenti ketika bibirnya menempel di pipi Arga.
“ Ih Arga...." kata Chika marah.
“ Tenang aja Chik, gue bakalan jadi calon suami Lo kok." kata Arga kemudian lari masuk kamar.
“ Rese banget sih, gue juga kenapa bodoh banget bisa ketipu sama dia." kata Chika masih emosi.
Malam Hari, karena Bu Winda libur, makan malam kali ini bisa bersama-sama.
“ Chika sana sayang, kamu panggilin Arga, biar kita bisa makan sama-sama." kata Bu Winda.
“ Iya tan." jawab Chika.
Didepan kamar Arga.
Chika mengetuk pintu kamar Arga.
“ Ar, Arga." panggil Chika.
“ Hai mbak Chika, gimana kabarnya? aman kan?" tanya Arga melihat Chika masih marah dengannya.
“ Nggak lucu." kata Chika.
“ Siapa juga yang ngelawak." kata Arga.
“ Di panggil nyokap Lo, disuruh makan." kata Chika kemudian pergi.
__ADS_1
“ Eh kok jutek banget gitu sih Chik, tungguin gue donk." kata Arga mengejar Chika.
Di meja makan.
“ Chika tolong ambilin lauk buat gue donk!" kata Arga.
“ Kan Lo punya tangan, bisa ambil sendiri kan?" Kata Chika.
“ Bisa sih, tapi gue pengennya Lo yang ambilin." kata Arga.
“ Manja banget sih jadi cowok." kata Chika.
“ Yaudah iya-iya gue ambil sendiri." kata Arga.
“ Mereka ambil kenapa? apa lagi marahan? lucu banget liatnya." Batin Bu Winda.
“ Udah-udah yuk makan, nggak usah berantem." kata Bu Winda.
“ Ma sampe kapan motor Arga di sita." kata Arga.
“ Sampe bekas luka kamu sembuh." kata Bu Winda.
“ Luka Arga udah sembuh kok ma, udah nggak sakit juga." kata Arga.
“ Udah sembuh dari mananya, masih memar gitu, pokonya motor kamu masih mama sita, buat pelajaran kamu juga, biar nggak kerjaanya berantem terus." kata Bu Winda.
“ Chik." kata Arga meminta bantuan buat membujuk mamanya.
“ Sukurin, suruh siapa sok jagoan, pake berantem segala, berani lakuin harus berani tanggung jawab donk." kata Chika.
__ADS_1
“ Ah lo sama aja kaya mama." kata Arga.