Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Nyium


__ADS_3

Setelah selesai makan mereka berdua pulang ke rumah.


“ Ar Lo mau pergi ke cafe?" kata Chika.


“ Pengen sih, karna mau ketemu sama Dimas sama Refan, tapi malam ini terserah Lo deh Chik, pengennya gimana?" kata Arga.


” Kenapa jadi terserah gue Ar?" tanya Chika.


“ Ya dari pada ntar gue di cuekin lagi sama Lo, kalo nggak ngikutin omongan Lo." kata Arga.


“ Enggak kok,lagian terserah Lo juga mau pergi atau enggak." kata Chika.


“ Hhhh, serius? gue udah ngerti kok Chik,di balik terserahnya cewek itu, pasti pengen cowoknya ngertiin, kalo sebenernya nggak ngijinin." kata Arga


“ Sok tau banget sih, orang gue serius kok,terserah Lo aja mau pergi atau enggak." kata Chika.


“ Yaudah deh, tapi emang lagi mager juga sih, ntar biar Dimas sama Refan yang gue suruh ke sini." kata Arga.


“ Yaudah mandi dulu sana, biar nggak bau." kata Chika tersenyum.


“ Emang udah nyium gue? kok tau gue bau?" tanya Chika.


“ Ya belum sih, tapi kan nggak harus nyium juga udah bisa membau." kata Arga.


“ Kalo mau nyium juga nggak papa sih Chik." kata Arga.


“ Apaan sih, gue cuma mau ciuman pertama gue itu buat suami gue kelak." kata Chika.


“ Ah masak, eh Chik itu ada Imel sama Lisa." kata Arga menunjuk ke luar rumah.

__ADS_1


Chika menoleh, dan saat itu juga Arga mendekatkan mukanya ke samping muka Chika, setelah Chika berbalik. Cup....


“ Mana..." kata Chika kemudian terhenti ketika bibirnya menempel di pipi Arga.


“ Ih Arga...." kata Chika marah.


“ Tenang aja Chik, gue bakalan jadi calon suami Lo kok." kata Arga kemudian lari masuk kamar.


“ Rese banget sih, gue juga kenapa bodoh banget bisa ketipu sama dia." kata Chika masih emosi.


Malam Hari, karena Bu Winda libur, makan malam kali ini bisa bersama-sama.


“ Chika sana sayang, kamu panggilin Arga, biar kita bisa makan sama-sama." kata Bu Winda.


“ Iya tan." jawab Chika.


Didepan kamar Arga.


Chika mengetuk pintu kamar Arga.


“ Ar, Arga." panggil Chika.


“ Hai mbak Chika, gimana kabarnya? aman kan?" tanya Arga melihat Chika masih marah dengannya.


“ Nggak lucu." kata Chika.


“ Siapa juga yang ngelawak." kata Arga.


“ Di panggil nyokap Lo, disuruh makan." kata Chika kemudian pergi.

__ADS_1


“ Eh kok jutek banget gitu sih Chik, tungguin gue donk." kata Arga mengejar Chika.


Di meja makan.


“ Chika tolong ambilin lauk buat gue donk!" kata Arga.


“ Kan Lo punya tangan, bisa ambil sendiri kan?" Kata Chika.


“ Bisa sih, tapi gue pengennya Lo yang ambilin." kata Arga.


“ Manja banget sih jadi cowok." kata Chika.


“ Yaudah iya-iya gue ambil sendiri." kata Arga.


“ Mereka ambil kenapa? apa lagi marahan? lucu banget liatnya." Batin Bu Winda.


“ Udah-udah yuk makan, nggak usah berantem." kata Bu Winda.


“ Ma sampe kapan motor Arga di sita." kata Arga.


“ Sampe bekas luka kamu sembuh." kata Bu Winda.


“ Luka Arga udah sembuh kok ma, udah nggak sakit juga." kata Arga.


“ Udah sembuh dari mananya, masih memar gitu, pokonya motor kamu masih mama sita, buat pelajaran kamu juga, biar nggak kerjaanya berantem terus." kata Bu Winda.


“ Chik." kata Arga meminta bantuan buat membujuk mamanya.


“ Sukurin, suruh siapa sok jagoan, pake berantem segala, berani lakuin harus berani tanggung jawab donk." kata Chika.

__ADS_1


“ Ah lo sama aja kaya mama." kata Arga.


__ADS_2