Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Donor darah


__ADS_3

Tak lama kemudian, para anggota geng motonya Arga dan Fino kembali ke Cafenya Arga dengan keadaan babak belur.


“ Gimana kak?" tanya Lisa yang melihat temannya yang polisi itu datang.


“ Tadi aku ke sini bawa mobil patroli, dan mereka sekarang udah pada bubar." kata Orang itu.


“ Erlangga." kata Chika.


“ Chika? kok Lo disini?" tanya Erlangga.


“ Jadi Lo itu polisi?" tanya Chika.


“ Iya Chik, oh ya gue lupa, gue kesini mau kasih kabar kalo Arga anaknya Bu Winda itu kecelakaan, dan sekarang lagi di bawa ke rumah sakit F." kata Erlangga.


“ Apa?" kata Chika kaget.


“ Kak Erlangga beneran?" kata Lisa.


“ Iya Lis, tadi aku juga liat Fino juga anterin Arga ke rumah sakit." kata Erlangga.


“ Lisa yuk temenin gue ke rumah sakit." kata Chika yang sudah meneteskan air mata.


“ Pakai mobil gue aja Chik, biar bisa bareng ke sana." kata Erlangga.


“ Iya ngga, buruan." kata Chika dan kemudian mereka semua pergi ke rumah sakit naik mobil patroli Erlangga.


Di rumah sakit.


“Gimana fan keadaan Arga?" tanya Chika tapi Refan hanya diam.


“ Fino Arga gimana?" tanya Chika kepada Fino dan Fino juga hanya diam saja.

__ADS_1


“ Dimas Arga gimana? dia baik-baik aja kan?" kata Chika.


“ Iya Arga baik-baik aja kok Chik, udah duduk dulu ya, kita juga lagi nunggu dokternya keluar." kata Dimas menenangkan Chika.


“ Iya Chik Lo harus tenang ya, Arga pasti kuat kok, apalagi dia masih ada janji sama Lo." kata Vivi.


” Arga Vi, gue nggak mau kehilangan Arga." kata Chika.


“ Iya kita ngerti kok Chik, tapi Lo tenang dulu ya." kata Lisa.


Tiba-tiba Bu Winda datang.


“ Tante..." kata Chika langsung memeluk Bu Winda.


“ Arga kenapa sayang? Arga nggak papa kan?" kata Bu winda yang juga menangis sesenggukan.


“ Kenapa Arga bisa gini nak, Arga nggak papa kan Dimas?" kata Bu Winda.


Semuanya menunggu dokter yang memeriksa Arga keluar, akhirnya dokternya pun keluar.


“ Gimana dok keadaan anak saya?" tanya Bu Winda langsung menghampiri sang dokter.


“ Sebaiknya kita bicarakan di ruangan saya saja Bu." kata Dokter.


“ Chika ikut Tante." kata Chika.


“ Udah Lo disini aja dulu Chik." kata Dimas.


“ Iya sayang kamu disini aja." kata Bu Winda.


Di ruangan Dokter.

__ADS_1


“ Gimana keadaan anak saya dok?" tanya Bu Winda.


“ Keadaan pasien sangat menghawatirkan Bu, pasien mengalami pendarahan pada kepalanya, sehingga pasien banyak membutuhkan donor darah karena sudah kehilangan darahnya akibat kecelakaan tadi Bu." Jelas dokter.


“ Tapi di keluarga saya yang golongan darahnya sama seperti golongan darah Arga itu cuma papanya dok, dan papanya udah nggak ada." kata Bu Winda.


“ Itu yang saya mau bicarakan Bu, di rumah sakit juga stok darah seperti golongan pasien sangat sedikit." kata Dokter.


“ Terus saya harus gimana dok?" tanya Bu Winda.


“ Kami dari pihak rumah sakit akan membantu mencari pendonor nya buk, tapi alangkah baiknya agar pasien mendapat pendonor dengan cepat, saya minta bantuan ibu untuk mencari pendonor nya buk, karna kalau kelamaan akan berakibat fatal pada pasien Bu." kata Dokter.


“ Baik dok saya akan mencarikannya." kata Bu Winda.


Bu Winda kembali ke IGD.


“ Gimana Tan?" tanya Dimas.


“ Arga membutuhkan donor darah dim, karna kecelakaan tadi dia kehilangan banyak darahnya, dan harus secepatnya dim." kata Bu Winda.


“ Coba Dimas aja Tan, Dimas mau kok donorin darah buat Arga." kata Dimas.


“ Tapi Arga membutuhkan banyak darah dim." kata Bu Winda.


“ Refan aja tan." kata Refan.


“ Imelda juga mau donorin darah buat Arga Tan." kata Imelda.


“ kalo emang cocok Vivi juga mau Tan donorin darah buat Arga." kata Vivi.


“ Yaudah ikut Tante, biar di cek dulu apa darah kalian cocok dengan golongan darah Arga." kata Bu Winda.

__ADS_1


__ADS_2