Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Geng itu


__ADS_3

Malam itu Dimas dan Refan nginep di rumah Arga, karna semalam hujan deras.


Pagi hari.


“ Oh ya bik, kok motor Dimas sama Refan masih disini, apa mereka nginep disini?" tanya Chika menghampiri bibi yang sedang masak di dapur.


“ Iya non, semalem kan hujan deras terus kata Nyonya, mas Refan sama mas Dimas di suruh nginep sini aja." jawab Bibi.


“ Oh gitu ya bik, Yaudah biar Chika bantu ya bik." kata Chika.


“ makasih ya non." kata Bibi.


“ Oh ya Tante Winda udah berangkat bik?" tanya Chika.


“ Belum non." kata Bibi.


“ Kok tumben belum berangkat." kata Chika.


“ Bibi juga kurang tau non." kata Bibi.


Arga bangun, dia ke kamar Chika, tapi ternyata Chika sudah tidak di kamarnya, Arga mencari Chika ke dapur.


“ Dor." Kata Arga memeluk Chika dari belakang.


“ Apaan sih Ar bikin kaget aja, lepasin gue lagi masak." kata Chika.


“ Gue pengen liat." kata Arga.


“ Yaudah kalo mau liat kan bisa lepasin, lagian malu tau diliatin bibi" kata Chik.


“ Bibi nggak liat kok non." kata Bibi menggoda Chika.


“ Tuh kata bibi, bibi nggak liat." kata Arga.


“ Udah ah lepasin, ntar makanannya nggak selesai-selesai." kata Chika.

__ADS_1


“Arga... nggak usah gangguin Chika lagi masak." kata Bu Winda tiba-tiba datang.


“ Eh mama, kok belum berangkat ma." kata Arga.


“ Iya abis ini mama berangkat, sana kamu mandi aja, kamu berangkat kuliah kan?" kata Bu Winda.


“ Iya ma." jawab Arga.


“ Sekalian bangunin Dimas sama Refan, suruh mandi abis itu makan." kata Bu winda.


Arga kembali ke kamar, untuk membangunkan Dimas dan Refan.


Semua sudah bersiap untuk makan.


“ Ayo dimakan Dimas, Refan." kata Bu Winda.


“ Iya makasih tan." Kata Refan.


“ Makanannya enak banget Tan, siapa yang masak." kata Dimas.


“ Chika sama Bibi dim." jawab Bu Winda.


“ Ya Tante sih terserah Arga, mau sama siapa yang penting bisa bahagia." kata Bu Winda.


“ Iya bener kata Dimas ma, Chika udah cocok banget jadi calon istri Arga, udah Cantik, baik, pinter masak, walaupun kadang galak sih." kata Arga.


“ Ya cocok sih, tapi emang Chika mau sama kamu." kata Bu Winda.


“ Pasti mau lah ma, ya nggak Chik, gue kan ganteng, tajir juga, Lo minta apa pasti gue turutin." kata Arga.


“ Sombongnya..." kata Refan.


“ Nggak papa, sombong karna ada yang di sombongin." kata Arga.


“ Oh ya kalo gitu mama berangkat dulu ya." kata Bu Winda.

__ADS_1


“ Hati-hati ma." kata Arga.


“ Oh ya Ar Lo berangkat pake apa?" tanya Dimas.


“ Gue naik taksi kayaknya dim, soalnya mobil mama dibawa." kata Arga.


“ Chika mau bareng gue aja Chik?" tanya Dimas.


“ Nggak usah dim, gue bareng Arga aja." kata Chika.


“ Lo nih gimana sih dim, kaya nggak tau orang kalo lagi bucin-bucinnya." kata Refan.


“ Yaudah kalo gitu gue balik duluan ya Ar,Chik." kata Dimas.


“ Tungguin dim, Ar gue balik duluan ya." kata Refan.


“ Iya hati-hati." kata Arga.


“ Yaudah yuk berangkat Ar." ajak Chika.


“ yuk." jawab Arga.


Hari itu Arga dan yang lain menjalankan kuliah seperti biasanya, setelah pulang kuliah, Arga tidak pulang bersama Chika, karna dia harus pergi untuk menyelesaikan masalah dengan geng motor yang sudah membuat rusuh itu.


“ Balik sendiri nggak papa kan?" tanya Arga.


“ Iya nggak papa, Lo serius mau samperin geng motor itu?" tanya Chika.


“ Iya, biar cepet selesai juga masalahnya." kata Arga.


“ Yaudah hati-hati ya, gue nggak mau kalo sampe berantem lagi." kata Chika.


“ Kalo mereka bisa diajak baik-baik, nggak bakalan ada perkelahian kok." kata Arga.


“ Yaudah kalo ada apa-apa ntar kabarin gue." kata Chika.

__ADS_1


“ Iya sayang, gue pergi dulu ya, hati-hati pulangnya." kata Arga.


“ Iya, Lo juga hati-hati." kata Chika.


__ADS_2