Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Anak-anak jalanan


__ADS_3

Setelah selesai mandi Chika membangunkan Arga.


“ Bangun Ar, gue udah selesai mandinya." kata Chika.


“ Iya Chik, 5 menit lagi." kata Arga.


“ Udah buruan bangun, ntar kesiangan." kata Chika.


“ Iya-iya." kata Arga mencoba membuka mata.


Arga memperhatikan wanita cantik yang ada di depannya itu, Chika terlihat cantik dengan menggunakan baju warna hitam, karena kulitnya yang putih.


“ Ngapain malah liatin gue gitu, emang ada yang aneh sama gue." kata Chika.


“ Iya." kata Arga.


“ Serius?" tanya Chika mencari yang Arga maksud.


“ Yang aneh itu, kenapa Lo bisa cantik banget sih, bikin mata gue yang masih ngantuk langsung bisa melek." kata Arga.


“ Kirain beneran ada yang aneh." kata Chika.


“ Udah pantes banget jadi calon istri gue Lo Chik, bangunin gue tiap pagi, bikinin sarapan, uh betapa syahdunya hidup gue." kata Arga berkhayal.


“ Nggak usah mikir yang enggak-enggak, udah buruan mandi." kata Chika.


“ Lo beneran udah mandi." kata Arga.


“ Iya udah." kata Chika.


“ Kirain belum." kata Arga.


“ Emangnya kenapa?" tanya Chika.


“ Kalo belum mau gue ajak mandi bareng sama gue." kata Arga langsung pergi.


“ Argaa.... ngeselin banget sih jadi cowok." kata Chika ngomel-ngomel.


Chika menunggu Arga mandi, dia duduk di sofa sambil membaca buku, saat membaca buku, Chika melihat ada foto cewek di tengah buku itu, Cewek itu sangat cantik.


“ Foto siapa ya, Atau mungkin mantannya Arga? nanti gue tanyain ke Arga aja deh." kata Chika.

__ADS_1


Arga selesai mandi, dia langsung mengajak Chika sarapan karna sudah siang.


“ Yuk makan dulu Chik, udah siang ntar kita terlambat." kata Arga.


“ Iya Ar." kata Chika, kemudian dia meletakkan buku itu, dia pun lupa kalau dia mau menanyakan tentang foto cewek tadi ke Arga.


Sampai di kampus.


“ Oh ya Ar, ntar Lo harus ambil kue ke nenek kemarin itu kan?" kata Chika.


“ Iya, ntar abis pulang kuliah, kita ke tempat nenek itu jualan dulu ya." kata Arga.


“ Yaudah kalo gitu yuk masuk." kata Chika.


Saat pulang kuliah Arga dan Chika langsung menuju tempat nenek penjual kue.


“ Kalian berdua buru-buru banget, mau kemana?" tanya Vivi.


“ Ada urusan penting." kata Arga.


“ Ah bilang aja mau kencan." kata Refan.


“ Kalo iy kenapa?" kata Arga.


“ Yaudah makannya diem aja oke, gue duluan fan, ntar malem gue tunggu di cafe, ada yang mau gue bicarain." kata Arga.


“ Siap Ar." kata Chika.


“ Duluan ya Vi." kata Chika.


“ Iya hati-hati Chik." kata Vivi.


Arga dan Chika ke tempat nenek penjual kue.


“ Sore nek." sapa Arga.


“ Eh nak Arga, sama nak Chika." kata Nenek.


“ Hallo kak." sapa Yoga cucu nenek.


“ Gimana kabar kamu dek?" tanya Chika.

__ADS_1


“ Alhamdulillah aku udah baikan kok kak." kata Yoga.


” Syukurlah kalo gitu, jadi nenek ada yang nemenin jualan." kata Arga.


“ Oh ya nek saya mau ambil pesanan saya." kata Arga.


“ Ini nak." kata Nenek.


“ Berapa totalnya nek." kata Arga.


“ seratus ribu nak." kata nenek.


“ Ini nek uangnya." kata Arga.


“ Tapi ini kebanyakan nak." kata nenek.


“ Nggak papa, sisanya buat nenek aja." kata Arga.


“ Makasih banyak ya nak." kata Nenek itu.


“ Iya sama-sama nek, kalo gitu kita pamit dulu ya." kata Arga.


“ Iya nak hati-hati." kata Nenek.


Arga dan Chika pun pergi.


“Ar kue ini mau di bawa kemana?" tanya Chika.


“ Mau gue bagiin ke anak-anak jalanan Chik." kata Arga.


“ Ternyata baik juga ya Lo." kata Chika.


“ Iya donk, cowoknya siapa dulu." kata Arga.


“ emang cowoknya siapa?" tanya Chika tersenyum.


“ Menurut Lo siapa?" kata Arga.


“ Nggak tau." jawab Chika.


“ Tuh kan mulai, ngeselin banget sih." kata Arga.

__ADS_1


“ Iya-iya maaf, cowok gue yang rese." kata Chika.


__ADS_2