
“ Oh ya rencananya nanti 3 bulan lagi, aku sama Dimas mau nikah Chik, ntar Dateng ya." kata Imelda.
“ Serius Mel?" tanya Chika.
“ Serius lah Chik, lagian udah lama banget kan kita pacaran, kita jadian pas dirumah Lo itu kan, dan sampai sekarang berarti udah 3 tahunan, dan sebelumnya kita juga udah pdkt lama." kata Imelda.
“ Dan Udah 3 tahun juga Arga nggak ada kabar Mel, gue nggak tau nantinya gue bakalan bisa jagain gelang ini atau nggak Ar." kata Chika.
“ Semangat ya Chika..." kata Imelda memeluk Chika.
“ Yaudah yuk keluar Mel." kata Chika.
Dan ternyata di luar Refan dan Vivi sudah datang.
“ Eh Chika... gue kangen banget sama Lo, hehehe." kata Vivi.
“ Gue juga Vi." kata Chika.
” Gimana kabar kalian berdua, Vi, fan?" tanya Chika
“ Kuta baik donk Chik." kata Refan.
“ Oh ya Arga kok nggak bareng sama Lo Chik?" tanya Refan.
Dan Chika hanya diam bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
“ Enggak fan." kata Chika.
“ selama ini dia nggak pernah kasih kabar ke kita, apa dia udah lupa sama kita, secara kan udah 3 tahun Arga ke luar negri." kata Refan.
“ Yang gue tau Arga dulu pamit ke gue, dia bakalan lanjut sekolah di luar negri yang pastinya lebih baik dari universitas di sini, biar nanti dia bisa sukses dan pastinya bisa bahagiakan mamanya." kata Dimas.
Mendengar perkataan Dimas, Chika semakin bingung, dia harus tetap menunggu Arga atau memilih bersama Erlangga.
Mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama, main game, foto-foto dan banyak lagi sampai larut malam Chika dan Erlangga pun pulang.
“ Chika kalo boleh tau, Lo sama Arga masih pacaran atau cuma temenan aja?" tanya Erlangga.
Chika hanya diam, karna memang Arga dan Chika tidak ada hubungan apa-apa, tapi mereka berdua mempunyai rasa sayang yang sama.
” Nggak papa kok ngga, gue sama Arga itu nggak ada hubungan apa-apa." kata Chika.
“ Terus apa Lo selama ini masih nunggu Arga? karna selama ini gue perhatiin, Lo nggak pernah merespon cowok yang deketin Lo." kata Erlangga sambil fokus menyetir.
“ Gue emang udah nggak pengen pacaran ngga, gue nggak mau buang-buang waktu untuk hal yang tidak penting seperti itu, gue cuma pengen fokus selesaiin kuliah dan punya kerja, biar nantinya bisa bahagiakan papa." kata Chika.
“ Oh gitu ya Chik, gue bangga sama Lo Chik, jarang sekali cewek seumuran Lo udah mikirin gitu, biasanya yang difikirkan cuma tentang pacaran, berhubungan sama orang lain, tapi Lo beda." kata Erlangga.
“ Nggak ada manfaatnya juga ngga, jadi lebih baik nggak usah lakuin hal kaya gitu kan." kata Chika.
Mereka berdua akhirnya sampai di Bandung.
__ADS_1
“ Lo nggak nginep sini aja ngga, ini kan udah malem, lagian papa juga dirumah, jadi gue nggak sendirian." kata Chika.
“ Gue langsung balik aja Chik, abis ini juga ada kerjaan mendadak." kata Erlangga.
“ Tapi emangnya Lo nggak capek?" kata Chika.
” Ya kalo dibilang capek sih capek, tapi tadi pagi gue juga udah ijin kan, masak harus izin lagi, Yaudah gue duluan ya, sana masuk, istirahat, udah malem." kata Erlangga kemudian hendak masuk mobil, tapi dipanggil Chika.
“ Ngga..." panggil Chika.
“ Iya kenapa Chik?' tanya Erlangga.
Chika langsung memeluk Erlangga.
“ Makasih ya selama ini Lo mau selalu disisi gue, gue selalu nyusahin Lo, seperti sekarang ini, harusnya Lo kan masuk kerja." kata Chika.
“ Nggak papa Chik, semuanya bakalan gue lakuin demi Lo selagi gue bisa, yang penting satu, gue nggak mau lihat Lo sedih, oke." kata Erlangga.
“ Iya ngga, makasih ya Lo juga udah banyak bantu papa." kata Chika.
“ Iya sama-sama Chik, sana masuk gih udah malem." kata Erlangga.
“ Iya er, Lo hati-hati ya." kata Chika.
” Iya." jawab Erlangga
__ADS_1