Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Anter Ke Dokter


__ADS_3

Vivi dan Refan mendengar ada suara orang cek Cok langsung menghampiri ke atas.


“ Ada apa Ar?" tanya Refan.


“Chika mana?" tanya Vivi.


“ Nggak ada apa-apa, Chika dikamar." kata Arga langsung masuk kamar.


Vivi langsung masuk kamar dan menghampiri Chika. Refan menyusul Arga ke kamar.


Di Kamar Arga dan Refan


“ Lo Apain Chika Ar?" kata Refan.


“ Gak gue apa-apain, lagian buat apa ngurusin cewek murahan kaya dia."kata Arga.


“ Cewek murahan, apa maksud Lo, Chika cewek baik-baik." kata Refan.


“ Kalo cewek baik-baik, kenapa dia mau dipeluk-peluk sama Cowok, gak cuma satu lagi, tadi siang gue ikutin dia ketemu sama cowok, dan barusan dia juga dianterin cowok yang beda lagi." kata Arga.


“ Mungkin itu pacarnya Chika, dan lagian Chika mau dia pelukan sama cowok siapa aja, itu kan hak dia kenapa jadi Lo yang marah-marah. Atau Lo jangan-jangan udah mulai suka sama Chika, iya Ar?" kata Refan.


“ Siapa juga Yanga mau sama cewek kaya dia, dan gue juga udah punya Bella yang jelas-jelas sayang sama gue." Kata


“ Arga-arga udah dikasih mutiara malah pilih nyelametin ular." kata Refan yang tidak suka dengan Bella.

__ADS_1


“ Apa maksud Lo." kata Arga tak mengerti maksud Kata-kata Refan.


“ Nanti Lo juga tau sendiri Ar, dan diwaktu itu juga Lo bakalan nyesel udah nuker berlian demi ular." kata Refan dan langsung tidur.


“ Lo aja yang keterlaluan sama Chika Ar, Lo tuh gak tau siapa cowok itu, dan Lo langsung buat kesimpulan yang bener-bener buat hati Chika hancur " kata Refan yang sudah memejamkan mata.


“ Lagian Chika kenapa juga dia harus mau disentuh dua cowok tadi, apa ada hubungan antara mereka, dan cowok barusan, Chika memanggil Cowok itu dengan sebutan Kak, apa tadi kakaknya Chika, ah kepala gue jadi pusing sendiri, tapi apa emang gue yang salah, gak nanya sama Chika dulu?" Batin Arga.


Dikamar Chika dan Vivi.


“ Lo sebenernya ada apa sama Arga Chik?" tanya Vivi khawatir melihat Chika hanya bengong.


“ Gue gak ada apa-apa kok Vi." kata Chika.


“ Gue juga gak tau jalan Fikiran Arga Vik, dia tiba-tiba Nuduh gue cewek yang gak bener, dia bilang gue cewek murahan yang mau disentuh sama banyak laki-laki." kata Chika menjelas.


“ Kok Arga bisa bilang gitu ya." kata Vivi.


“ Mungkin karena dia liat gue meluk sahabat gue kak Fero, yang udah gue anggap kakak sendiri Vik, mungkin dia fikir gue dibayar sama cowok, biar mau disentuh-sentuh." kata Chika.


“ Yaudah sekarang kita istirahat aja ya, Arga cuma salah paham, udah gak usah difikirin." kata Vivi, dan mereka berdua memutuskan tidur.


Pagi hari.


Karna Bu Risma dan Bagas sedang pergi kerumah neneknya Bagas, Chika dan Vivi yang memasak untuk pagi ini.

__ADS_1


“ Huek, Huek......" suara Chika tiba-tiba ingin muntah.


“ Chika Lo gak papa." kata Vivi khawatir.


“ Mungkin dia hamil, setelah melayani banyak cowok." kata Arga dengan santainya.


“ Arga Lo tuh apa-apaan sih, Chika lagi sakit juga, dan kalo gak tau apa-apa tuh gak usah main tuduh Chika yang enggak-enggak." kata Vivi.


“ Gue gak papa kok Vik." kata Chika.


“ Sayang tolong kamu antar Chika ke dokter, aku gak mau kalo Chika sampai kenapa-kenapa." Kata Vivi.


“ Kan ada Arga, lagian yang ajakin Chika juga Arga, Arga juga bilang sama nyokapnya kalo dia bakalan jagain Chika, dan dia harus tepatin donk." kata Refan melirik Arga.


“Ar buruan anterin Chika ke dokter." kata Vivi.


“ Gak usah Vik, ini paling juga masuk angin." Kata Chika.


“ Tinggal Bali tes pek aja kan." kata Arga


“ Arga, Lo nih bener-bener ya, lagian gak mungkin Chika hamil, orang dia sekarang lagi datang bulan, aneh banget sih Lo, buruan anterin Chika." kata Vivi mulai kesal dengan Arga yang bicara seenaknya.


“ Yaudah buruan." kata Arga


“ Sana Chik biar dianter Arga ke dokter." kata Vivi.

__ADS_1


__ADS_2