Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Asal usul Chika


__ADS_3

“Chika Lo mau kemana?" tanya Imelda melihat Chika menaiki taksi.


“ Gue mau balik Mel, Yaudah jalan pak." kata Chika.


“ Chika, tunggu Chik." kata Imelda tapi taksi yang dinaiki Chika udah jalan.


“ Chika kemana Mel?" tanya Dimas sudah meniki motor nya.


“ Chika balik dim, yuk kita susul, gue nggak mau terjadi apa-apa sama dia." kata Imelda.


Dirumah Arga.


“ Loh Chika kenapa nangis sayang?" tanya Bu Winda yang melihat Chika pulang dalam keadaan menangis.


“ Chika nggak papa kok Tan, Chika kangen aja sama papa." kata Chika


“ Yaudah besok kita jengukin papa kamu ya, udah nggak usah nangis lagi." kata Bu Winda tapi Chika masih tetap menangis sambil memeluk Bu Winda.


“ Nih anak beneran magis karna kangen sama papanya atau nangis kenapa ya, kok kaya bener-bener sedih banget." Batin Bu Winda


“ Kamu beneran nggak papa Chika?" tanya Bu Winda.


“ Chika salah Tan, kenapa Chika harus sayang sama Arga? kenapa Tan? kalo tau bakal gini harusnya Chika jangan jatuh cinta sama Arga, Chika cewek yang bodoh, mana ada cowok yang mau sama Chika, apalagi berkhayal bakal bisa jadi pacar seorang Arga yang bisa dibilang cowok yang sempurna." kata Chika masih memeluk Bu Winda sambil menangis.

__ADS_1


“ Sebenernya apa yang sudah terjadi sayang? Arga ngapain kamu?" kata Bu Winda.


Dimas dan Imelda datang, melihat Chika sedang memeluk Bu Winda sambil menangis, membuat Imelda tambah tidak tega, karna selama ini mereka berdua tau, gimana keadaan Chika.


“ Sebenernya apa yang sudah terjadi Dimas? Imel?" tanya Bu Winda.


“ Udah ya Chika jangan nangis." kata Imelda memeluk Chika.


“ Ajak Chika ke kamar aja nak, biar Chika istirahat aja dulu." kata Bu Winda.


“ Iya tan." jawab Imelda, dan kemudian Imel mengajak Chika ke kamar Chika.


Sekarang hanya ada Dimas dan Bu Winda.


Dimas menceritakan semua yang sudah terjadi kepada Bu Winda.


“ Arga keterlaluan, kenapa dia bisa sejahat itu sama Chika? kalo memang dia cuma mau permainin Chika, nggak usah kasih harapan ke Chika." kata Bu Winda.


“ Dimas juga heran sama Arga Tan, padahal Chika cewek yang baik, kenapa dia harus balik sama Vita, setelah apa yang di lakuin Vita di masa lalu." kata Dimas.


“ Biar nanti Tante yang nasehatin Arga dim." kata Bu Winda.


“ Percuma Tan, Arga nggak mau dengerin, tadi Dimas juga udah nasehatin, malah Arga nggak terima, dia malah marah-marah." kata Dimas.

__ADS_1


Arga pulang, dia seperti tidak mempunyai salah ap pun. Arga hendak menyapa Dimas tapi Dimas langsung membuang muka.


“ Dari mana aja kamu Arga?" tanya Bu Winda.


“ Dari cafe ma." kata Bu Winda.


“ Kamu apa kan Chika?" tanya Bu Winda.


“ Udah lah ma, Arga capek, mama selalu maksa Arga buat perlakuin Chik sesuai perintah mama, kalo nggak mama bakalan ngancem Arga yang enggak-enggak, Arga capek ma." kata Arga dan langsung mendapat tamparan dari Bu Winda.


plaaakkk....


“ Cukup Arga, kalo memang kamu nggak mau bilang, tapi kamu bener-bener kelewatan, kamu nggak inget kalo Chika udah pernah selamatkan mama? dan selama ini juga dia selalu bantuin kamu kan." kata Bu Winda.


“ Terserah mama mau bilang apa, biarin Arga dengan pilihan Arga sendiri ma." kata Arga.


“ Dan mama juga akan biarin kamu nanti menyesal karna udah giniin Chika." kata Bu Winda.


Arga malah pergi ke kamarnya.


Saat hendak masuk ke kamar, Arga berpapasan dengan Imelda.


“ Gue kecewa sama Lo Ar, gue kira Lo cowok yang baik, dan bisa bahagiakan Chika, asal Lo tau aja, Hidup Chika udah penuh penderitaan karna keluarganya, dan sekarang Lo malah gini, inget karma itu ada Ar." kata Imelda kemudian pergi.

__ADS_1


“ Oh ya gue jadi inget, sebenernya siapa sih Chika? dari mana asalnya? dan siapa keluarganya?" tanya Arga.


__ADS_2