Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Trauma


__ADS_3

Hari ini Chika sudah diperbolehkan pulang. Dirumah, Chika sudah disambut teman-temannya, dan Chika juga dijemput Erlangga. Dan rencananya besok Arga dan yang lain mau balik ke Jakarta, karna memang masalah yang selama ini mereka selidiki sudah tuntas. Dan Bu Winda juga sudah balik ke Jakarta dari kemarin.


“ Selamat datang Chik, gue seneng banget Lo udah boleh pulang ke rumah." kata Vivi.


“ Yaudah ngobrolnya di dalem aja yuk, biar sekalian Chika bisa istirahat." kata Erlangga.


Semua masuk ke dalam rumah.


Semuanya masuk ke dalam kamar Chika, mereka menemani Chika, karna pak Heru sedang ada kerjaan di kantor.


“ Oh ya Chik, gue udah masak tadi sama Vivi, nih cobain donk masakan gue." kata Imelda.


“ Iya mana sini biar gue cobain." kata Chika.


“ Gimana Chik?" tanya Imelda.


“ Enak kok Mel, dan udah cocok banget buat jadi istrinya Dimas, ya kan dim?" kata Chika.


“ Iya Chik, lagi proses meluluhkan orang tuanya Imel." kata Dimas.

__ADS_1


“ Emang orang tua gue apaan dim, kok pake diluluhin segala." kata Imelda.


“ Ya kan biar keliatan baik dulu didepan Camer." kata Dimas.


“ Semangat dim, gue dukung Lo." kata Chika.


Setelah mengantar Chika pulang, Erlangga langsung pergi karna masih ada kerjaan.


“ Yaudah yuk makan dulu, gue udah pengen cobain masakan calon istri gue, yuk sayang." kata Dimas.


“ Yaudah yuk dim, Vi, Fan, Arga Lo disini dulu ya temenin Chika, ntar gantian." kata Vivi.


“ Udah nggak usah tapi-tapian, gue udah laper, temenin Chika bentar." kata Dimas.


“ Argak..." panggil Chika kepada Arga yang masih tetap berdiri.


“ Iya kenapa Chik?" tanya Arga.


“ Kok Lo dari tadi diem aja, kenapa? Lo sakit ya?" tanya Chika.

__ADS_1


“ enggak Chik, gue nggak papa, Lo serius mau lanjutin kuliah di Bandung?" tanya Arga.


“ Oh jadi itu yang bikin Lo dari tadi diem aja?" kata Chika.


“ Rasanya susah banget buat biarin Lo balik lagi ke Bandung, gue bakalan kangen sama sosok Lo yang selalu nasehatin gue dan sosok Lo yang beda dari cewek lain Chik, gue sayang sama Lo." kata Arga duduk disamping Chik sambil menunduk.


“ Arga dengerin gue, Gue nggak kemana-mana Ar, gue cuma mau di tempat asal gue ar, dan kita juga masih bisa ketemu, kita masih bisa komunikasi lewat telfon kan, jadi gue masih tetep ada di sisi Lo, gue janji gue bakalan nungguin Lo sampai Lo sukses nanti, dan untuk saat ini juga gue nggak mau pacaran atau berkomitmen sama orang lain dulu Ar, dan kalo kita jodoh pasti kita bakalan ketemu lagi kok." kata Chika.


“ Lo serius Chik? kalo suatu saat gue udah sukses tapi Lo malah cowok lain gimana?" kata Arga.


“ Itu mungkin yang dinamakan takdir Ar, dan percaya sama gue, tuhan itu selalu memberikan yang terbaik buat hambanya Ar, jadi tetep semangat nggak usah mikirin yang belum terjadi, Lo cuma boleh mikirin gimana caranya Lo bisa sukses bisa banggain Tante Winda." kata Chika.


“ Gue ngerti maksud Lo Chik, usia kita juga udah nggak kaya anak ABG lagi, dan pastinya Lo juga nggak mau main-main soal berhubungan sama orang, Gue juga pengen gitu Chik, Tapi gue rasanya takut banget kehilangan Lo Chik, gue takut Lo sama orang lain." kata Arga.


Chika pun memeluk Arga.


“ Gue juga pernah ngerasain itu Ar, tapi Lo juga tau sendiri kan gimana kita dulu, ada sesuatu yang bikin gue trauma Ar, dan sekarang gue nggak ngerti gimana perasaan gue Ar, gue juga ngerasain hal yang sama seperti Lo, gue takut kehilangan Lo, tapi mungkin dengan cara ini gue bisa singkirkan rasa trauma gue, gue harap Lo bisa ngerti, jujur gue juga masih pengen bareng-bareng sama Lo, tapi sekarang situasinya udah beda." kata Chika.


“ Gue bakalan coba Chik, gue bakalan fokus dulu sama masa depan gue, dan gue berharap nanti kita bisa ketemu lagi kalo kita udah sama-sama sukses." kata Arga mempererat pelukannya kepada Chika

__ADS_1


__ADS_2