Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Bisa jawab


__ADS_3

Orang itu dan sopirnya turun dan pasrah. setelah Erlangga hendak mendekati mereka berdua, tapi salah satu orang itu langsung menembak Erlangga dengan pistol.


Erlangga langsung tergeletak, dan dua orang itu hendak kabur, tapi kaki mereka langsung ditembak teman Erlangga yang tadi mengepung dirumah Pelaku tersebut.


“ Sekarang kalian bawa mereka ke kantor polisi, dan biar pak Erlangga kita berdua yang urus." kata teman Erlangga yang tadi naik motor bersama.


“ Pak Erlangga bertahan ya pak, kita akan ke rumah sakit." kata Teman Erlangga.


“ Iya pak, pak Erlangga pasti bisa bertahan." kata Teman yang satunya.


Kemudian mereka berdua membawa Erlangga ke rumah sakit menggunakan mobil pelaku tadi. Dan teman Erlangga juga menghubungi pappnya Erlangga.


Tak lama kemudian pak Davit datang.


“ Dimana anak saya?" tanya Pak Davit.


“ Lagi ditangani dokter pak." kata Teman Erlangga.


“ Erlangga-erlangga..., kenapa sih kamu harus sampai gini, kamu anak papa satu-satunya dan kamu harta papa yang paling berharga." kata Pak Davit terlihat khawatir.


“ Om davit, gimana keadaan Erlangga om?" tanya Chika yang baru datang sambil berlari.


“ Erlangga masih ditangani dokter di dalam Chika." kata Pak Davit.


“ Kenapa Erlangga bisa ke tembak om, pak kenapa Erlangga bisa gini?" tanya Chika kepada pak Davit dan teman Erlangga.

__ADS_1


“ Tadi kami masih menyelesaikan tugas dari kantor mbak, dan saat kita ingin menangkap pelakunya, tiba-tiba salah satu pelakunya ada yang membawa pistol, dan pelaku itu menembak pak Erlangga mbak." kata Teman Erlangga.


“ Kenapa mereka jahat banget sih..." kata Chika sambil terus nangis.


Dokter pun keluar dari UGD.


“ Gimana keadaan anak saya dok?" tanya Pak Davit.


“ Kondisi pasien saat ini sangat kritis pak, tapi kita sudah mengeluarkan peluru dari dalam perut pak Erlangga pak, tapi pak Erlangga saat ini masih koma." kata Dokter.


“ Tapi Erlangga nggak papa kan dok, habis ini Erlangga bakalan sadar kan dok, dok tolong jawab saya dok." kata Chika.


“ Kalo tentang itu saya kurang tau buk, karna memang kondisi pak Erlangga sangat menghawatirkan, dan yang bisa kita lakukan sekarang hanya berdoa supaya pak Erlangga bisa terbangun dari koma nya." kata Dokter.


Mendengar perkataan dokter, Chika semakin menangis, dia nggak mau kehilangan Erlangga. Dia melihat Erlangga dari depan pintu kaca, terlihat banyak alat yang terpasang di badan Erlangga.


Sudah dua hari Erlangga belum juga sadar. Chika selalu datang ke rumah sakit setiap hari. dan hari ini hari ke tiga Erlangga belum sadar juga.


Chika datang pagi hari untuk menjenguk Arga, tapi keadaanya masih sama.


“ Ngga Lo kok nyaman banget sih tidurnya? emang Lo nggak kangen sama gue? Lo sebenernya serius nggak sih sama gue? kalo Lo emang serius, Lo bangun donk ngga, gue mohon bangun ngga! emang Lo mau nggak pengen denger jawaban gue?" kata Chika sambil menangis dan tiba-tiba jari Erlangga bergerak.


“ Ngga Lo sadar? dokter... dokter." panggil Chika karna Erlangga tersadar.


“ Biar saya periksa dulu ya mbak." kata Dokter.

__ADS_1


Setelah dokter memeriksa, kemudian dokter keluar. Chika langsung memeluk Erlangga.


“ Ngga kenapa Lo dari kemaren nggak sadar-sadar? padahal gue kan udah nungguin Lo tiap hari ke sini." kata Chika.


“ Sekarang gue udah sadar kan Chik, Lo nggak perlu khawatirin gue lagi." kata Erlangga.


“ Perut Lo masih sakit ngga?" tanya Chika.


“ Masih Chik." kata Erlangga.


“ Yaudah Lo istirahat aja dulu, atau Lo mau makan? Lo pasti laper karna nggak sadar selam tiga hari." kata Chika


“ Jadi gue nggak sadar selama tiga hari ya Chik, tapi gue ngerasa ya kaya baru tidur biasa." kata Erlangga.


“ Lo nih abis kena tembak, terus sekarang dirumah sakit, karna Lo nggak sadar-sadar." kata Chika.


“ Ya bagus donk." kata Erlangga.


“ Kok bagus sih, kena tembak malah seneng aneh banget." kata Chika.


“ Ya seneng kalo yang nembak Lo, hehehe." kata Erlangga.


“ Apaan sih nggak lucu tau." kata Chika.


“ Oh ya pas gue lagi koma, gue denger ada yang mau kasih gue jawaban, serius nggak tuh." kata Erlangga.

__ADS_1


Tapi Chika tetap diam.


“ Kenapa mukanya berubah gitu? tenang aja gue cuma becanda kok Chik, lagian gue bakalan nungguin sampe Lo udah bisa jawab kok." kata Erlangga


__ADS_2