
“ Jadinya mau kemana?" tanya Arga.
“ Kan gue udah bilang, terserah Lo aja." kata Chika.
“ Ke Cafe gue aja yuk, nonton balapan." kata Arga.
“ Yaudah boleh, tapi Lo cuma nonton ya, nggak usah ikut balapan." kata Chika.
“ Iya bawel banget sih Lo Chik." kata Arga.
Dicafe.
“ Hay broo..." Sapa Refan.
“ Hey, kalian udah dari tadi?" tanya Arga.
“ Iya, Lo dari mana aja, kok tumben ajak Chika." kata Dimas.
“ Gak tau dia selalu ngikutin." kata Arga.
“ Apaan sih, orang Lo yang ngajakin." kata Chika.
“ Yaudah deh iya-iya, oh ya nggak ikut balapan?" tanya Arga.
“ Nanti aja, biasalah kaya difilm-film gitu, pendekar datangnya terakhiran." kata Dimas.
“ Pendekar dari jaman apaan?" kata Adam.
“ Jaman balapan masih pake kuda, Hahahah." kata Refan.
__ADS_1
“ Bener-bener tuh." kata Arga.
Saat mereka sedang ngobrol, tiba-tiba ada salah satu anggota geng motornya Arga, geng motor Fairuz datang sambil lari-lari.
“ Ada apa? kok Lo lari-lari gini?" tanya Refan.
“ Geng motor yang kemarin nyerang kita lagi." kata Reno anak geng motor Fairuz.
“ Serius?" tanya Arga.
“ Gue serius Ar, yang lain lagi berantem di sana." kata Reno menunjuk tempat balapan.
“ Yaudah Lo masuk ke dalam aja Chik, nih kuncinya, biar gue kesana dulu." kata Arga.
“ Lo mau ngapain Ar?" tanya Chika.
“ Arga Lo mau ngapain Ar? Arga nggak usah pergi Ar, Ar..." panggil Chika.
Chika mengikuti omongan Arga, dia masuk ke kamar pribadi Arga yang ada di dalam Cafe bagian belakang.
“ Arga mau ngapain ya, semoga dia baik-baik aja." kata Chika mondar-mandir di dalam kamar.
“ Kok sampe sekarang dia belum balik juga." kata Chika melihat jam sudah semakin larut.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka.
“ Arga? Lo dari mana aja Ar? Lo nggak papa kan?" tanya Chika.
“ Gue nggak papa kok Chik, Lo nggak usah khawatir." kata Arga duduk di tepi ranjang.
__ADS_1
“ Tapi muka Lo memar gitu, pasti sakit." kata Chika.
“ Gue nggak papa kok Chik, oh ya malam ini kita tidur disini dulu ya, gue nggak mau mama liat gue babak-belur gini." kata Arga.
“ Yaudah biar gue obatin dulu." kata Chika.
Chika membawa kotak obat.
“ Sini biar gue obatin, sebenernya apa sih yang udah terjadi, sampe-sampe Lo babak belur gini." kata Chika.
“ Geng kemarin yang buat rusuh waktu Fino dan geng nya disini itu datang lagi ke sini." kata Arga.
“ Terus ngapain mereka tiba-tiba buat ulah gitu?" tanya Chika sambil mengompres luka Arga.
“ Anak-anak Fairuz bilang, mereka mengajak taruhan, tadi waktu balapan anak Fairuz dan salah satu anggota geng motor itu balapan, dan siapa yang menang akan jadi penguasa di daerah sini." kata Arga.
“ Terus siapa Yanga menang?" tanya Chika.
“ Anak Fairuz, tapi mereka nggak terima kalo mereka kalah, dan akhirnya mereka nyerang gitu aja." kata Arga.
“ Gue jadi khawatir sama Lo Ar, kalo mereka tiba-tiba Dateng lagi gimana? itu masih mending kalo mereka datang nya ke sini, otomatis kan geng motor Fairuz disini bareng-bareng, kalo pas Lo lagi sendirian terus mereka ngapa-ngapain Lo gimana?" kata Chika terlihat Khawatir.
“ Lo nggak usah khawatir, gue bisa jaga diri kok." kata Arga.
“ Lagian udah lah Lo nggak usah ikut geng motor kaya gitu, nanti kalo mereka datang, terus kalian tawuran, terus ada polisi Dateng gimana?" tanya Chika.
“ Kawasan sini jauh dari jalan raya, tenang aja Chik." kata Arga.
“ Yaudah terserah Lo lah, susah banget sih di kasih tau, nih obatin sendiri, gue mau istirahat." kata Chika kemudian berbaring di atas kasur.
__ADS_1