
Chika membantu bibi memasak di dapur.
“ Bibi Chika bantuin ya." kata Chika.
“ Nggak usah mbak, biar bibi aja yang masak." kata Bibi.
“ Nggak papa bik, sekalian pengen belajar masak kue balok kesukaannya Erlangga." kata Chika
“ Mbak Chika ini pacarnya mas Erlangga ya mbak?" tanya Bibi.
“ Bukan bik, kita cuma temen, lagian Erlangga juga nggak mau pacaran kan." kata Chika.
“ Oh Brati temen tapi Deket gitu ya mbak, rasanya bibi jadi pengen muda lagi deh kalo liat kalian berdua." kata Bibi.
“ Ah bibi bisa aja." kata Chika.
Setelah menunggu kuenya matang, Chika melihat Erlangga ke kamarnya. Dan saat Chika masuk ke kamar Erlangga, dia melihat Erlangga sedang mengigau sambil menyebut-nyebut mamanya.
“ Ma...jangan tinggalin Erlangga ma, Erlangga nggak mau kehilangan mama, ma tungguin Erlangga ma, mama, mama..." kata Erlangga mengigau.
Chika langsung menghampiri Erlangga dan membangunkan Erlangga.
“ Ngga bangun ngga... Erlangga bangun." kata Chika menepuk pelan pipi Erlangga, tapi ternyata badan Erlangga panas lagi.
__ADS_1
Chika langsung pergi ke dapur untuk mengambil air untuk mengompres Erlangga.
“ Lo nih ya ngga, katanya udah nggak papa, tapi kenapa sekarang malah panas lagi gini." kata Chika sambil mengompres Erlangga.
“ Gimana mbak?" tanya Bibi.
“ Badannya masih hangat bik." kata Chika.
“ Apa biar saya telfon pak Davit ya mbak?" tanya bibi.
“ Nggak usah bik, nanti malah ganggu pak Davit lagi, biarin dikompres dulu aja bik, kalo emang suhu badannya nggak turun-turun, kita bawa ke rumah sakit aja atau panggil dokter." kata Chika.
“ Yasudah kalo gitu mbak." kata Bibi.
“ Chika..." kata Erlangga.
“ Gimana Lo masih pusing atau gimana?" tanya Chika.
“ Gue udah nggak papa Chik." kata Erlangga.
“ Tadi Lo demam lagi sama mengigau sambil sebut-sebut mama Lo." kata Chika.
“ Tapi sekarang gue udah nggak papa kok Chik." kata Erlangga.
__ADS_1
“ Yaudah kompres nya udah aja ya, biar gue bawa ke belakang dulu airnya." kata Chika
“ Iya Chik." kata Erlangga.
Malam Hari.
“ Gue balik dulu ya ngga, baik-baik dirumah, istirahat yang cukup dan Jangan sampe terlat makan." kata Chika.
“ Iya Chik, hati-hati ya udah malem soalnya." kata Erlangga.
Hari ini Erlangga sudah bersiap dengan grupnya yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus kecelakaan yang dialami pak Heru. Erlangga dan pasukannya sudah merancang rencana, kini semua sudah bersiap di posisi masing-masing, dengan instruksi dari Erlangga, semua langsung mengepung rumah saingan bisnis pak Heru yang di duga yang mencelakai pak Heru.
Erlangga mengintruksi teman-temannya untuk langsung masuk ke rumah itu. Erlangga dan dua temannya menunggu didepan rumah. Erlangga bersiap menaiki motor kalau ada yang mau melarikan diri, dan benar saja, hanya ada anak buahnya saja, saingan bisnis pak Heru sudah ada dimobil, dan mobil itu langsung pergi, Erlangga dan dua temannya itu masing-masing menaiki motor dan mengejar orang itu.
“ Berhenti, saya bilang berhenti." kata Erlangga.
Mobil itu semakin mempercepat lajunya.
“ Biar kita saja yang kejar mobil itu pak, pak Erlangga belok ke sana saja, nanti kita kepung agar mereka tidak bisa lolos." kata Salah satu teman Erlangga.
“ Baik kalo gitu." kata Erlangga.
Dan benar saja mobil itu belum sampai, Erlangga menunggu ditengah jalan dan mobil itu pun tiba ditempat itu.
__ADS_1
“ Turun sekarang, saya bilang turun." kata Erlangga dengan nada tinggi.