
Chika.
“ Abis ketemu siapa Chik?" Tanya Arga sok tidak tau.
“ Temen gue." kata Chika.
“ Serius cuma temen, bukan cowok Lo." Kata Arga nyengir.
“ Iya Ar, lagian kenapa juga Lo pengen tau urusan gue." Kata Chika terlihat marah.
“ Siapa juga yang mau tau urusan Lo sama Cowok kemaren itu " kata Arga.
“ Kok Lo tau gue ketemu Faris? Lo ngikutin gue ya Ar?" Kata Chika.
“ Kalo iya emang kenapa? gue liat Lo sama Faris pelukan, gue liat Lo ngobrol sama Faris, dasar murahan" Kata Arga pergi meninggalkan Chika.
“ Arga tunggu gue bisa jelasin, Lo salah paham sama gue." Kata Chika teriak-teriak karna waktu itu tak ada orang dirumah itu.
Arga pergi meninggalkan Chika sendirian dirumah. Chika mendapat pesan dari sahabatnya, yaitu Fero,
Fero
Chika, kata Faris kamu ada di Bandung?
^^^Chika Adhira^^^
^^^Iya kak, Chika lagi dibandung.^^^
Fero
Kenapa selama ini kamu gak pernah pulang, Aku khawatir sama kamu Chik.
^^^Chika Adhira^^^
__ADS_1
^^^Chika lagi pengen tenangin diri Chika dulu kak, Chika belum siap untuk pulang lagi kerumah, apalagi ada nenek lampir yang selalu menghasut papa.^^^
Fero
Yaudah kalo kamu belum siap buat pulang, tapi aku minta kamu jaga diri baik-baik ya Chik
^^^Chika Adhira^^^
^^^iya pasti kak^^^
Fero
oh ya kamu sekarang di daerah mana Chik?
^^^Chika Adhira^^^
^^^Aku di daerah X kak^^^
Fero
^^^Chika Adhira^^^
^^^Yaudah boleh kak, Chika malah kangen banget kak, diantara orang yang Chika tinggalin saat ini, Chika paling kangen sama kak Fero^^^
Fero
Yaudah habis ini aku jemput ya Chik, kamu Sharelook aja.
^^^Chika Adhira^^^
^^^iya kak, Chika tunggu.^^^
Tentang Fero
__ADS_1
Fero adalah sahabat Chika sejak kecil, rumah Chika dan Fero tidak jauh. Fero lebih tua satu tahun dari Chika, sehingga Chika menganggap Fero sebagai kakaknya. Setiap Chika ada masalah, Fero lah tempat yang pertama untuk dia cari, dan bercerita semuanya. Tapi saat Chika pergi dari rumah, sudah berkali-kali Fero menghubungi Chika tapi tak ada balasan.
Fero datang ke rumah Bu Risma, dirumah itu hanya ada Chika. Fero mengajak Chika untuk mencari makan malam sekalian.
“ Aku kangen banget sama kamu Chik." kata Fero.
“ Chika juga kak." kata Chika.
“ Sebenarnya selama ini kamu nih kemana sih Chik." kata Fero.
“ Chika pergi ke Jakarta kak." kata Chika.
“ Ke Jakarta? Pantesan kakak cari kamu disini gak ketemu, terus kamu tinggal dimana Chik, bukannya kamu gak ada saudara di sana?" kata Fero.
“ Chika emang gak ada saudara di sana kak, tapi untungnya Chika bertemu dengan seseorang yang baik banget sama Chika kak, dia namanya Bu Winda, dan dia mencari Chika bekerja dirumahnya jadi pembantu." kata Chika menjelaskan.
“ Apa? Jadi pembantu? Chika kamu ini gimana sih, pergi ninggalin Rumah yang besar banget, perusahaan papa kamu juga banyak, kenapa kamu milih jadi pembantu." kata Fero tak habis fikir.
“ Chika cuma udah capek sama suasana rumah yang selalu menyalahkan Chika kalo setiap ada masalah kak, Chika juga mau buktiin kalo Omongan nenek lampir itu salah, Chika juga bisa hidup mandiri tanpa mereka semua." kata Chika.
“ Siapa nenek lampir?" Tanya Fero bingung.
“ Siapa lagi kalo bukan nyokap tiri aku kak." Kata Chika.
“ Terus rencana kamu selanjutnya apa?" tanya Fero.
“ Aku bakalan kerja sama kuliah kak, walaupun di kampus yang gak sebagus kampus aku dulu." kata Chika.
“ Tapi papa kamu gimana? Dia selalu nyariin kamu Chik, dia selalu menyuruh kakak untuk kamu." Kata Fero.
“ Bilang aja sama Papa kalo aku gak papa kak, aku cuma mau tenangin diri dulu, tapi gak dirumah." Kata Chika.
“ Yaudah kalo itu mau kamu, kakak bakalan selalu ada buat kamu, tapi kamu harus balas Chat aku kalo aku ngecat kamu." kata Fero.
__ADS_1
“ Iya kak, maaf ya kemaren-kemaren gak pernah balas Chat kak, aku cuma mau tenangin diri dulu kak." kata Chika.