
Dijakarta.
Arga sampai ke rumahnya, dia ingin istirahat tapi Vita mengajak ketemu.
“ Kamu dari mana aja sih Ar, kok tadi aku telfon nggak diangkat?" tanya Vita.
“ Kan aku udah bilang, kali aku sama mama di Bandung nganterin Chika." kata Arga.
“ Ke Bandung? kenapa nggak Chika balik sendiri aja sih." kata Vita.
“ Ya kan mama yang nyuruh vit, lagian kasian juga kan kalo Chika balik ke Bandung sendirian." kata Arga.
“ Kenapa mesti kasian sih Ar, kan dia udah gede ngapain mesti dianterin segala, atau jangan-jangan kamu masih suka sama dia?" kata Vita.
“ Apaan sih vit, kok jadi nuduh yang enggak-enggak gitu, lagian dia cewek vit, masak iya aku tega liat dia ke Bandung sendiri." kata Arga.
“ Lagian cewek tampang preman kaya dia pasti bisa jaga diri kan?" kata Vita.
“ Gue ngerasa kok Vita udah nggak kaya dulu lagi sih, dulu dia bener-bener peduli banget sama orang lain, udah gitu juga nggak pernah marah-marah gini, " Batin arga
“ Yaudah lah nggak usah bahas itu, sebenernya kamu mau ngapain minta ketemu." kata Arga.
__ADS_1
“ Aku pengen kamu temenin aku shopping Arga, tapi aku nggak punya uang." kata Vita.
“ Terus kalo nggak punya uang nggak usah shopping kali Vit." kata Arga.
“ Bayarin pake uang kamu ya, aku pengen beli baju." Kata Vita
“ Aneh banget, sebelumnya Vita nggak pernah minta beliin sesuatu sama gue sampe segininya, kenapa sekarang kesannya jadi matre sih Vita. Batin Arga.
“ Yaudah yuk." kata Arga.
Setelah mengantar Vita belanja, Arga mengantar Vita pulang ke rumahnya, tapi rumah Vita bukan rumah yang dulu. Setelah mengantar Vita Arga kembali ke rumahnya.
“ Kamu dari mana aja Ar, bukannya istirahat habis perjalanan jauh, malah keluyuran." kata Bu Winda.
“ Belanja apa?" tanya Bu Winda.
“ biasalah cewek ma, baju, sepatu, sama kebutuhan lainnya." kata Arga.
“ Terus kamu yang bayarin." kata Bu Winda.
“ Iya ma, orang Vita yang minta." kata Arga.
__ADS_1
“Bukannya mama nyuruh kamu pelit ya Ar, Tapi masih pacaran aja udah berani minta kaya gitu, apalagi kalo udah jadi istri kamu, pinter-pinter deh Ar cari calon istri, sebelum nanti kamu nyesel " kata Bu Winda.
“ Iya ma, tapi Arga juga ngerasa aneh sama Vita, dia kok kaya bukan Vita yang Arga kenal ma, dia jadi cemburuan, terus agak matre gitu, bukan dia banget gitu ma." kata Arga.
“ Apa kamu juga nggak ngerasa aneh juga, kok dia tiba-tiba pergi dan tiba-tiba datang, dan pas banget waktu kamu marahan sama Chika, dan munculnya geng motor itu, coba kamu pikirin, kaya mereka itu ada kaitannya, kata udah direncanain gitu." kata Bu Winda.
“ Iya juga ya ma, dan tadi waktu Arga anterin Vita juga rumahnya udah bukan yang dulu lagi ma, kaya lebih kecil gitu." kata Arga.
“ Atau jangan-jangan dia cuma mau manfaatin kami setelah dia nggak punya apa-apa." kata Bu Winda.
“ Arga juga nggak tau ma." kata Arga.
“ Kamu lebih waspada aja, dan jangan sampai kamu menyesal nantinya." kata Bu Winda.
“ iya makasih ma nasehatnya." kata Arga.
“ Oh ya Arga kok mama perhatiin sekarang kamu jarang kumpul sama Dimas sama Refan sih." kata Bu Winda
“ Dimas kayaknya udah benci sama Arga ma." kata Arga.
“ Kenapa?" tanya Bu Winda.
__ADS_1
“ Dari awal Chika itu Deket sama Dimas, dan yang membuat Chika marah sama Arga sampe sekarang itu karna..." kata Arga.