
Akhirnya sampai juga di Bandung.
“ Ini rumah Lo Chik?" tanya Vivi.
“ Iya Vi, yuk masuk." kata Chika.
“ Gede banget rumah Lo Chik." kata Vivi.
“ Oh ya nanti kalian tidur di rumah gue aja, nggak usah tidur di Hotel, lagian masih ada kamar kosong kok." kata Chika
“ Gue udah lama banget nggak ke sini Chik." kata Imelda.
“ Iya Mel, Yaudah makannya yuk masuk." kata Chika.
Chika masuk ke rumah, dan sudah disambut sama papanya karna Chika juga sudah kasih kabar kalo mau pulang Ke Bandung.
“ Papa..." kata Chika langsung memeluk papanya.
“ Papa seneng banget kamu balik ke Bandung, sama temen-temen kamu juga." kata Pak Heru.
“ Oh ya pa, kenalin ini temen-temen aku pa, ini Vivi, ini Dimas, ini Refan, dan ini pastinya papa sudah kenal donk." kata Chika memperkenalkan Teman-temannya.
“ Hai om, Imelda udah lama banget ya nggak ke sini, gimana kabar om Heru?" tanya Imelda.
“ Baik Mel." kata Pak Heru.
“ Yaudah, Sekarang ajak teman-teman kamu buat istirahat, tunjukin kamarnya, kalian pasti capek abis perjalanan jauh." kata Pak Heru.
“ Oh ya mama sama Ifa mana pa?" tanya Chika.
“ Mereka tadi bilangnya mau belanja." kata Pak Heru.
__ADS_1
Belanja aja terus kerjaannya, kalo disuruh urusin papa pada nggak mau" Batin Chika.
“ Yaudah yuk ikut gue guys, biar gue tunjukin kamarnya." kata Chika.
Chika berjalan menuju kamar tamu, semua mengikuti. Chika.
“ Ini ada dua kamar yang kosong, nanti kalian terserah mau buat tidur siapa." kata Chika.
“ Gimana kalo gue sama Vivi." kata Refan.
“ Apaan sih, mentang-mentang udah tunangan main mau tidur bareng aja." kata Dimas.
“ Tau tuh, gimana sih fan, mending Lo tidur aja sendiri disofa sana." kata Arga.
“ Chika gue tidur sama Lo aja ya Chik." kata Vivi.
“ Hahaha, makan tuh tidur bareng fan, vivi nya aja nggak mau." kata Dimas.
“ Iya Mel, Yaudah kalo gitu kan ada dua kamar, silahkan mau buat tidur siapa? yuk Vi, Mel ke kamar gue.".kata Chika.
“ Yuk dim Lo sama gue aja." kata Arga.
” Ayo Ar." kata Dimas.
” Eh gue juga ikut, gue nggak mau tidur sendirian." kata Refan ikut masuk ke kamar.
Chika, Imelda, dan Vivi sedang sibuk memasak, sedangkan Arga Dimas, dan Refan sedang main Game.
“ Aduh-aduh, ini rumah apa kost-kostan sih, rame banget." kata Bu Rere ibu tiri Chika.
“ Tau nih ma, bikin rumah jadi nggak tenang aja." kata Ifa.
__ADS_1
“ Yaudah yuk sayang, mending kita ke kamar, males kumpul sama mereka-mereka ini." kata Bu Rere kemudian pergi.
“ Ih apaan sih, gue juga males kali kali kumpul sama nenek lampir kaya dia." kata Imelda kesal karna sejak dulu ibu tiri Chika selalu melakukan sesuatu seenaknya sendiri.
“ Semuanya maafin mama tiri gue ya." kata Chika.
“ Iya nggak papa Chik." kata Dimas.
“ Ternyata ibu tiri yang jahat itu beneran ada ya." kata Vivi.
“ Oh ya Chik, om Heru mana?" tanya Arga.
“ Papa tadi kayaknya pergi ke kantor Ar." kata Chika.
“ Emangnya udah beneran enakan?" tanya Arga menghampiri Chika ke dapur.
“ Gatau Ar, tapi katanya dirumah bosen, Terus ke kantor, lagian sekalian mau ngecek keadaan di sana gimana, ya walaupun udah ada sekertaris papa yang hendel." kata Chika.
“ Sama persis kaya mama, kalo nggak bener-bener sakit nggak bakalan mau istirahat, kalo udah enakan juga pasti langsung kerja." kata Arga.
“ Ya mungkin itu karna faktor mereka emang pekerjaan keras Ar, jadi kalo diem sebentar aja udah pengennya kerja terus, bawaannya bosen kalo cuma diem aja dirumah." kata Chika.
“ Tapi kadang gue jadi pengen ngerasain gimana rasanya gitu Chik, memulai dari nol dan mempertahankannya, seperti yang dilakukan orang tua kita sekarang." kata Arga.
“ Nanti ada waktunya buat Lo ngerasain itu Ar, dan Lo juga bakalan ngerti apa itu hidup yang sesungguhnya, dimana rasanya pengen bahagiakan orang disekitar kita setelah kita sukses nanti." kata Chika.
“ Gue jadi ngerti maksud omongan Lo waktu itu Chik, kalo emang kita itu harus kejar masa depan kita dulu, biar sukses dan bisa bikin bangga orang disekitar kita." kata Arga.
“ Gue harap suatu saat nanti kita juga bisa sama-sama sukses dan bisa bikin orang tua kita jadi bangga ya Ar." kata Chika.
“ Amin Chik." kata Arga.
__ADS_1