Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Jangan Bergerak


__ADS_3

“ Selamat datang sahabatku...." kata Pak Wira sambil memegangi Chika.


“ Wira? jadi selama ini kamu dalang dibalik masalah ini?" tanya Pak Heru.


“ Benar sekali her." jawab Pak Heru.


“ Kenapa kamu tega sama saya, selama ini saya udah anggap keluarga kamu seperti keluarga saya sendiri." kata Pak Heru.


“ Karna gara-gara bisnis kamu itu, Bisnisku hancur, kamu merusak semua rancangan saya, bisnis kamu berkembang dengan pesat, dan diwaktu itu pula Bisnisku jadi tambah menurun, semua selalu lebih memilih produk dari perusahaan kamu, dan perusahaan ku hampir bangkrut gara-gara kamu, terus kamu bilang kamu sahabat saya? dimana kamu pas saya jatuh? kamu dengan enaknya menikmati keberhasilan kamu tanpa mempedulikan perusahaan ku yang hancur." kata Pak Wira.


“ Kenapa kamu tidak bilang sama saya, maafkan saya, saya benar-benar sibuk wir, dan Tolong maafkan aku kalo memang aku punya salah sama aku, tapi tolong jangan apa-apakan anak aku." kata Pak Heru berlutut.


“ Nggak semudah itu Her, sudah banyak hal-hal yang seharusnya milikku tapi menjadi milikmu, dan sekarang aku ingin melihat gimana kamu menderita kehilangan anak kamu." kata Pak Wira.


“ Kamu boleh minta apapun asalkan lepaskan Chika." kata Pak Heru.

__ADS_1


“ Oke kalo itu mau kamu, aku mau semua harta yang kamu miliki menjadi milikku, mulai dari rumah, tanah, dan semua perusahaan kamu, nanti saya akan lepaskan anak kamu." kata Pak Wira.


Tiba-tiba Polisi datang mengepung sambil mengacungkan pistol. Ternyata polisi itu dipanggil oleh Bu Winda, Vivi dan Imelda. Dan ternyata Bu Rere dan Ifa sudah ditangkap polisi.


“ Jangan bergerak!!!" kata salah satu polisi.


Tapi Pak Wira juga nggak kalah cepat, dia langsung mengambil pistol disakunya, lalu menempelkannya di kepala Chika.


“ Kenapa kamu bawa polisi segala, atau kamu mau anak kamu lenyap ditangan saya?" tanya Pak Wira kepada pak Heru.


“ Aku tidak memanggil polisi Wir." kata Pak Heru.


“ Baik Wir, aku akan memberikan semuanya kepada kamu, tapi tolong jangan apa-apakan Chika." kata Pak Heru mulai membuka tas yang dia bawa yang berisi surat-surat penting.


“ Jangan pa, Chika mohon jangan kasihkan itu ke om Wira, biarin Om Wira mau apakan Chika, asalkan jangan kasihkan itu semua ke om Wira, itu hasil kerja keras papa sama Mama selama ini, Chika mohon pa." kata Chika mulai meneteskan air mata.

__ADS_1


“ Diam kamu, kalo kamu berani bicarain lagi, akan saya lepaskan peluru dari pistol saya, Cepat letakkan surat itu atau kamu mau lihat anak kamu tergeletak tak bernyawa?" kata Pak Wira.


“ Jangan pa, Chika mohon jangan kasihkan itu ke om Wira." kata Chika.


“ Saya bilang diam!!! Cepat letakkan, saya hitung sampai 3 kalo kamu tidak mau menyerahkan itu ke saya, saya akan bunuh anak kamu, 1-2-" kata Pak Wira.


Tiba-tiba Fero langsung menepis tangan Pak Wira, sehingga pistol di tangannya jatuh.


“ Apa yang kamu lakukan Fero?" kata Pak Wira panik.


“ Jangan Bergerak." kata Polisi.


Akhirnya pak Wira pun hanya bisa pasrah, tangannya langsung diborgol polisi. Chika langsung lari memeluk ayahnya.


“ Chika kamu nggak papa?" tanya Fero.

__ADS_1


“ Kamu jahat Kak, kamu tega sama aku." kata Chika.


Chika masih terus berpegangan dengan papanya.


__ADS_2