Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Asisten Hidup


__ADS_3

" Chik, tolong bersihin kamar gue." pinta Arga kepada Chika yang algi bersih-bersih.


" Iya nanti gue bersihin." kata Chika masih sibuk.


" jangan sampe masih ada debu dikamar gue." sambung Arga.


"iya-iya bawel banget sih Lo." kata Chika.


Perut Chika kembali tersa mual dan sakit. Kini kepalanya Juga pusing.


" Lo kenapa sih Chik, ayo Lo pasti kuat." gumam Chika nyemangatin diri.


Chika masih tetap menjalankan prerintah Arga untuk membersihkan kamarnya. Arga yang ada di kamarnya malah duduk santai sambil memainkan gitar tak berfikiran membantu Chika. Chika mulai menyapu lantai dan Arga hanya mengamati sambil main gitar.


" kok kepala gue malah tambah pusing ya.x gumam


Chika.


Tiba-tiba Chika merasa semua benda di sekitarnya sedang berputar, dan akhirnya Chika jatuh tergeletak. Arga yang melihatnya langsung menghampiri Chika.


" eh Chik Lo kenapa, Chik gak usah bercanda, Chik bangun." kata Arga mulai khawatir karena Arga berfikir kalo Chika cuma pura-pura, Arga menggoyang goyangkan badan Chika, tapi Chika masih tidak membuka matanya, Arga pun teriak memanggil bibi karena waktu itu mamanya ladi di kantor.


" biiikkkk..., bibikk, bik." panggil Arga.


" iya kenapa den, astaghfirullah ini non Chika kenapa den." tanya Bibi langsung menghampiri Chika.


" Arga juga gak tau bik." kata Arga bingung.


" yaudah di baringakan di kasur aja den." saran bibi.

__ADS_1


" yaudah bik." kata Arga menggendong Chika. " buk tolong lepasin sendal Chika bik." kata Arga yang masih menggendong Chika."


Chika masih belum sadar. Arga dan Bibi pun panik.


" kok Chika gak sadar-sadar bik." kata Arga.


" Gimana kalau panggil dokter aja den." kata bibi.


" yaudah kalo gitu biar Arga telfon dokter Sandra dulu ya bik, bibik tolong temenin Chika." kata Arga menghubungi Dokter keluarga Bagaskara, yaitu dokter Sandra.


"gimana bik keadaan Chika." kata Arga.


" saya masih mau olesin minyak angin, biar non Chika sadar." kata bibi mengoleskan minyak angin di tanah bibi dan meletakkan di depan hidung Chika. Akhirnya Chika pun siuman.


" Alhamdulillah non Chika udah sadar." kata BiBi tersenyum.


" siapa yang sakit Ar?" tanya dokter Sandra.


" Chika dok, dia ada di kamar saya." kata Arga.


Arga mengantarkan dokter ke kamar Arga.


" biara saya periksa dulu ya." kata dokter Sandra.


" iya dok." sahut Chika dengan suara yang lemas.


Dokter Sandra memeriksa Chika.


" gimana dok keadaan Chika." Tanya Arga kepada dokter Sandra.

__ADS_1


" mbak Chika mempunyai penyakit maag dan mungkin dia pingsan karena dia Belum makan atau makanya terlambat, mbak Chika akan selalu pingsan kalo pola makanya tidak teratur, sekarang saya berikan obat untuk Chika, nanti diminum sesuai aturan yang sudah saya tulis ya." kata Bu dokter.


" iya dok." jawab Chika.


Dokter Sandra pamit undur diri. Arga mengantar dokter Sandra ke depan.


" Arga." panggil dokter Sandra.


" iya kenapa dok." jawab Arga.


" jagain pacar kamu baik- biak ya, jangan sampai dia telat makan apalagi sampai gak makan, itu bakalan berakibat fatal." nasehat dokter.


" Iya dok, tapi Chika bukan pacar Arga." kata Arga.


" masak bukan pacar kamu, kok bisa dia disini, tidur dikamar kamu lagi." kata dokter ledek.


" Chika cuma Asisten rumah tangga di rumah aku dok." kata Arga.


" iya-iya. dijagain ya Chika nya. siapa tau setelah jadi Asisten rumah tangga kamu, abis itu jadi Asisten hidup kamu, hehehe." ledek dokter Sandra.


" apaan sih dok." kata Arga.


" becanda Ar, oh ya mama kamu mana." tanya dokter Sandra.


" mama lagi dikantor dok." kata Arga.


" yaudah kalo gitu saya pamit ya, salam buat mama kamu." kata dokter Sandra.


"iya dok, hati-hati." kata Arga.

__ADS_1


__ADS_2