Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Syukurlah


__ADS_3

“ Hallo om, kenalin saya Arga anaknya almarhum pak Angga, dan ini Chika anaknya om Heru." kata Arga memperkenalkan diri.


“ Oh kalian, kamu yang cari saya, waktu itu saya lagi nggak bisa balik ke rumah Arga." kata Pak Dafit.


“ Iya nggak papa om." kata Arga.


“ oh ya masuk dulu yuk nak, saya juga abis ini mau pergi lagi." kata Paka dafit.


“ iya om." kata Arga.


Arga menjelaskan permasalahan yang selama ini menjadi misteri karna belum terungkap siapa yang sudah berbuat jahat kepada almarhum papanya Arga.


“ Sebenernya saya sudah mau bilang sejak dulu tentang kesalahpahaman ini Arga, tapi memang saya sangat sibuk, saya juga bingung karna setelah papa kamu meninggal, kamu dan ibu kamu udah pindah, dan untuk ketemu papanya Chika, saya selalu meluangkan waktu, tapi memang saya sangat sibuk sekali." kata Pak Dafit.


“ Menurut om Heru, waktu sebelum papa kecelakaan, hanya ada om Heru, papa, om Dafit sama om Wira." kata Arga.


“ Iya memang benar Ar, dan waktu itu saya sudah merekam tindakan jahat yang sudah dibuat Wira kepada papa kamu." kata Pak Dafit.


“ Maksud om Dafit yang bunuh papanya Arga itu om Wira?" tanya Chika nggak percaya.


“ Ya seperti itu kenyataanya nak, saya ada buktinya, sebentar biar saya ambil laptop saya dulu, karna vidionya ada disana." kata Om Dafit.


Pak Dafit mengambil laptop nya dan mengasihkan ke Arga. Tapi tiba-tiba HP pak Dafit bunyi, ternyata pak Dafit harus pergi keluar kota sekarang juga, karna memang ada urusan kerjaan di sana.

__ADS_1


“ Arga ini laptopnya, biar dikamu dulu ya, om harus pergi karna ada kerjaan yang bener-bener nggak bisa ditinggal." kata Om Dafit.


“ Iya om, makasih ya om atas waktunya." kata Arga.


“ Maaf ya Arga, Chika, om harus pergi dulu." kata Pak Dafit kemudian pergi.


Arga membawa laptop itu pergi, Mereka berdua ke Cafe untuk istirahat, sekalian melihat Vidio yang pak Dafit maksud.


“ Loh ini laptopnya ada kata sandinya Ar." kata Chika.


“ Terus gimana Chik?" tanya Arga.


“ Coba tanya sama Om Dafit Ar." kata Chika.


“ Aduh, sia-sia donk kita, udah pegang laptopnya, tapi nggak tau kata sandinya." kata Chika.


“ Terus gimana?" tanya Arga.


“ Ya mau nggak mau, kita harus nunggu om Dafit balik lagi." kata Chika.


“ Aduh bakalan lama banget donk, oh ya baliknya lagi kapan ya om Dafit, harusnya tadi gue nanya sama dia." kata Arga.


“ Gue masih nggak nyangka, yang udah tega celakain bokap Lo itu om Wira Ar, selama ini om Wira itu keliatannya orang yang baik Ar." kata Chika.

__ADS_1


* Pantesan Fero tau, ternyata Bokapnya yang udah bunuh bokap gue." Batin arga.


“ Lo kenapa Ar?" tanya Chika.


“ Nggak papa Chik, emang musuh kita itu pasti berasal dari orang terdekat yang tega lakuin itu semua, orang yang terlihat baik sama kita selama ini." kata Arga.


“ Iya Ar." kata Chika.


“ Chik gue mau nanya sama Lo." kata Arga.


“ Nanya apa Ar?" tanya Chika.


“ Kalo seandainya orang yang selama ini Lo percaya ternyata adalah orang yang pura-pura baik didepan Lo karna memang ada maunya gimana? apa Lo bakalan tetep maafin dia kalo suatu saat Lo tau dia yang sebenarnya?" tanya Arga


“ Kok nanya gitu? emang kenapa?" tanya Chika.


“ Nggak papa Chik, misalnya aja itu terjadi gimana? contohnya Fero, misal dia selama ini baik sama Lo tapi ada maksud dari baiknya dia selama ini ke Lo gitu." kata Arga.


“ Mungkin gue bakalan benci banget sama dia Ar, walaupun sebaik apa pun dia, karna baiknya dia selama ini ada maunya, pasti gue bakalan kecewa banget Ar, dan satu yang gue sesali, kenapa gue bisa percaya sama dia yang selama ini sok baik sama gue." kata Chika.


“ Syukurlah kalo gitu." kata Arga.


“ Apa? kok syukurlah? emang kenapa?" tanya Chika.

__ADS_1


“ nggak papa Chik." kata Arga.


__ADS_2