
“ Kemana tuh anak?" kata Arga setelah balik ke meja.
“ Riska, Riska." panggil Arga kepada karyawan nya.
“ Iya kenapa mas bos." kata Riska.
“ Kamu liat Chika nggak, cewek yang tadi duduk disini." kata Arga.
“ Ceweknya mas bos ya..." kata Riska menggoda bos muda nya itu.
“ Riska saya serius." kata Arga.
“ Segitu takut mbak nya pergi ya mas, mbak nya yang tadi duduk disini lagi ke toilet, tadi tanya sama saya toilet dimana?"kata Riska.
“ Oh yaudah sana balik kerja lagi." kata Arga.
“ Jagain mbak Chika nya mas, ntar diambil yang lain lagi." kata Riska sebelum pergi.
Tak lama kemudian Chika datang.
“ Kalo mau pergi bilang dulu." kata Arga setelah Chika duduk kembali.
“ Ya tadi udah kebelet, masak suruh nunggu Lo balik." kata Chika.
“ Oh ya taruhan kita berlaku sampai besok." kata Arga.
“ Iya-iya, Crewet banget sih jadi cowok" kata Chika.
“ Lo juga." kata Arga.
__ADS_1
“ Eh salah, kalo kata gue Lo tuh banyak omong doang, nggak bisa ambil keputusan." kata Chika.
“ Maksud Lo?" tanya Arga.
“ Lo pasti ngerti, yang harusnya Lo punya satu, tapi Lo pengen dua, dan bodohnya Lo nggak bisa milih." kata Chika menyindir Arga.
“ Apa pilihan yang Lo maksud harus di pilih?" kata Arga yang mulai mengerti dengan omongan Chika.
“ Kalo Lo cowok yang punya pendirian sih harusnya Lo bisa pilih." kata Chika.
“ Kalo seandainya gue pilih salah satu gimana?" tanya Arga penasaran dengan jawaban Chika.
“ Ya seenggaknya Lo bisa pilih salah satu, untuk yang nggak Lo pilih jadi dia udah ada alasan buat lupain semuanya, nggak digantungi gitu aja." kata Chika.
“ Kalo yang nggak gue pilih masih tetep deketin gue gimana?" kata Arga.
“ Itu sih kalo kata gue gak bakalan, cuma yang lakuin itu orang yang gak punya harga diri." kata Chika.
“ Emang Lo ngerti apa yang gue bicarain dari tadi?" kata Chika.
“ Pilihan yang menurut gue susah." kata Arga.
“ Susah ya? lebih susah lagi bertahan tanpa kepastian." kata Chika.
“ Maksudnya?" kata Arga.
“Udahlah lupain gue mau makan." kata Chika.
Saat mereka makan, mereka berdua hanya diam tanpa ada yang mau membuka suara, mereka larut dalam Fikiran masing-masing.
__ADS_1
“ Apa Chika tadi membahas tentang dia dan Bella ." Batin Arga.
“ Tapi apa dia juga suka sama gue, ini yang bikin gue ragu buat milih." Batin Arga.
“ Gue harap Lo bisa ngertiin gue Ar, kalo emang Lo lebih milih Bella, seenggaknya gue jadi punya alasan buat nggak berharap sama Lo lagi, tapi setiap gue udah berencana jatuhin Lo, tapi kenapa Lo malah deketin gue, seakan Lo nggak punya salah apa-apa." Batin Chika saat makan.
Mereka berdua makan sambil melamun Sampai Chika kemudian tersedak saat makan.
“ Ukhuk, Ukhuk." Chika tersedak.
“ Gimana sih Chik, makannya kalo makan jangan sambil bengong." kata Arga memberikan minuman.
“ Nih minum dulu." kata Arga dan Chika meminum minuman itu.
Saat Chika minuman dia memperhatikan wajah Arga yang dekat sekali dengannya.
“ Seandainya Lo pilih gue Ar, betapa bahagianya gue, bisa selalu dapat perhatian Lo, tapi gue sadar Lo milik orang lain." batin Chika.
“ Udah makannya hati-hati ya, biar nggak tersedak kaya tadi." Kata Arga menyadarkan tatapan Chika.
“ Maaf." kata Chika.
“ Lo nggak perlu minta maaf, Lo nggak buat salah apa-apa." kata Arga.
“ Maaf karna udah jatuh cinta sama Lo yang jelas-jelas udah milik orang lain." batin Chika.
“ Yaudah makannya dilanjutin, pelan-pelan ya." kata Arga
“ Iya Ar, makasih
__ADS_1
" akta Chika