
Refan mengikuti balapan, karena memang itu yang mereka tuju dari rumah. Arga duduk diatas motor dipinggir jalan.
Chika yang melihat Arga duduk melamun, langsung menghampiri Arga sambil membawakan Arga air mineral.
“ Gak nonton balapan Ar?" Kata Chika sambil menyorongkan minuman untuk Arga.
“Makasih," kata Arga mengambil minuman.“ enggak, gue lagi gak mood aja." Kata Arga.
“ Nggak mood? Kenapa? Soal tadi Lo kalah balapan sama gue?" Kata Chika menebak.
“ Siapa bilang?" Kata Arga.
“ Tenang aja kali Ar, lagian gue juga menang karna motor Lo tiba-tiba mati, coba kalo motor Lo baik-baik aja, pasti Lo yang menang." Kata Chika menjelaskan.
“ Iya gue tau." Kata Arga.
“ Terus apa yang Lo pikirin sekarang? Lo pasti takut kan gue aduin ke Tante Winda." Kata Chika dan Arga tak menjawab.
“ Sebenernya gue gak tega sih Ar sama Lo, tapi kalo gak gini, Lo bakalan bisa berubah, apalagi mulut Lo yg rese gitu." Batin Chika
“ Lo sendiri ngapain disini." Kata Arga.
“ Tadi sih gue pengen nyamperin Vivi, tapi gue liat Lo lagi ngelamun sendirian dipinggir jalan kaya orang ilang gitu, ya gue samperin aja." Kata Chika.
“ kalo udah disamperin mau apa, mau ngehina gue karna kalah balapan sama Lo?" Kata Arga.
__ADS_1
“ Ya enggak juga sih, lagian Lo gak gue hina aja udah murung gitu, apalagi kalo gue hina beneran? Gue juga lagi malas nonton balapan, rasanya lumayan pusing kepala gue." Kata Chika.
“ Suruh siapa pake acara nyusulin ke sini, kalo Lo sakit lagi gimana?" Tanya Arga.
“ Ya gak papa kan ada Lo." Kata Chika.
“ Apa hubungannya sama gue?" Tanya Arga bingung.
“ Kan kalo ada apa-apa ada Lo yang jagain gue, kalo gue kenapa-kenapa nanti Lo yang dimarahin Tante Winda, heheh." Kata Chika.
“ Hehehe lucu, suka kan Lo kalo gue dimarahin mama?" Kata Arga.
“ Enggak kok Ar gue becanda, lagian kalo gue sakit juga itu kesalahan gue, dan gue harus tanggung sendiri karna gak bisa jaga diri aku sendiri, dan maafin gue ya kalo selama ini gue udah ngrepotin Lo." Kata Chika serius.
“ Banget, Lo bahkan selalu ngrepotin gue, dan gara-gara Lo, gue banyak kena marah sama mama." Kata Arga.
“ Nih anak walaupun kadang ngeselin, tapi kalo udah gini bikin gue jadi gak bisa ngomong apa-apa." Batin Arga.
“ Hemm." Kata Arga.
“ Lo maafin gue kan? Serius gak Ar?" Tanya Chika.
“iya Chikaaaa, udah sana sama Vivi." Kata Arga.
“ Nggak ah, gue pengen ngadem di sini, kepala gue pusing rasanya dari tadi Pancasan." Kata Chika yang masih tetap duduk di dekat warung dipinggir jalan.
__ADS_1
“ Udah makan belum?" Tanya Arga.
“ Belum, beliin makanan donk Ar, gue laper." Kata Chika.
“ Yaudah tunggu sini, biar gue beliin makanan dulu." kata Arga kepada Chika.
“ Yaudah gue tunggu disini, jangan lama-lama Ar." Kata
Arga pergi ke warung didekat tempat tadi Chika dan Arga ngobrol. tak lama kemudian Arga membawa dua nasi kotak untuk dirinya dan Chika.
“ Nih dimakan, bawa obatnya gak?" Tanya Arga.
“ Makasih, gue gak bawa obatnya, lupa, hehehe." Kata Chika.
“ Gak lucu Chika, dibawa gak obatnya." Kata Arga.
“ Enggak Ar lupa." Kata Chika.
“ Lo nih kalo tiba-tiba perut Lo sakit lagi gimana Chika?" Kata Arga.
“ Ya maaf gue gak bawa, gue lupa ar, tapi sekarang gue gak papa kok." Kata Chika meyakinkan Arga.
“ serius Lo gak papa." Kata Arga.
“ Iya tenang aja Ar, gue gak papa kok." Kata Chika.
__ADS_1
“ Yaudah abisin makannya!" Kata Arga.