
“ Jadi waktu itu saya hampir dirampok mas, tapi untungnya ada Chika yang tolongin saya, setelah itu saya tanya ke Chika, kok dia sendirian malem-malem, udah gitu dia waktu itu jalan kaki, terus katanya Chika dia itu dari kampung mau cari kerja ke kota, gitu Critanya mas." kata Bu Winda.
“ Kenapa kamu mau cari kerja Chika?" tanya Pak Heru.
“ Chika pengen mandiri aja pa, selama ini Chika cuma bisa minta sama papa, dan Chika mutusin buat jadi pembantu di rumahnya Tante Winda, Chika fikir kan jadi Chika juga ada tempat tinggal, nggak perlu nyari tempat Kost." kata Chika.
“ Papa nggak pernah direpotkan kamu Chika,kalo kamu minta sama papa, itu udah kewajiban papa buat penuhin kebutuhan anak papa, dan papa juga minta maaf waktu itu papa marahin kamu, sampai kamu pergi dari rumah." kata pak Heru.
“ Bukannya Chika mau belain diri Chika pa, tapi emang waktu itu kartu ATM aku itu yang pegang Ifa, Ifa bilang mau buat bayar uang kuliah disuruh papa, terus Chika kasih aja kan, setelah itu ternyata nggak cuma buat bayar kuliahnya Ifa aja pa, tapi juga buat jalan-jalan sama temennya, belanja-belanja, sama makan-makan, waktu itu juga Chika liat sendiri di mall, pas Chika sama kak Fero, papa bisa tanya sama kak Fero." kata Chika.
“ Iya sayang papa percaya kok sama kamu, ini juga salah papa udah terlalu memanjakan Ifa, belum lama juga ifa minta uang katanya buat bayar kuliah, padahal udah papa kasih awal bulan, tapi katanya udah kepake." kata Pak Heru.
“ Yaudahlah pa, papa nggak usah fikirin Ifa dulu, sekarang papa fokus sama kesembuhan papa aja ya." kata Chika.
__ADS_1
“ Kamu nggak balik win?" tanya Pak Heru.
“ Saya masih pengen disini mas, sekalian bisa sama liburan, saya juga masih pengen temenin kamu." kata Bu Winda.
“ Makasih ya win, selama ini kamu udah jagain Chika." kata Pak Heru.
“ Iya sama-sama mas, lagian Chika juga anaknya baik mas, jujur saya juga pengen Chika tinggal dirumah saya terus, dia selau nemenin saya kalo saya lembur kerjaan kantor kalo dirumah." kata Bu Winda.
“ oh ya pa, Chika juga masih tetep kuliah Lo." kata Chika.
“ Chika kuliahnya dibiayai sama Tante Winda pa." kata Chika.
“ Makasih ya win, Chika jadi ngrepotin kamu." kata pak Heru.
__ADS_1
“ Iya nggak papa mas, saya juga seneng kalo Chika kuliah, jadi Arga juga ada yang nemenin." kata Bu Winda.
“ Dulu kamu ingat nggak waktu Arga masih usia 3 tahun kayaknya, terus istri saya masih hamil Chika, saya sama Angga pernah berencana mau jodohin mereka berdua kalo mereka dewasa nanti, tapi nggak jadi karna kamu sama Angga pindah ke Jakarta dan jarang ngasih kabar." kata Pak Heru.
“ Tapi sekarang udah bisa ketemu lagi kan mas." kata Bu Winda.
“ Iya win, tanpa dijodohkan juga mereka udah Deket sendiri, dan pastinya Angga bakalan bahagia di surga liat mereka bisa bersama." kata Pak Heru.
Chika memaksakan buat tersenyum dengan kata papanya, walaupun sebenarnya dia lagi nggak baik-baik aja sama Arga, dia jadi ingat kejadian waktu dicafe Arga, dia bener-bener pengen nangis, Akhirnya Chika pun keluar.
“ Chika kenapa Win?" tanya Pak Heru.
“ nggak papa kok mas, oh ya Ar sana temenin Chika, siapa tau dia mau ke kantin mau beli makanan." kata Bu Winda.
__ADS_1
“ Iya ma." jawab Arga kemudian keluar