Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Dua wanita


__ADS_3

Malam Hari semua sudah berkumpul dirumah. Mereka berkumpul diruang nonton TV. HP Arga berdering, ternyata ada Telfon dari Ifan.


“ Hallo fan." kata Arga.


“ Gue tadi sudah selidiki Fero, tadi gue liat dia ketemu sama cewek, kalo nggak salah namanya Vita, dan mereka berdua masuk kerumah Fero." kata Ifan.


“ Terus?" tanya Arga.


“ Mereka berdua duduk di teras depan rumah, mereka berdua ngobrol dengan papanya Fero, sepertinya membicarakan hal yang serius, karna mereka gerak geriknya mencurigakan." kata Ifan.


“ Oke makasih bro, tetep pantau dia ya." kata Arga.


“ Iya Ar, kebetulan ada anak geng Georgia yang rumahnya dekat situ, oh ya btw kan rumah Chika juga masih satu komplek sama rumahnya Fero kan Ar?" kata Ifan.


“ Iya fan, tapi nggak memungkinkan banget buat gue atau pun temen-temen gue buat pantau dia langsung, karna dia udah kenal sama gue, dan anak-anak geng Fairuz, oh ya gue juga mau pesen sama Lo, Lo harus hati-hati, jangan sampe Fero tau kalo dia lagi diawasin, karna dia nggak segan-segan buat celakain Lo, karna waktu itu juga gue dikeroyok sama anak geng motor Scorpion." kata Arga.


“ Iya Ar, Lo tenang aja." kata Ifan.


Ifan mematikan telfonnya.


Arga kembali bergabung dengan yang lain, Dia memanggil Dimas dan Refan untuk menceritakan yang barusan disampaikan Ifan.


“ Dim, fan, ke kamar bentar, ada yang mau gue omongin sama kalian." kata Arga.


Mereka bertiga pergi ke kamar.

__ADS_1


“ Mereka sebenarnya lagi ngapain sih, gue rasa belakangan ini mereka bertiga jadi aneh, kaya ada yang disembunyikan." kata Imelda.


“ gue kemaren sempet nanya sama Arga, tapi dia bilang dia bakalan Cerita kalo emang masalahnya udah bener-bener Akurat dan terbukti." kata Chika.


“ Emang lagi nyelidiki apaan Chik?" tanya Vivi


“ Gue juga kurang tau Vi." kata Chika


Dikamar.


“ Gue tadi udah ke rumah om Dafit, temennya papa sama om Heru." kata Arga.


“ Terus Lo dapat bukti apa?" tanya Dimas.


“ Dari awal gue udah ngerasa aneh sama Fero Ar, dari tampangnya itu kaya orang yang penuh dengan rahasia." kata Dimas.


“ Terus on Dafit punya buktinya nggak Ar?" tanya Refan.


” Iya fan, tadi gue kerumah om Dafit, dan om Dafit juga bisa dijadikan saksi nantinya, karna dia liat langsung om Wira udah setting motor bokap gue, dan dia juga sempet rekam itu semua, tapi masalahnya sekarang, vidionya itu ada di laptopnya om Dafit." kata Arga.


“ Ya tinggal pinjem laptop nya aja, nanti dipindah di flashdisk aja kan." kata Dimas.


” Nggak semudah itu dim, tadi om Dafit buru-buru pergi karna ada kerjaan di luar kota, dan gue disuruh bawa aja laptopnya dulu, tapi masalahnya laptopnya itu ada kata sandinya, dan gue nggak tau apa kata sandinya, gue juga nggak minta nomor HP om Dafit juga lagi " kata Arga.


“ Aduh betapa rumitnya masalah ini." kata Refan.

__ADS_1


“ Tapi gue bakalan terus cari tau fan." kata Arga.


“ Terus kita harus nunggu sampe om Dafit balik?" tanya Dimas.


“ Ya kayaknya gitu, oh ya tadi juga gue dapet info dari Ifan, katanya dia liat Fero ketemu sama Vita, dan mereka berdua kaya sedang membicarakan sesuatu yang penting, dan yang bikin gue tambah yakin itu disana juga om Wira juga ikut terkait." kata Arga.


“ Sungguh rencana yang sangat matang." kata Refan.


“ Terus langkah Lo selanjutnya apa Ar?" tanya Dimas.


“ Gue masih nyuruh Ifan dan anak geng Georgia buat selalu ikutin Fero." kata Arga.


Tiba-tiba Ifan menelfon Ifan lagi.


“ Hallo Ar." kata Ifan.


“ Gimana fan?" tanya Arga.


“ Gue masih didepan rumah Fero, sekarang ada yang datang lagi, dua wanita, yang satu udah lumayan tua dan yang satu masih seumuran sama kita.' kata Ifan.


“ Siapa ya? Lo bisa tolong fotoin nggak?" tanya Arga.


“ Iya Ar, bentar ya.... udah gue kirim fotonya Ar." kata Ifan.


“ Thanks bro, tetap pantau terus ya " kata Ifan kemudian Ifan mematikan telfonnya.

__ADS_1


__ADS_2