Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
pangeran


__ADS_3

“ Chika udah jam berapa Chik?" tanya Arga terbangun.


“ Udah jam 6 Ar." kata Chika.


“ Udah pagi ya, gue mau siap-siap berangkat kuliah." kata Arga hendak bangun.


“ Eh Lo lagi nggak enak badan mending Lo istirahat aja Ar." kata Chika melihat Arga yang memegang kepalanya.


“ Tapi kan Chik?" Tanya Arga.


“ Udah Lo istirahat aja, hari ini nggak usah masuk dulu." kata Chika.


“ Yaudah Lo sana siap-siap buat ke kampus aja, gue nggak papa ada bibi." kata Arga.


“ Nyokap Lo udah balik kok Ar, dan sekarang lagi hubungin dokter Sandra, buat periksa Lo." kata Chika.


“ Oh mama udah balik, yaudah kalo gitu sana Lo siap-siap berangkat aja." kata Arga.


Chika ke kamarnya kemudian mandi dan sarapan, setelah itu dia ke kamar Arga karna dia mau pinjam motor Arga, dikamar Arga juga ada Bu Winda dan Dokter Sandra.


“ Hai Chika." sap dokter Sandra.


“ Hai dokter Sandra, gimana kabarnya dok?" tanya Chika.


“ Alhamdulillah baik Chik, kalo lagi nggak baik-baik nggak bakalan sampe ke sini donk Chik." kata Dokter Sandra.


“ Kok tiba-tiba demam kenapa Ar?" tanya Dokter.


“ nggak kenapa-kenapa dok, mungkin demam nya mampir aja." kata Arga.

__ADS_1


“ Kamu tuh suka nya bercanda, tapi nggak mungkin donk tiba-tiba sakit." kata Dokter.


“ Jadi semalem itu Arga sama Chika pergi ke rumah temennya Arga dok, terus pas pulang karna emang agak jauh jadi sampe malem, terus semalem kan hujan jadi kita kehujanan." Kata Chika.


“ Kok kamu nggak papa Chik?" tanya Dokter Sandra.


“ Chika udah kenal dok." kata Arga tersenyum.


“ Ih apaan sih, Chika juga sebenernya nggak kehujanan dok, soalnya dipinjemin Arga jaket, dan jaket nya Arga tuh bisa tahan air." kata Chika.


“ Oh jadi Critanya mau jadi pangeran penyelamatan buat Chika gitu?" Kata dokter menggoda Arga.


“ Pangeran kok lemah, kehujanan dikit aja langsung sakit." kata Bu Winda.


“ Ah mama nggak ngerasain sih, kehujanan dari kota C sampe sini." kata Arga.


“ Siapa suruh mainnya jauh-jauh." kata Bu Winda.


“ Percuma jadi pangeran nya Chika, orang Chika nya aja nggak mau jadi tuan putri nya." kata Arga menyindir Chika.


“ Maksudnya apa nih? dokter kaya ngersa ada yang kasih kode-kode, maksudnya apa Ar?" tanya Dokter.


“ Maksud Arga..." kata Arga.


“Udah- udah bahasanya nanti lagi aja, sekarang dokter kasih obatnya ya jangan lupa diminum, Chika nanti Arga nya diingetin buat makan terus minum obat ya." kata Dokter.


“ Kadang dia mah suka susah kalo disuruh makan Dok, padahal dulu kalo Chika nggak makan dia maksa-maksa biar Chika mau makan." Kata Chika.


“ Nanti kalo nggak mau makan dijewer aja Chika, dulu juga Tante gitu kalo dia susah di atur." kata Bu Winda.

__ADS_1


“ Kalo nangis gimana Tan?"tanya Chika.


“ Biarin ntar juga malu sendiri." kata Bu Winda.


“ Terus aja Chik, awas ya kalo gue udah sembuh." kata Arga.


“ Mau di Apain.?" tanya Chika.


“ Ya ada pokoknya hukuman buat Chika yang udah berani sama gue." kata Arga.


“ Kan Lo bilang mau kasih hukuman kalo Lo udah sembuh, mending sekarang gue pinjem kunci motor Lo aja dulu, ntar baru hukum gue terserah Lo." kata Chika.


“ Mau naik motor sendiri?" tanya Arga.


” Iya emang kenapa?" tanya Chika.


“ Biar gue anterin aja..." kata Arga.


“ Arga, Arga, segitu khawatir nya kamu sama Chika, orang masih lemes gini, kalo malah ntar kenapa-kenapa di jalan giman?" tanya Dokter Sandra.


“ Nggak papa gue berangkat sendiri, yang penting sekarang Lo istirahat biar cepet sembuh." kata Chika


“ Cie perhatian nih ya Chika." kata Dokter.


“ Ya ntar kalo dia sakit Chika nggak ada yang anter jemput Chika ke kampus donk dok, makannya Chika baik-baikin." kata Chika.


“ Kalian berdua ini udah besar tapi masih aja kaya anak kecil." kata Dokter.


“ Iya dok, kadang saya sampe pusing sendiri kalo sampe marahan gitu." kata Bu Winda.

__ADS_1


.


__ADS_2