
“ Karna apa?" tanya Bu Winda.
“ Karna waktu itu Arga sama Dimas taruhan buat dapetin Chika, siapa yang menang bakalan dapet uang 50 juta, yang 30 juta dari yang kalah dan 20 juta dari Refan, karna Refan nggak ikutan taruhan.
“ Jadi kamu jadiin Chika bahan taruhan." kata Bu Winda.
“ Ya karna awalnya Arga fikir cuma sekedar taruhan aja ma, tapi ternyata Arga malah suka sama Chika, dan setelah Arga bilang ke Dimas kalo Arga serius ke Chika, Dimas bakalan ngalah demi Arga dan batalin taruhan ini karna Arga emang beneran sayang sama Chika, tapi Dimas kasih pesan ke Arga, kalo suatu saat Arga nyakitin Chika, Dimas nggak bakalan tinggal diam karna memang sebelum kenal Imelda, Dimas suka sama Chika ma, dan ternyata selama ini Chika selalu Cerita tentang hidupnya sama Dimas, Dimas juga udah tau dari dulu kalo Chika emang pergi dari rumah karna keluarganya." kata Arga.
“ Mama kalo jadi Dimas juga bakalan lakuin hal yang sama Arga, apalagi Chika pernah ada di hati Dimas, dan Dimas juga mau lindungi Chika dari penderitaan yang selama ini Chika rasain." kata Bu Winda.
“ Sebenarnya Arga juga masih ada rasa sama Chika ma, Tapi Arga ketemu sama Vita, cewek yang Arga sayang yang selama ini Arga cari ma." kata Arga.
“ Sekarang semua terserah kamu Arga, nantinya juga yang bakalan jalanin kamu," kata Bu Winda
“ Tapi setelah Arga jadian sama Vita, rasanya tuh Arga ya emang seneng sih ma, tapi rasa sayang Arga ke Vita kaya udah nggak ada gitu ma, apalagi Vita sekarang udah beda nggak kaya dulu lagi." kata Arga
“ Terserah kamu mau sama Chika atau Vita, yang penting perbaiki hubungan persahabatan kamu sama Dimas dan Refan, mama nggak suka kalian musuhan gini, minta maaf sama mereka." kata Bu Winda.
“ Iya ma, nanti Arga bakalan temuin mereka." kata Arga.
“ Mereka ini mau membantu kamu, biar nantinya kamu bahagia." kata Bu Winda.
__ADS_1
“ Iya ma, tapi Arganya yang nggak tau diri, udah dibantu malah seenaknya sendiri." kata Arga.
“ Yaudah kamu istirahat dulu, nanti malam kamu temui Dimas dan Refan." kata Bu Winda.
“ Baik ma." kata Arga.
Arga hendak ke kamarnya, tapi dia melihat kamar yang biasa ditempati Chika, Arga jadi merasa kangen sama Chika.
“ Biasanya kalo Chika lagi dikamarnya, pasti gue gangguin dia." kata Arga.
“ Rasanya baru sehari nggak ada Lo udah sepi aja nih rumah Chik, jadi kangen gue sama Lo yang bawel, nggak bisa diem, suka marah-marah." kata Arga mengingat Chika.
“ Den Arga kangen sama non Chika ya den." kata Bibi tiba-tiba datang.
“ Bibi juga den, biasanya bibi kalo masak pasti dibantuin sama non Chika, rasanya jadi sepi gitu den." kata Bibi.
“ Gimana kalo Arga telfonin Chika aja bik, nanti bibi biar bisa ngobrol sama Chika." kata Arga.
” Iya den, bibi pengen ngobrol sama non Chika." kata Bibi tersenyum.
Arga menelfon Chika. Akhirnya dia angkat sama Chika.
__ADS_1
“ Hallo Chik." kata Arga.
“ Kenapa Ar?" tanya Chika.
“ Bibi mau ngobrol sama Lo nih, katanya kangen sama Lo." kata Arga.
“ Iya kasihin aja HP nya ke bibi." kata Chika.
Kemudian Chika dan bibi pun Ngobrol,
“ Nih den makasih ya." kata Bibi.
“ Udah bik?" tanya Arga.
“ Iya udah den." kata Bibi.
“ Lo belum Tidur Chik?" tanya Arga.
“ Iya belum, masih nemenin papa." kata Chika.
“ Om Heru udah pulang?" tanya Arga.
__ADS_1
“ Iya tadi siang abis Lo pergi Terus dokter datang, katanya papa udah boleh pulang." kata Chika.