Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Mau gak jadi istri gue


__ADS_3

Saat Chika dan Farel sedang mengobrol Bu Winda datang.


“ Chika." panggil Bu Winda.


“ Tante." kata Chika.


“ Loh kamu kok disini?" tanya Bu Winda.


“ Iya tan kan tadi Chika bilang mau ke rumah temen Chika, ini temen Chika Tan." kata Chika.


“ Farel Tante." kata Farel memperkenalkan diri.


“ Saya Winda, oh jadi farel itu anaknya Tias." kata Bu Winda.


“ Iya tan." kata Farel.


“ Oh ya rel Tante Winda ini mamanya Arga." kata Chika.


“ Oh mamanya Arga." kata Farel


“Oh ya Tante kok disini." kata Chika.


“ Iya Chik, kan Mamanya Farel itu temannya Tante, oh ya Tante mau pulang, kamu mau balik sama Tante sekalian apa nanti?" kata Bu Winda.


“ Gimana rel?" tanya Chika


“ Chika nanti biar saya yang antar pulang aja Tan." kata Farel


“ Yaudah kalo gitu Tante pulang dulu ya." kata Bu Winda.


“ Iya tan, hati-hati ya Tan." kata Chika.


“ Farel anaknya sopan banget, ini bisa buat senjata aku buat panas-panasin Arga, biar dia cemburu sama farel." Batin Bu Winda.


Setelah acara selesai Chika dan Farel menghampiri Bu Tias.


“ Mama." panggil Farel


“ Hai sayang, oh ya Chika kamu udah makan belum?" tanya Bu Tias.

__ADS_1


“ Udah kok Tan, tadi diambilin sama Farel." kata Chika.


“Oh ya ma, ini ada kado dari Farel " kata Farel memberikan kotak kecil ke mamanya.


“ Makasih sayang." kata Bu Tias.


“ Buka donk ma." kata Farel.


“ Yaudah mama buka ya, kira-kira isinya apa ya?" kata Bu Tias.


“ Wah bagus banget kalungnya sayang, ini kamu yang pilihin?" tanya Bu Tias.


“ Bukan ma, Chika yang pilihin, karna Farel bingung mau pilih yang gimana." kata Farel.


“ Kirain kamu yang pilihin, kalo udah bisa pilihin perhiasan berarti udah siap pilihin buat calon istrinya donk." kata Bu Winda.


“ Apaan sih ma, lagian calonnya ada belum punya" kata Farel.


“ Kalo nyari gak usah jauh-jauh, yang Deket disini aja" kata Bu Tias.


“ Mama nih ada-ada aja, sini lebih baik biar Farel pakein." kata Farel.


Farel memakaikan kalung ke leher mamanya.


“ Makasih ya rel udah anterin gue balik." kata Chika.


“ Iya sama-sama Chik, yaudah masuk gih sana" kata Farel.


“ Iya rel, Lo juga hati-hati jangan ngebut-ngebut." kata Chika.


“ iya." kata Farel.


Di dalam rumah.


“ Kamu udah balik Chika." kata Bu Winda.


“ iya tan barusan dianterin Farel " kata Chika.


“ Oh ya Farel ternyata anaknya baik ya Chik." kata Bu Winda sengaja mengompori Arga yang sedang ada di situ.

__ADS_1


“ iya tan, baik banget malah." kata Chika.


“ Apaan sih mereka pake muji-muji farel segala, gantengan juga gue."Batin Arga.


Arga masuk ke kamar, Disusul oleh Chika.


“ Arga..." panggil Chika.


“ Kenapa?" tanya Arga.


“ makasih ya udah izinin gue pergi." kata Chika.


“ Emang gue siapa? lagian juga kalo Lo mau pergi juga gak papa, kaya biasanya Lo pergi gitu aja." kata Arga.


“ Majika gue, Makanya gue sekarang udah gak bakalan main pergi-pergi aja." kata Chika.


“ Yaudah kalo Lo tau." kata Arga hendak masuk kamar


“ Arga..." panggil Chika lagi.


“ Apa lagi..."kata Arga.


“ Apa kalo jadi istri Lo harus izin juga kalo mau pergi?" pertanyaan Chika yang membuat Arga tak Bisa menjawab.


“ Maksud Lo?" kata Arga.


” Ya gue jadi pembantu Lo aja harus izin kalo mau pergi, kalo jadi istri Lo bakalan kaya gitu juga kali ya." kata Chika membayangkan.


“ Emang Lo mau jadi istri gue?" tanya Arga.


“ Mau lah, udah Kaya, anak tunggal, dan pastinya gue bakalan bisa shopping tiap hari kalo jadi istri lo" kata Chika ketawa


“ Dasar matre." kata Arga.


“ Ih gue becanda Ar." kata Chika.


“ Udahlah sana tidur, gue mau tidur gak usah gangguin gue." kata Arga.


“ Makasih ya udah mau jadi majikan yang super crewet." kata Chika memeluk Arga dan Arga hanya pasrah

__ADS_1


“ Kalo jadi istri Lo, bisa dipertimbangkan juga kok." kata Chika pergi meninggalkan Arga.


“ Tuh anak bikin gue emosi aja, tapi dia tadi keliatannya yakin banget jawab mau jadi istri gue, ah apa sih Ar, udah gak usah mikir yang enggak-enggak." kata Arga dan kemudian masuk rumah.


__ADS_2