Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
apa sih mau dia


__ADS_3

Arga dan Chika bergabung bersama Dimas dan Refan.


“ Baru keliatan aja Ar." kata Dimas.


“ Iya lagi males ke sini, tapi tadi pelayang cafe bilang ada laporan yang mau mereka berikan ke gue." kata Arga.


“ Oh ya Fan, Vivi nggak ikut." kata Chika.


“ Gak tau, lagi ngambek dia sama gue." kata Refan.


“ Ngambek kenapa?" tanya Chika.


“ Gue juga gak tau Chik, tiba-tiba dia marah sama gue." kata Refan.


“ Oh ya kemaren Farel Dateng nggak?" tanya Arga.


“ Kenapa emangnya?" tanya Dimas.


“ Gue mau tantang dia balapan malam ini, kalo dia Dateng." kata Arga.


“ Serius?" tanya Refan.


“ Iya lah masak gue becanda." kata Arga.


“ Oke kalo gitu gue dukung Lo." kata Refan.


“ Haruslah." jawab Arga.


“ Ntar kita Cari dia buat balapan sama Lo" kata Dimas.

__ADS_1


Dimas dan Refan mencari Farel. Refan bilang ke Farel kalo dia diajakin Arga balapan, dan Farel pun mengiyakan.


“ Jangan lupa sama janji Lo ya Chik." kata Arga mengingatkan taruhannya dengan Chika.


“ Iya.., gue gak lupa kok." kata Chika.


1_2_3


Balapan pun dimulai, mereka terlihat sama-sama jago balapan. Setelah beberapa saat menunggu siapa yang sampai ke garis finis duluan, terlihatlah dari kejauhan sorot lampu motor, dan ternyata yang memenangkan balapan itu adalah Arga, dan Chika pun harus menepati janji nya.


“ Mantap bro..." kata Dimas.


“ Kalo soal balapan, oke farel kalah, tapi kalo soal deketin Chika dia lebih jago dari Lo." kata Refan.


“ Apaan sih fan, lagian mana mungkin Chika mau sama dia." kata Arga tidak terima.


“ Kenapa enggak, farel cowok yang baik, gue liat juga belakangan ini mereka sering berduaan." kata Refan.


“ Gimana Chika..., hebat kan gue, dan gue harap Lo gak lupa sama tugas gue yang seminggu itu ya." kata Arga tersenyum menghampiri Chika.


“ Iya-iya Ar gue gak lupa kok." kata Chika.


“ Yaudah ke cafe gue dulu yuk, Lo belum makan kan?" tanya Arga


“ Belum." kata Chika.


Arga mengajaknya Chika makan di cafenya. Arga menggandeng Chika.


“ Ar gue bisa jalan sendiri." kata Chika hendak melepaskan genggaman tangan Arga tapi Arga malah memperkuat genggaman nya.

__ADS_1


“ Biarin gini, gue nggak mau Lo ilang." kata Arga.


“ Gue kan bukan anak kecil yang harus digandeng kalo lagi jalan." kata Chika.


“ Udah diem jalan aja." kata Arga.


“ Dasar seenaknya aja." kata Chika memancungkan bibirnya.


“ Gue suka kalo liat Chika marah gitu, lucu banget sih Lo Chik, Lo bikin gue nyaman setiap Deket sama Lo." batin Arga memperhatikan Chika.


“ Ngapain liat-liat gue gitu, ntar suka sama gue bau Tara rasa." Kata Chika.


“ Udah dari kemarin-kemarin." kata Arga menjawab.


“ Apa?" tanya Chika.


“ Gue rasa telinga Lo gak sebudeg itu juga." kata Arga.


“ Ya gue pengen Lo ulangin lagi." kata Chika.


“ Kalo gue nggak mau?" tanya Arga .


“ Nggak mau yaudah, lupain aja." kata Chika.


“ Tapi gue yakin Lo denger omongan gue tadi." kata Arga.


“ Ya dikit sih." kata Chika.


“ Yang Lo denger itu bener kok, jadi gak perlu gue ulang lagi." kata Arga meninggalkan Chika.

__ADS_1


“ Duduk dulu, gue mau pesen makanan dulu." kata Arga.


“ Sebenernya apa sih mau tuh anak, kadang dia bilang suka sama gue, dan sekejap langsung jatuhin harapan gue gitu aja." kata Chika bingung dengan sikap Arga yang kadang memperlakukan dia spesial tapi kadang memperlakukan Chika seperti layaknya orang asing.


__ADS_2