Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Tiba-Tiba Aneh


__ADS_3

Bibi menyiapkan makan siang. Mereka semua memulai makan siang.


“ Oh ya Refan, gimana kabar mama kamu, Tante dengar kalo mama kamu lagi sakit." Tanya Bu Winda memecah ke heningan di meja makan.


“ Alhamdulillah mama udah baikan kok Tan, kata dokter mama cuma kecapean." jawab Refan.


“ oh yaudah kalo gitu, kamu harus jagain mama kamu ya, jangan sampai mama kamu kecapean." nasihat Bu Winda.


“ Iya, Tan." jawab Dimas.


“ Oh ya Chik besok kalo mau ke pasar lagi Lo bisa telfon gue ya, ntar gue anterin Lo ke pasar lagi." kata Dimas ke Chika.


“ Iya dim, sebelumnya makasih ya tadi udah anterin gue." kata Chika.


“ ekhemm, lagi makan gak usah ngobrol." Kata Arga.


“ iya-iya tuan rumaahhh..." Jawab Dimas.


Mereka Berdua ( Reran dan Dimas) pulang dan Bu Winda ke kamar. Arga pergi ke kamar. Chika menyusul Arga ke kamar Arga.


“ Ar..." panggil Chika yang melihat pintu kamar Arga terbuka.


“ kenapa Chik?" tanya Arga menoleh ke arah pintu.


“ Gue boleh masuk gak?" tanya Chika.


“Masuk aja." jawab Arga dingin.

__ADS_1


Chika masuk ke kamar Arga, dan duduk ditepi ranjang.


“ Ada apa Lo ke kamar gue, Lo mau Crita Lo tadi pergi sama Dimas ke pasar?" tanya Arga langsung nyambar.


“Nih anak kenapa sih tiba-tiba langsung gitu sama gue, tadi aja baik kenapa sekarang langsung berubah gini lagi, aneh banget sih." batin Chika.


“ Enggak, gue cuma mau bilang makasih aja sama Lo, karna tadi udah obatin tangan gue." Jawab Chika.


“ sama-sama." kata Arga dan langsung pindah posisi yang tadi duduk sekarang tiduran.


“ kenapa sih ni anak, jadi gini lagi, aneh banget, tau ah gue mau ke kamar aja." batin Chika meninggalkan kamar Arga.


Malam hari


Saat makan malam, Arga tidak keluar kamar. Chika memanggil Arga di kamar.


“ Ar, Arga bangun, Lo di suruh makan dulu, Sama nyokap Lo, barusan nyokap Lo telfon gue ." panggil Chika dari depan pintu, tapi Arga tak menjawab.


Akhirnya Chika mencoba membuka pintu kamar Arga, ternyata pintunya tidak dikunci. Chika masuk dan mendapati Arga sedang tiduran di kasur.


“ Ar, argak, bangun dulu Ar, makan dulu." panggil Chika menggoyang tubuh Arga.


Arga hanya diam, dan Chika pun masih terus berusaha membangunkan Arga. Tapi Arga malah mengigau.


“ Pa jangan tinggalin Arga pa, pa jangan pergi pa." kata Arga memanggil-manggil papanya dalam keadaan setengah sadar.


“ Arga." panggil Chika dan Chika memegang jidat Arga yang sangat panas sekali.

__ADS_1


“ Astaghfirullah Ar, badan kamu panas banget, kamu pasti demam ini Ar." kata Chika yang panik dan langsung pergi untuk mengambil air untuk mengompres Arga.


Chika mengompres Arga dengan telaten. Chika memijat tangan Arga. Arga pun terbangun.


“Ngapain Lo disini Chik?" tanya Arga kaget karna Chika di kamarnya.


“ Udah Lo gak usah banyak tanya, biar gue kompres dulu, badan Lo panas banget." kata Chika.


“Mama mana Chik?" tanya Arga


“ Tante Winda tadi bilang sama gue kalo dia hari ini lembur." jawab Chika.


“ Chik gue mau ke kamar mandi." kata Arga.


“ Yaudah yuk gue bantu, hati-hati." jawab Chika membantu Arga berjalan ke kamar mandi.


Arga masuk ke kamar mandi, terdengar dari depan kamar mandi Arga lagi muntah-muntah.


“ Arga Lo gak papa kan?" tanya Chika khawatir, dan akhirnya Arga keluar dari kamar mandi, dengan wajah yang sangat pucat.


“ Ayo gue bantu, hati-hati Ar." kata Chika membantu Arga duduk ditempat tidur.


“ Gue mau minum Chik." kata Arga sambil memejamkan matanya sambil duduk.


“ Ini minumnya." kata Chika sambil membantu Arga minum.


“ Lo harus makan ya, abis itu Lo minum obat, gue ambilin makanan dulu ya." kata Chika langsung pergi mengambil makanan.

__ADS_1


__ADS_2