
Setelah makan malam selesai, Arga mengerjakan tugas.
“ Chik." panggil Arga saat Chika hendak pergi.
“ Kenapa?" tanya Chika.
“ Bantuin gue ngerjain tugas donk." kata Arga dengan nada memohon.
“ Kan itu tugas Lo, kenapa minta bantuan gue?" tanya Chika.
“ Ayolah Chik, lagian juga Lo masih hutang satu kali lagi bantuin gue bikin tugas kan?" kata Arga.
“ Mana biar gue aja yang buat, ntar Lo koreksi lagi." kata Chika.
“ Kenapa? Gue ngerti gue salah Chik, maafin gue lah, ntar Lo boleh minta apa pun deh, asal Lo mau maafin gue, lagian gue juga mau cuma becanda kok" kata Arga.
“ Becanda kata Lo, Lo tuh bikin gue.... udahlah males gue bahasanya." kata Chika hendak pergi.
“ Chika tunggu, gue kan udah minta maaf, coba Lo kasih tau gue, gimana caranya biar Lo mau maafin gue." kata Arga.
“ Tapi becanda Lo itu nggak lucu Ar, oke emang kita pacaran, tapi tau batasannya dikit donk, Lo nggak inget kata nyokap Lo." kata Chika.
“ Iya gue ngerti gue salah Chik, tolong maafin gue ya, gue janji nggak bakalan ulangin lagi." kata Arga.
“ Gue nggak butuh bicara Lo itu Ar, gue cuma butuh bukti." kata Chika.
“ Iya gue serius Chik, gue nggak bakalan ulangin lagi." kata Arga.
“ Oke gue pegang omongan Lo, dan inget awas aja kalo sampe ulangin lagi." kata Chika.
__ADS_1
“ Makasih ya Chik." kata Arga memeluk Chika.
Bu Winda memperhatikan mereka berdua dari kamarnya, Bu Winda bahagia sekali, karna walaupun mereka pacaran, tapi mereka bisa tau batasan untuk mereka.
“ Tante percaya sama kamu Chika, cuma kamu yang bisa merubah Arga menjadi yang lebih baik dari sebelumnya." kata Bu Winda.
“ Yaudah katanya mau minta bantuin ngerjain tugas." kata Chika.
“ Makasih ya Chik." kata Arga.
“ Lagian gue juga masih ada hutang sama Lo kan." kata Chika.
“ Yaudah iya." kata Arga.
Mereka berdua membuat tugas di kamar Arga. Saat mereka sedang mengerjakan tugas, Dimas, Refan, dan Vivi datang.
“ Berduaan aja terus." kata Dimas masuk ke kamar Arga.
“ Orang kita tadi disuruh sama Tante Winda, di suruh langsung ke kamar Lo aja." kata Refan.
“ Ya tapi ketuk pintu dulu kek, atau apa gitu." kata Arga.
“ Biasanya juga nggak ketuk pintu dulu nggak papa," kata Dimas.
“ Mungkin karna lagi sama Chika, jadi nggak pengen ada yang ganggu." kata Vivi.
“ Kalian bertiga nih sama aja." kata Arga.
“ Oh ya Ar, Chik, ini ada undangan buat kalian, datang ya." kata Vivi.
__ADS_1
“ Kalian mau nikah?" tanya Arga.
“ Buru-buru banget sih, orang baru mau tunangan." kata Refan.
“ Kirain mau nikah, tapi kali udah nikah juga kampus nggak larang kan?" tanya Arga.
“ Ya iya sih, tapi apa salahnya nunggu sampe selesai kuliah, kan jadi kalo cari kerja udah nggak susah-susah banget gitu." kata Refan.
“ Dateng ya Chik." kata Vivi.
“ Iya pasti donk Vi." kata Chika.
” Gue nggak di ajakin?" kata Arga melirik Chika.
“ Dateng aja sendiri sana." kata Chika.
“ Kalo gue sendiri, Lo mau sama siapa?" tanya Arga.
“ Ya banyak yang mau nemenin gue Dateng ke acaranya Vivi." kata Chika meledek Arga.
“ Awas aja kalo berani macem-macem." kata Arga.
“ Cewek Lo Dateng sama yang lain baru tau rasa Lo Ar." kata Dimas.
“ Oh ya, kok gue jarang liat Lo sama Imel sih dim? kalian lagi marahan?" tanya Chika.
“ Enggak kok Chik, Imel lagi ngurus berkas buat pindah ke kampus kita." kata Dimas.
“ Imel serius mau pindah?" kata Chika.
__ADS_1
“ Iya katanya, dan kemarin dia juga minta bantuan gue buat ngomong sama bokap ya." kata Dimas.
“ Serius Lo dim? udah berani ketemu aja, sama Ortunya Imel." kata Refan.