
Arga, Dimas, Refan dan Pak Heru menuju ke tempat Chika disekap, dan Teman-teman Arga juga mengikuti dari belakang.
“ Kenapa ada gedung sebesar ini ditengah hutan, tempat apaan ini ?" tanya Refan.
“ Ini biasanya digunakan buat transaksi obat-obatan terlarang dari luar negri, fihutan karna memang sangat aman dan tidak ada orang yang bakalan nyangka kalo ditengah hutan gini ada tempat seperti ini." kata Pak Heru.
“ Terus ini kita langsung masuk apa gimana om?" tanya Arga.
“ Iya Ar, tapi kita juga harus tetep hati-hati." kata Pak Heru.
“ Oh ya Ifan Lo sama yang lain jaga didepan sekitar sini aja, nanti kalo ada yang Dateng kabarin gue." kata Arga.
“ Siap Ar." kata Ifan.
Pak Heru masuk ke gedung itu diikuti Arga, Dimas, dan Refan.
“ Kira-kira dimana mereka sekap Chika?" tanya Arga.
“ Ya gue juga nggak tau lah Ar." kata Refan.
__ADS_1
Didalam Gedung.
Chika yang tadinya pingsan, kini ia sudah sadar.
“ Gue dimana?" kata Chika melihat sekelilingnya.
“ Udah sadar kamu Chika?" kata Pak Wira papanya Fero.
“ Om Wira, Fero, kenapa kalian iket aku gini, kalian kaya penculik aja." kata Chika.
“ Kamu ternyata pintar sekali Chika, kamu memang sedang kita Culik, kamu adalah sumber Harta bagi kami, dan terima kasih selama ini kamu baik sekali dengan keluarga saya, tepatnya sama Fero yang selama ini cuma manfaatin kamu aja, hahaha..." kata Pak Wira terlihat bahagia.
“ Aduh Ternyata kamu belum tau ya, intinya abis ini bakalan ada drama dari papa kamu yang bakalan nangis-nangis mohon sama saya buat lepasin kamu, dan semua harta miliknya bakalan jadi milik saya..." kata Pak Wira.
“ Kenapa om tega banget sama papa? papa kan sahabat om? dan kamu juga kak, kenapa kamu tega sama aku? aku kira kamu orang yang baik? bahkan selama. ini kamu selalu lindungi aku, ternyata ada maksud dari semua itu, kamu bener-bener tega kak." kata Chika kepada Fero.
“ Aduh kasihan banget ya kamu Chika, sahabat kamu ini cuma baik karna ada maunya aja Chik, lagian dia juga nggak lama lagi bakalan nikah sama Ifa adik tiri kamu, jadi ya udahlah kalian nggak usah sahabatan lagi, toh tujuan Fero selama ini sedikit lagi berhasil." kata Pak Wira.
Fero hanya diam, karna disisi lain dia tidak tega dengan Chika. Tiba-tiba datanglah Vita ke tempat itu.
__ADS_1
“ Vita? kenapa kamu juga disini?" tanya Chika.
“ Dia juga anggota dari grup kami Chika, kita punya tujuan yang sama, yaitu rebut harpa papa kamu yang berlimpah itu." kata Pak Wira.
Vita mendekati Chika.
“ Chika, Chika, Lo itu sama bodohnya seperti Arga, lagian Arga juga kenapa masih aja tergila-gila sama gue, padahal ada cewek yang tulus sama dia, dan yang bikin gue heran dia mau terima gue lagi dan sekarang malah Lo di buang, padahal gue cuma mau hartanya aja." kata Vita.
“ Kalian jahat, kalian sama-sama nggak punya hati." kata Chika.
“ Hahaha, hati kamu bilang? Dulu saya punya hati Chika, tapi papa kamu udah bikin hati saya pergi entah kemana, dan sekarang bahkan celakain papa kamu aja saya berani." kata Pak Wira.
“ Om nggak usah macem-macem sama papa, om boleh Apain aku Terserah, tapi jangan sampe om berani sentuh papa." kata Chika.
“ Uh kamu ngancem saya? saya takut deh, tapi sayangnya saya nggak peduli sama ancaman kamu." kata Pak Wira.
Tiba-tiba ada anak buat pak Wira masuk.
“ Bos target sudah sampai, sekarang mereka sudah masuk ke dalam gedung." kata Anak buah pak Wira.
__ADS_1
“ Umpan dimakan dengan lahapnya, Cepat lepaskan Chika, dan mari kita saksikan drama antara papa dan anaknya yang sama-sama bodoh ini." kata Pak Wira.