Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Maafin gue


__ADS_3

Chika dan Vivi keluar dari ruangan mereka, mereka langsung menuju kantin seperti biasa, Karna Arga dan Refan nunggu di sana.


“ Kok lama banget sih Vi?" tanya Refan.


“ Iya tuh, dosennya kotbah dulu, jadi lama banget." kata Vivi tersenyum.


“ Ada-ada aja, masak kotbah sih?" kata Refan.


“ Ya abisnya ngomong terus nggak selesai-selesai." kata Vivi.


“ Yaudah yuk balik." ajak Refan.


“ yuk." Jawa Vivi.


“ Gue duluan ya Ar, dim, Chik." kata Refan.


“ Iya fan." kata Arga.


“ Gue juga Ar, duluan ya, ada janji sama Imelda." kata Dimas.


“ Oke sip." jawab Arga.


Mereka bertiga pergi, Chika hanya diam tak berbicara sedikit pun.


“ Yaudah yuk balik Chik." ajak Arga, dan Chika hanya mengangguk.

__ADS_1


Diperjalanan pulang Chika masih tetap diam tak membuka suara sedikit pun.


“ Oh ya Chik, abis ini cari makan dulu ya, gue laper nih." kata Arga.


“ Iya Ar." jawab Chika tak menoleh ke Arga.


Mereka berhenti di sebuah tempat makan. Setelah mereka memesan makanan, Arga mulai menjelaskan apa yang menjadi perdebatan mereka tadi pagi.


“ Chik." kata Arga sambil memegang tangan Chika, dan Chika hanya menoleh.


“ Gue minta maaf ya soal yang tadi pagi." kata Arga.


“ Nggak seharusnya gue kasar sama Lo gitu Chik, kalo buat pertanyaan Lo tadi pagi,gue milih Lo atau geng Fairuz, itu jujur pilihan yang susah buat gue Chik, Lo itu cewek yang gue sayang, tempat gue merasakan cinta yang nyata, dan geng Fairuz itu tempat gue berbagi cerita, bertukar pikiran, tempat gue bangkit ketika ada masalah, jujur gue nggak nyangka Lo bakal nanya gitu Chik, dan jawaban gue nggak bisa gue pilih salah satu Chik." kata Arga serius.


“ Iya gue ngerti kok Chik, Lo nanya gitu juga pasti Lo minta buat gue nggak usah gabung sama geng Fairuz lagi kan? karna Lo pasti khawatir terjadi apa-apa sama gue, tapi maaf gue nggak bisa Chik, mungkin Chika bisa ngerti, bukan berarti gue nggak sayang sama Lo, tapi gue sayang sama Lo Chik, dan gue juga nggak mau keluar dari geng Fairuz." kata Arga.


“ Nggak papa Ar kalo Lo nggak mau keluar dari geng Fairuz, tapi gue minta Lo hati-hati, gue nggak mau Lo kenapa-kenapa gara-gara ada perselisihan antar geng motor, dan gue juga ngehargai keputusan Lo buat masih bertahan di geng Fairuz, dan Lo juga udah dewasa, Lo bisa milih mana yang baik buat Lo, dan mana yang enggak." kata Chika.


“ Lo maafin gue kan?" tanya Arga.


“ Iya Ar, lagian tadi juga Lo nggak jadi nampar gue kan?" kata Chika


“ Iya sih, tapi rasanya gue orang bodoh yang mau nampar Lo, karna masalah gitu doank." kata Arga.


“ Gitu doank tapi Lo nggak bisa jawab kan." tanya Chika.

__ADS_1


“ Iya sih, maaf banget ya Chik." kata Arga.


“ Iya nggak papa kok, gue juga minta maaf udah nanya gitu, sampe bawa-bawa bokap Lo segala." jawab Chika.


“ Iya nggak papa Chik, Lo juga pengen tau kan? seberapa berartinya Lo di hidup gue?" kata Arga.


“ Hhhhh enggak kok." kata Chika.


“ Serius? oh ya kok Lo tau masalah geng Fairuz, Sama bokap juga." kata Arga.


“ Kata bibi, bokap Lo dulu juga ketua geng motor Fairuz, dan sekarang diterusin Lo." kata Chika


“ Ya itu udah tau Chik, lagian ini udah gue anggap kaya amanah sebelum papa meninggal Chik." kata Arga.


“ Bokap Lo pasti bahagia, punya anak sebaik Lo Ar." kata Chika.


“ Sayangnya dia nggak bisa liat gue sekarang yang udah dewasa, dan gue bisa jadi pembalap andalan papa." kata Arga.


“ Bokap Lo pasti seneng banget kok Ar, anaknya bisa selalu inget sama papanya." kata Chika.


“ Iya Chik, tapi gue lebih bahagia kalo papa bisa ada di sisi gue saat gue lagi balapan." kata Arga.


“ Papa Lo pasti selalu liat Lo lagi balapan kok Ar, tapi Lo nya aja yang nggak bisa liat, Yaudah nggak boleh sedih lagi ya, sekarang makan yuk, katanya lapar" kata Chika.


“ Iya Chik." jawab Arga

__ADS_1


__ADS_2