Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Seremmmm


__ADS_3

Balapan pun dimulai.


“ Arga gue pinjem motor Lo aja ya, kan motor Lo udah siap buat balapan." kata Dimas.


“ Iya dim dipake aja." kata Arga.


“ Yaudah gue ke sana dulu ya, ntar Lo nyusul aja." kata Dimas.


” Iya dim." kata Arga.


Chika memperhatikan Arga yang sepertinya ingin ikut balapan.


“ Arga." panggil Chika disebelah Arga.


“ Iya kenapa Chik?" tanya Arga.


“ Lo pengen ikut balapan ya?" tanya Chika.


“ Jujur sih pengen Chik, tapi..." kata Arga tak melanjutkan kata-katanya.


“ Tapi kenapa, karna gue larang Lo? Lo pengen ikut kan? nggak papa kok." kata Chika.


“ Eh enggak bukan gitu mksd gue Chik, gue emang pengen ikut balapan, tapi emang gue lagi nggak enak badan." kata Arga.


“ Yaudah kalo gitu nonton aja yuk." Kata Chika.


“ Yuk." kata Arga tersenyum.


Mereka menuju tempat balapan yang nggak jauh dari cafe Arga, mereka jalan kaki ke sana.

__ADS_1


“ Sebenernya tipe cowok yang Lo inginkan itu gimana sih Chik?" tanya arga saat menuju tempat balapan.


“ Kenapa emangnya?" kata Chika.


“ Ya gue pengen jadi seperti cowok yang Lo inginkan." kata Arga.


“ Serius mampu jadi cowok yang gue pengen." kata Chika.


“ Iya seribu rius Chik." kata Arga.


“ Sebenernya nggak yang gimana-gimana Ar, gue cuma pengen cowok yg selalu mau nasehatin gue kalo gue salah, dan sebaliknya mau di nasehatin gue kalo dia salah." kata Chika.


“ Udah gitu aja?" tanya Arga.


“ Dan yang penting dia pemberani dan nggak pengecut kaya Arga, nggak bisa ambil keputusan, cuma jago goshting aja." kata Chika.


“ Tapi walaupun pengecut gini, pernah ada cewek yang bilang suka sama gue, walaupun abis itu gue di cuekin, dan gue juga inget kalo cewek itu bilang suka, dan abis itu ngatain gue pengecut, bla, bla,bla." kata Arga.


“ Terus sekarang Lo maunya gue gimana? pengennya gue nggak cuma kasih harapan aja? oke gue bakalan serius." kata Arga.


“ Tapi Lo belum memenuhi syarat?" kata Chika.


“ Kan gue udah mau di nasehati. Lo tadi." kata Arga.


“ Iya sih, gue hargain usaha Lo, tapi kalo buat obatin trauma gue masih susah Ar." kata Chika.


“ Maaf ya Chik, atas apa yang udah gue lakuin sebelumnya sama Lo, tapi gue minta sama Lo izinin gue buat selalu disisi Lo sampe rasa trauma Lo itu hilang." kata Arga.


“ Iya Ar, tapi gue nggak butuh omongan Lo, gue cuma butuh pembuktian Lo." kata Chika.

__ADS_1


“ Makasih Chik, gue bakalan buktiin ke lo Chik." kata Arga.


Mereka sampai tempat Balapan.


“ Arga Lo udah lama ya ikut balapan gini?" tanya Chika.


“ iya Chika, udah dari SMP." kata Arga


“ Owh, suka sama motor udah lama juga." kata Chika.


“ Iya, karna papa juga dulu suka balapan." kata Arga.


“ Oh ya kok Lo bisa kenal sama Fino?" tanya Chika.


“ Dulu dia juga anggota geng motor gue Chik, dia pindah rumah dan sekarang udah nggak bareng lagi sama dia, tapi ya seperti yang Lo liat, kita masih tetep sahabatan." kata Arga.


“ Tapi anggota geng motornya Fino kok kaya serem-serem gitu ya Ar." kata Chika.


“ Serem gimana?" Tanya Arga.


” Penampilannya kaya preman gitu Ar." kata Chika.


” Ya gue juga kurang paham Chik, tapi setau gue sih mereka nggak pernah macem-macem kaya geng motor yang suka tawuran gitu." kata Arga.


“ Owh yaudah kalo gitu, tapi serem aja, berasa di kerubungi preman." kata Chika.


” emang kenapa? trauma ya waktu dicegat preman waktu itu." kata Arga.


” Iya Ar gue masih takut, apalagi preman itu bilang kalo gue mau ikut mereka, mereka bakalan lepasin supir taksi itu, kalo nggak ada Lo mungkin gue udah jadi..." kata Chika belum selesai.

__ADS_1


” Udah nggak usah diterusin, yang penting sekarang Lo udah aman." kata Arga.


“ Iya sih, ini juga berkat Lo." kata Chika.


__ADS_2