Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Jodoh...


__ADS_3

Semuanya kembali ke rumah sakit, karna kepala Chika terasa pusing.


Dirumah Sakit.


“ Sekarang kamu istirahat aja ya Chika, nggak usah mikirin yang lain dulu, kamu harus fokus sama kesembuhan kamu." kata Pak Heru.


“ Maafin aku ya mas, aku nggak tau kalo mas Wira nggak bolehin buat panggil polisi." kata Bu Winda.


“ Iya nggak papa win, lagian semuanya juga udah selesai." kata Pak Heru.


“ Untungnya ada Fero yang selamatin Chika." kata Bu Winda.


“ Sebenernya Fero memang anak yang baik, dia dari kecil juga selalu jagain Chika, tapi hanya Wiranya yang memaksa untuk Fero ikutin semua perintah dia." kata Pak Wira.


“ Pa Chika boleh minta tolong nggak sama papa?" tanya Chika.

__ADS_1


“ Minta tolong apa sayang?" tanya Pak Heru.


“ Saya minta tolong sama papa buat bantu ringankan hukuman Kak Fero, bagaimanapun dia yang udah tolongin Chika kan pa." kata Chika.


“ Iya sayang, nanti papa bakalan suruh pengacara papa buat bantu meringankan hukuman Fero." kata Pak Heru.


“ Makasih ya pa." kata Chika.


Pak Heru dan Bu Winda pergi mencari makanan. Dimas, Refan, Vivi, dan Imelda kembali ke rumah Chika. Karna sekarang dirumah tidak ada siapa-siapa, Bu Rere dan Ifa sudah ditangkap polisi.


“ Argak." panggil Chika.


“ Makasih ya, Lo selama ini udah banyak bantu keluarga gue, terutama pas gue lagi di Jakarta, dan Lo juga selalu lindungi gue." kata Chika.


“ Iya sama-sama Chik, lagian sekarang gue jadi lega, semua masalah yang selama ini selalu bikin kita resah udah selesai, dan gue berharap Lo sama bokap Lo bisa hidup bahagia lagi." kata Arga.

__ADS_1


“ Iya Ar, oh ya Ar, gue fikir gue bakalan tinggal sama papa aja Ar, dan buat kuliah gue, nanti gue pindah ke kampus di Bandung aja, ya walaupun nggak di kampus yang dulu lagi." kata Chika.


“ Lo serius Chik? lagian kan sekarang Lo nggak perlu khawatir kalo nyokap tiri Lo bakalan apa-apain bokap Lo." kata Arga.


“ Justru itu Ar, gue belajar dari kejadian sebelumnya, dan sekarang gue mutusin bakalan tinggal aja sama papa, dan jagain papa, lagian udah nggak ada siapa-siapa lagi yang bakalan jagain papa kan." kata Chika.


“ Iya sih Chik, tapi jujur gue nggak pengen Lo balik ke Bandung lagi, gue pengen bareng sama Lo Chik, gue sayang sama Lo Chika." kata Arga memegang tangan Chika.


“ Iya gue ngerti Ar, gue kan udah pernah bilang, kalo memang kita jodoh, pasti suatu saat kita dipertemukan lagi kok, walaupun kita nggak harus setiap hari ketemu, nggak setiap hari jalan kaya orang lain, dan inget masih ada Tante Winda yang harus Lo bahagiain." kata Chika.


“ Gue selalu inget itu Chik, tapi jujur buat ikhlas kalo emang kita nggak bisa ketemu itu susah dan jujur berat banget Chik buat gue." kata Arga.


“ Nggak usah terlalu dipikirin ar, Lo cuma butuh tujuan yang bisa buat Lo semangat, Lagian kalo ada waktu libur juga Lo bisa main ke Bandung, dan gue masih bilah nggak ke rumah Lo?" tanya Chika.


“ Masih lah Chik, rumah gue selalu terbuka buat Lo." kata Arga.

__ADS_1


“ Sekarang kita fokus kuliah aja dulu, biar nanti bisa sukses dan bisa bikin ortu kita bahagia Ar, lagian kalo kita sukses dan berpendidikan tinggi, pasti banyak orang yang mau sama kita." kata Chika.


“ Iya Chik, gue bakalan belajar buat fokus kuliah dulu, untuk urusan yang lain biar gue kebelakangin dulu." kata Arga.


__ADS_2