
Dokter menjelaskan keadaan Chika kepada pak Heru, setelah mendengar penjelasan dokter, pak Heru keluar dari ruangan dokter.
“ Gimana kata dokter om?" tanya Arga.
“ Chika mengalami pendarahan di kepalanya Ar, dan mungkin itu bisa membuat Chika jadi sering merasa pusing nantinya, tapi dokter bakalan kasih obat buat menghilangi rasa pusingnya." kata Pak Heru.
“ Kita udah boleh masuk belum om?" tanya Arga.
“ Iya udah nak." kata Pak Heru dan Arga langsung masuk, diikuti yang lain.
“ Chika bangun Chik, Lo harus kuat, Lo pasti baik-baik aja, ayo bangun Chik, gue disini Chik, bangun Chik." kata Arga menatap Chika yang hanya terbaring lemas.
“ Udah Ar, pasti Chika baik-baik aja kok." kata Dimas.
“ Oh ya Dimas, kalian pulang aja nggak papa, lagian kalian ke Bandung buat liburan kan, jadi kalian nggak usah khawatirin Chika." kata Pak Heru.
“ Nggak papa kok om, kita disini temenin Chika aja nggak papa, kalo pun kita pergi, pasti kita tetep kepikiran sama Chika om." kata Dimas.
“ Iya om, mending om balik ke kantor aja, biar Chika sama kita, om juga pasti lagi ninggalin kerjaan kan." kata Imelda.
“ Yaudah kalo gitu, om balik ke kantor dulu ya, nanti om kesini lagi." kata Pak Heru.
__ADS_1
Semua menunggu kesadaran Chika, sampai malam Chika belum sadar, tapi tiba-tiba Chika mengeluarkan suara.
“ Papa...papa..." kata Chika masih menutup matanya.
“ Chika..." kata Arga langsung mendekati Chika .
Akhirnya Chika membuka matanya.
“ Chika Lo udah sadar Chik, gue takut banget Lo kenapa-kenapa Chik." kata Imelda.
“ Gue dimana Mel?" tanya Chika sambil memegangi kepalanya.
“ Lo dirumah sakit Chik, tadi Lo kecelakaan." kata Imelda.
“ Udah nggak usah dipaksain buat inget-inget lagi Chik, sekarang Lo istirahat aja ya, nggak usah mikirin yang enggak-enggak." kata Arga.
“ Papa mana Ar?" tanya Chika.
“ Tadi bokap Lo udah kesini kok Chik, terus kita yang suruh bokap Lo buat balik lagi ke kantor aja, dan biar Lo kita yang jagain." kata Vivi.
“ Maafin gue ya, gara-gara gue gini, liburan kalian jadi berantakan." kata Chika.
__ADS_1
“ Enggak kok Chik, kita udah cukup seneng kalo liat Lo sembuh, dan pulih kaya sebelumnya." kata Imelda
“ Iya Chik, lagian kita juga pasti nggak bakalan bisa tenang kalo liat keadaan Lo gini." kata Dimas.
“ Makasih ya, gue seneng banget bisa kenal sama teman yang baik kaya kalian." kata Chika.
“ Oh ya fan Lo kok dari tadi diem aja kenapa?" tanya Vivi.
“ Gue nggak enak badan Vi." kata Refan.
“ Yaudah Lo disini aja ya, sama cewek-cewek, biar gue sama Dimas yang pergi." kata Arga yang mau mencari tau perihal kecelakaan nya Chika.
“ Lo mau kemana Ar?"tanya Chika.
“ Gue mau keluar bentar Chik." kata Arga kemudian pergi.
Arga menghubungi Ifan, menanyakan apa ada yang aneh dengan gerak gerik Fero. Dan ternyata Fero memang belakangan ini jarang dirumah.
“ Menurut Lo siapa yang udah sengaja tabrak Chika dim?" tanya Arga.
“ Yang pasti sih bukan Fero Ar, Lo coba Fikir aja, selama ini dia selalu peduli banget sama Chika, dan dia juga pernah berantem sama Lo waktu Lo udah bikin Chika nangis, kalo buat celakain Chika, kayaknya nggak mungkin deh Ar." kata Dimas.
__ADS_1
“ bener juga kata Lo ya dim, terus siapa yang udah berani celakain Chika?" tanya Arga.
“ Kita harus cari tau Ar." kata Dimas.