Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Iya Mbak Chika


__ADS_3

Tak lama kemudian Chika kembali dengan membawa makanan.


“ Ayo Ar Lo harus makan dulu, biar ada tenaganya, Lo abis muntah-muntah kan?" kata Chika menyiapkan makanan.


“ Gue bisa makan sendiri Ar." kata Arga masih selalu jual mahal.


“ dengerin gue ya Mas Arga Bagaskara, Lo lagi sakit jadi Lo itu gak usah sok bisa makan sendiri." kata Chika.


“ udah aaa...." Chika menyuapi Arga.


“ kok Lo bisa tiba-tiba sakit gini sih, emang Lo ngapain, atau Lo salah makan." kata Chiak sambil menyuapi Arga.


“ Gue juga gak tau Chik, tadi gue waktu mau tidur juga gak apa-apa." jawab Arga.


“ oh ya atau Lo mau gue telfonin dokter Sandra aja, biar diperiksa sama dokter Sandra?" tanya Chika.


“ emangnya Lo tau nomor hp dokter Sandra?" tanya Arga kembali.


“ kan bisa pake hp Lo, gue pinjem hp Lo, hp Lo dimana?" tanya Chika.


“ Gak usah Chika Andhira, gue juga udah gak papa." kata Arga.


“Gak papa dari mananya Argak, liat muka Lo aja sampai pucat gitu." jawab Chika sambil mencari Hp Arga.


“ dimana Hp Lo Ar?" tanya Chika tak menemukan.


“ nih Hp gue." kata Arga sambil memberikan Hpnya ke Chika.

__ADS_1


“ yaudah Gue pinjem dulu ya." kata Chika dan menghubungi Dokter Sandra.


“ Lo beneran telfon dokter Sandra Chik?" tanya Arga.


“ iya lah, kan biar Lo diperiksa." Jawab Chika dari luar kamar Arga.


“ Tapi gue udah gak papa, gue juga harus Dateng ke Cafe kemarin karna ini ada balapan Chik." kata Arga yang membuat Chika tidak habis fikir.


“ Argak gue masih gak habis fikir sama Lo, wajah sampai pucat gini aja masih mikirin balapan, udah gak usah mikirin yang aneh-aneh Ar, Lo harus fokus sama kesehatan Lo." kata Chika dan Arga hanya diam saja.


Saat Chika dan Arga lagi ngobrol, dokter Chika datang bersama bibi.


“ selamat malam Arga, gimana-gimana kok bisa sampai muntah-muntah kata Chika." kata dokter Sandra yang baru datang.


“ Malam dok, saya juga gak tau Kenapa bisa seperti ini." kata Dokter.


“ Dokter apaan sih dok." kata Arga.


“ maaf-maaf Ar, saya cuma bercanda." kata dokter Sandra dan mulai memeriksa Arga.


“ Apa yang kamu rasakan Ar?" tanya Dokter.


“ kepala saya pusing banget dok, kalo mau bangun itu rasanya pengen muntah." Jawab Arga.


“ Jadi gimana dok?" tanya Chika.


“ Arga cuma masuk angin aja Ar, ini saya beri obat nanti jangan lupa diminum." kata Dokter.

__ADS_1


“ oh yaudah dok."kata Chika lega.


“ Satu lagi, mungkin karna dia gak bisa dapetin Asisten Hidupnya." kata Dokter Sandra sambil tersenyum.


“ apaan sih dok." kata Arga.


“ Asisten Hidup, maksudnya apa dok?" tanya Chika bingung dengan dokter Sandra dan Arga.


“Enggak bukan apa-apa Chika, oh ya dokter minta tolong jagain Arga ya, jangan sampai pulang larut malam." kata Arga.


“iya dok, tuh dengerin Ar jangan pulang malem-malem, susah banget dikasih taunya dok." kata Chika.


“ emang Lo nasehatin gue?." tanya Arga.


“ ya emang gue gak pernah, tapi gue tiap hari denger mama Lo selalu nasehatin Lo." kata Chika


“ kalo pengen didengerin, Lo harus nasehatin gue dulu pasti gue dengerin." kata Arga tersenyum.


“ yaudah gue nasehatin, Mas Arga Lo gak boleh pulang sampe larut malam, gak baik buat kesehatan Lo." kata Chika sambil memaksa senyumnya.


“ iya mbak Chika,hahaha." Jawab Arga ketawa.


“ kalian ini ada-ada aja, yaudah kalo gitu saya pamit dulu ya, cepet sembuh ya Ar." kata Dokter Sandra.


“ iya dok makasih." kata Arga.


Chika pun mengantar Dokter Sandra ke depan.

__ADS_1


__ADS_2