Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Pasti donk sayang


__ADS_3

“ oh ya Ar, gue anterin Vivi balik dulu ya, ntar gue ke sini lagi." kata Refan.


“ Eh ya gue lupa, kalian kan belum gue buatin minum, kok udah balik aja." kata Chika.


“ Iya makasih banget Chik, tapi Lo nggak perlu repot-repot, tadi soalnya kita pas bagi undangan tuh udah minum di sana sini." Kata Vivi.


“ Iya Chik nggak usah, kita langsung pamit aja ya." kata Refan.


“ Yaudah kalo gitu hati-hati ya." kata Chika.


“ Hati-hati Fan, jagain cewek Lo jangan sampe lecet, biar acara tunangannya lancar." kata Arga.


“ Siap Ar." kata Refan.


Refan dan Vivi pulang, Sekarang hanya tinggal Dimas.


“ Oh ya, Lo kan yang masih di sini dim, mau minum apa? biar gue buatin." kata Chika.


“ Terserah Chik, tapi kalo bisa yang anget-anget aja, malam-malam gini enaknya minum yang anget." kata Dimas.


“ Gimana kalo gue buatin kopi aja?" tanya Chika.


“ Yaudah boleh Chik." kata Dimas.


“ Arga mau nggak Ar?" tanya Chika.


“ Mau donk Chik, biar nggak ngantuk bikin tugasnya." kata Arga.

__ADS_1


“ Yaudah tunggu dulu ya, biar gue butin." kata Chika.


Chika pergi membuatkan minuman untuk Dimas dan Arga.


“ Ar gimana kelanjutan kemaren?" tanya Dimas tentang perselisihan antara geng motor.


“ Gue juga masih bingung dim, dulu nggak pernah ada yang nyerang kita gini." kata Arga.


“ Keliatannya mereka club geng motor baru Ar, atau mungkin mereka baru pindah di daerah Sini, jadi mereka merasa nggak mau kalo daerah sini masih dibawa kekuasaan geng Fairuz." kata Dimas.


“ Tapi Lo tau sendiri kan dim? kalo selama ini kita nggak pernah membagi daerah kekuasaan gitu, semua milik bersama kan? lagian kita nggak kaya geng motor lain yang kada minta jatah sama pedagang atau orang yang mau lewat." kata Arga.


“ Iya sih Ar, tapi mereka anggapnya gitu, mereka mikir kalo kita juga minta jatah sama pedagang gitu " kata Dimas.


“ Intinya mereka pengen pegang daerah sini dim, dan mereka nggak terima kalo orang lain pada tunduk sama geng Fairuz, karna memang geng Fairuz itu selalu ramah dengan warga sekitar, bukan karna geng Fairuz selalu meminta jatah." kata Arga.


” Tapi yang sekarang nggak bisa di biarin itu, mereka mulai teror geng kita, katanya anak geng Fairuz yang tadi mau celakain tadi, dan Dafit, Lo liat sendiri kan keadaan Dafit karna ulah mereka, Dafit dikroyok Ar, dan gue harap Lo bisa ambil kebijakan, dimana Lo harus adil atas perlakuan geng itu ke Dafit anggota geng Fairuz." kata Dimas.


“ Arga, Dimas, ini minumannya udah jadi, diminum dulu." kata Chika.


“ Eh iya Chik, makasih ya Chik." kata Dimas..


“ Kok kaya mau hujan ya." kata Arga.


“ Iya Ar, terus motor gue gimana?" tanya Dimas.


“ Di masukin ke garasi aja dim, biar nggak kehujanan." kata Arga.

__ADS_1


“ iya Ar, gue ke depan dulu ya." kata Dimas, kemudian keluar.


Arga hanya fokus dengan layar laptop nya.


“ Arga." panggil Chika duduk disebelah Arga.


“ Iya kenapa Chika?" tanya Arga.


“ Gue nggak mau ada balas dendam antara geng Fairuz sama geng motor yang bikin rusuh kemarin." kata Chika.


“ enggak kok Chik, Lo tenang aja ya" kata.


“ Serius Ar? tapi tadi gue denger." kata Chika.


“ Ya itu kalo emang mereka udah nggak bisa bicarain baik-baik, Ya mungkin itu bakalan terjadi." kata Arga.


“ Gue nggak mau Lo ikut Ar." kata Chika.


“ Gue ketuanya Chik, kok malah nggak ikut gimana sih?" kata Arga.


“ Karna gue nggak mau Lo kenapa-kenapa Arga." kata Chika.


“ Iya gue ngerti kok, Lo nggak pengen gue kenapa-kenapa, nggak pengen sampe gue terluka lagi kan? tapi nanti gue mau coba Dateng ke markas mereka dan Bicarain baik-baik apa mau mereka, biar nggak ada lagi darah yang tumpah karna perselisihan ini." kata Arga.


“ Tapi Lo hati-hati ya, jangan sendirian." kata Chika.


“ Iya pasti donk sayang, lagian gue juga nggak mau kenapa-kenapa, masih ada cewek yang harus gue halalin dulu." kata Arga tersenyum.

__ADS_1


“ Iya, Lo harus jaga diri baik-baik ya." kata Chika.


“ Iya." kata Arga memeluk Chika.


__ADS_2