Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
terduduk dipangkuan


__ADS_3

Chika dan Dimas sampai lebih dulu. Mereka masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat. saat masuk kamar Chika membuka Hp nya ternyata ada pesan dari Vivi.


Vivi


Chik udh makan belum?


^^^Chika Adhira^^^


^^^Belum Vi^^^


Vivi


Yaudah gue bungkusin makanan buat Lo ya


^^^Chika Adhira^^^


^^^yaudah boleh^^^


setelah itu Chika tidur, karna badannya terasa sangat Capek. Vivi ke kamar ternyata Chika masih tidur.


“ Chika bangun dulu yuk, nih makannya." kata Vivi mencoba membangun kan Chika.


“ iya viii...makasih ya." kata Chika.

__ADS_1


“ Iya sama-sama Chik, yaudah dimakan gih, abis itu obatnya diminum." kata Vivi


“ Iya kalo gitu gue ke dapur dulu ya." kata Chika.


Ternyata didapur ada Arga yang sedang makan, Karna makanannya tadi dibungkus juga.


“ Udah balik Ar, kirain masih mau nungguin Refan pulang bareng." kata Chika.


“ Gak lucu." kata Arga yang sedang duduk dimeja makan.


“ Siapa bilang lucu, orang itu kan yang Lo bilang tadi, Lo mau nungguin Refan, dan Lo mau balik sama Refan." kata Chika.


Arga mejadi emosi dengan perkataan Chika, dan memang mood Arga masih berantakan. Arga menarik tangan Chik, sehingga Chika terjatuh di pangkuan Arga.


“ Bukannya Lo bilang waktu itu bakalan baikan sama gue, Lo gak mau ajakin perang lagi." kata Arga.


“ Mau gue Lo nurut sama gue, karna Lo disini itu karna..." Arga belum selesai langsung dipotong Chika.


“ Karna gue disini itu pembantu yang diajak majikannya liburan, dan nemenin buat dengerin majikannya telfonan sama Ceweknya itu." kata Chika membuat Arga terdiam.


“ Kenapa Chika bisa tau gue telfonan sama Bella, apa waktu itu dia denger, tapi kenapa rasanya ingin sekali gue jelasin ke dia, tapi gue mau jelasin apa, Bella memang cewek gue, tapi gue gak mau Chika salah paham dengan ajakan gue buat nemenin gue disini." Batin Arga.


“ Sekarang lepasin gue." kata Chika.

__ADS_1


Arga melepaskan Chika, dan langsung berkata...


“ Gue gak mau Lo deket-deket sama cowok lain selain gue." kata Arga yang tiba-tiba mengeluarkan kalimat itu.


“ Kenapa gue bilang gitu, bodoh banget" Batin Arga.


“ Kenapa Lo larang gue Deket sama cowok lain?" kata Chika dan membuat Arga tak bisa menjawab.


“ Ya gak boleh aja." jawab Arga.


“ Mas Arga denger ya, gue kerja di rumah Lo jadi pembantu itu buat ngurus kerjaan rumah masak dan bersih-bersih rumah, bukan jadi pacar Lo, yang selalu Lo atur-atur agar gak Deket sama cowok lain." kata Chika.


" ah bodoh banget sih gue, Bener juga, tapi gue gak suka dia Deket sama cowok lain, apa gue mulai suka sama Chika, tapi Chika cewek yang baik, tomboy, dan gue suka sama sifat dia yang. apa adanya." Batin Arga.


“ Kalo seandainya gue cowok Lo, apa Lo bakalan nurut sama gue?" tanya Arga tiba-tiba.


“ Kenapa Lo nanya gitu, lagian bukannya Lo bilang gue bukan tipe Lo." kata Chika.


“ Gue tanya kenapa Lo balik nanya, andai gue suka sama Lo apa Lo bakalan nurut Sama gue." kata Arga.


“ Gak lah, lagian mana mau gue sama cowok rese tukang nuduh seenaknya, kalo dikasih tau susah banget." kata Chika.


Arga menarik tangan Chika, dan sekarang tatapan mereka bertemu, hanya berjarak 5 cm sampai nafas keduanya bisa dirasakan.

__ADS_1


“ Kalo gue bakalan merubah sifat gue,dan gue suka sama Lo, apa Lo mau jadi pacar gue." bisik Arga.


Chika masih terdiam mencerna perkataan Arga, dia masih menatap mata Arga mencari kebenaran atas omongan Arga barusan. Tapi Chika langsung teringat ketika Arga sedang bermesraan ditelfon dengan seorang cewek yaitu pacar Arga


__ADS_2