
Arga mengontrol emosinya, setelah dia merasa emosinya sudah terkontrol, dia kemudian melanjutkan mengendarai mobilnya. Chika masih ketakutan, dia hanya terdiam menatap ke arah kaca. Tak lama kemudian mereka sampai di kampus.
Chika hendak turun, tapi tangannya ditarik Arga.
“ Gue nggak suka Lo nanya gitu Chik, jangan nanya gitu lagi ya." kata Arga dengan lembut karna Arga merasa bersalah karna membuat Chika ketakutan, Chika tak menjawab, dia hanya mengangguk kemudian turun dari mobil.
“ Kenapa Lo bodoh banget sih Ar, kenapa Lo sampe mau nampar Chika, bodoh, bodoh, bodoh." kata Arga memukul setir mobil.
Arga turun dari mobil, kemudian dia mendekati Dimas, Refan dan Vivi.
“ Chika..."panggil Vivi.
“ Hai Vi." sapa Chika masih terlihat ketakutan.
“ Lo kenapa Chik? Lo lagi nggak enak badan?" tanya Vivi.
“ Enggak kok Vi, gue nggak papa, Yaudah gue masuk dulu ya Vi." kata Chika.
“ Iya Chik." jawab Vivi.
“ Chika kenapa Ar? kok dia nggak kaya biasanya sih, biasanya dia kalo pagi keliatan ceria gitu." kata Vivi.
“ Dia nggak papa kok Vi, mungkin dia kurang tidur aja." kata Arga.
“ Serius Lo Ar? ntar jangan-jangan Lo yang bikin Chika jadi gitu?" kata Dimas.
__ADS_1
“Ngomong apa sih Lo dim." kata Arga.
“ Bercanda gue Ar, kalo emang bukan Lo Yaudah santai aja donk bro." kata Dimas.
“ Yaudah yuk masuk." kata Refan.
Arga keluar duluan, Dia menunggu Chika yang belum keluar.
“ Kok lama banget ya si Vivi." kata Refan.
” Iya Dosennya bahas apaan sih." kata Arga.
“ Oh ya dim, fan, gue mau cerita sama kalian berdua soal Chika." kata Arga.
“ Gue udah nebak nih, bener kan tebakan gue, Chika tadi pagi gitu gara-gara Lo pasti." kata Dimas.
“ Tadi waktu perjalanan berangkat, Chika nanya ke gue, Gue bakalan milih mana kalo disuruh milih, milih Chika, atau milih geng Fairuz." kata Arga.
“ Terus Lo jawab apa?" tanya Refan.
“ Ya Lo tau lah, gue sayang sama Chika, dan gue juga udah anggap geng Fairuz itu juga kaya keluarga gue, jadi gue bingung mau jawab apa?" kata Arga.
“ Terus respon Chika nya gimana?" tanya Dimas.
“ Gue bilang ke dia, kenapa tiba-tiba Nanya gitu? eh dia malah bilang kalo gue pasti lebih pilih geng Fairuz, terus dia bilang kalo gue bakalan pilih geng Fairuz karna memang itu peninggalan bokap, dan pasti itu lebih berharga dari segalanya, termasuk Chika, dia bilang gitu dan otomatis gue denger Chika bilang gitu langsung emosi kan, kok bisa-bisanya dia bilang gitu." kata Arga.
__ADS_1
“ Terus apa yang bikin Chika ketakutan gitu?" kata Refan
“ Waktu gue marah, gue hampir aja nampar dia karna saking emosinya gue." kata Arga.
“ Terus Lo beneran nampar dia?" tanya Dimas.
“ Kalo bener Lo kelewatan banget Ar." kata Refan
“ Ya enggaklah gue juga masih punya otak kali, nggak bakalan gue tega nampar Chika, apalagi gue liat tadi dia udah hampir nangis gara-gara gue bentak." kata Arga.
“ Cara Lo itu yang salah Ar." kata Refan.
“ ya makanya gue cerita sama kalian, gue mau minta solusi kalian bego." kata Arga
“ Harusnya tuh Lo jelasin dikit-dikit ke Chik, emang Chika Sama geng Fairuz itu sama-sama berarti buat hidup Lo, tapi tetep beda, Chika itu cewek yang Lo sayang, dan Geng Fairuz itu hanya sebuah grup yang Lo gunakan buat berkeluh kesah kalo ada masalah, saling tukar pikiran, dan bisa buat Lo bangkit kalo lagi Lo down, ya pokonya pelan-pelan lah jangan kasar sama cewek intinya Ar." kata Refan.
“ Nggak ada cewek yang mau di kasar Ar, karna di Dunia ini cewek diciptakan untuk di sayangi bukan di sakiti." kata Dimas.
“ Iya dim, gue ngerti sekarang, gue salah, gue harus minta maaf sama Chika." kata Arga.
“ Haruslah, Chika aja sampe ketakutan gitu." kata Dimas.
“ Ya mungkin selama ini semarah - marahnya arga, Arga nggak pernah sampe kasar sama dia." kata Refan.
“ Mungkin kaget aja liat Arga yang tiba-tiba buas, apalagi kalo malam pertama." kata Dimas.
__ADS_1
“ Apaan sih Lo, ada-ada aja." kata Arga.