Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Satu sama lain


__ADS_3

Setelah Beberapa bulan mereka tunangan, akhirnya Erlangga memutuskan. untuk menikah dengan Chika. Karna memang umur mereka sudah matang untuk menikah.


Dan Erlangga juga sudah mengajak papanya ke rumah Chika untuk meminta izin dan restu dari papanya Chika kalo dia mau menikahi Chika.


“ Om izinkan nak, dan om juga doakan nanatinya kalian bisa hidup bahagia." kata Pak Heru.


“ Terus gimana om? apa Erlangga boleh menikahi Chika." kata Erlangga.


“ Om sih setuju-setuju aja nak, tapi kalo soal itu mungkin Chika yang bisa jawab karna nantinya dia kan yang bakalan jalanin hidup sama kamu.x kata Pak Heru.


” Jadi gimana Chik, Lo mau nggak nikah sama gue." kata Erlangga dan akhirnya mendapatkan anggukan dari Chika.


“ Lo serius Chik?" tanya Erlangga.


“ Iya ngga." kata Chika.


Akhirnya mereka akan menikah dan mereka juga mempersiapkan semua persiapan untuk menikah, mulai dari mengikuti sidang karna Erlangga adalah seorang polisi, sampai fitting baju, dekorasi, dan mereka juga tak lupa membeli Cincin pernikahan.

__ADS_1


Hari ini Erlangga mengajak Chika untuk membeli Cincin. Saat sampai di tokoh perhiasan, Chika melihat Arga bersama seorang wanita sedang memilih cincin.


“ Ternyata gue nggak sia-sia milih Erlangga Ar, selama ini Lo ternyata udah ada cewek." batin Chika melihat Arga yang sedang memilih cincin bersama seorang wanita.


“ Ngga beli cincinnya di tempat lain aja yuk." akta Chika.


” Loh kenapa Chik? kan udah sampe sini?" kata Erlangga.


“ Nggak papa, pindah aja jangan disini." kata Chika dan akhirnya Erlangga mengerti kalau di toko itu ternyata ada Arga bersama seorang wanita yang sedang memilih cincin.


“ Gimana yang ini ngga?" tanya Chika


“ Terserah Lo aja Chik, yang pilihin Lo pasti gue pake kok." kata Erlangga.


“ Yaudah yang ini aja mbak." kata Chika kemudian di bayar Erlangga.


Setelah dari toko itu mereka langsung pulang.

__ADS_1


Diperjalanan...


“ Chik.." panggil Erlangga.


“ Iya ngga." kata Chika.


“ Nggak nyangka ya chik kita bakalan nikah, dan cewek tomboi ini bakalan jadi istri gue." kata Erlangga.


“ iya ngga, dan pak polisi yang ganteng ini bakalan jadi calon suami gue." kata Chika.


“ Awalnya sih gue nggak yakin bisa dapetin Lo Chik, secara Lo cantik, Lo juga baik, banyak cowok yang lebih baik dari gue yang mau sama Lo, dulu juga gue rasanya pengen nyerah waktu gue tau ternyata Lo sama Arga itu jadian, tapi gue fikir dengan Lo sama Arga jadian belum jadi penghalang untuk dapetin Lo kan Chik, dan yang penting Lo sama Arga belum ada ikatan yang sah Dimata agama dan hukum, jadi gue masih berani buat deketin Lo." kata Erlangga.


“ Iya ngga, dan dari semua yang gue alami sampai sekarang, pelajarannya sih cuma satu, yang bareng-bareng dari awal belum tentu bisa bahagia sampai akhir, dan hati seorang manusia juga bakalan berubah seiring berjalannya waktu, apalagi tanpa kehadiran seseorang yang selama ini di harapkan, dan begitu pun gue ngga, dulu rasanya gue udah cukup sama Arga aja, dia orangnya baik, dan ternyata malah akhirnya dia ninggalin gue, dan tadi juga gue liat dia ditoko perhiasan sama seorang wanita, dan mungkin mereka juga mau nikah, dan tambah bikin gue yakin milih Lo ngga, Lo yang bener-bener mau perjuangin gue dan akhirnya kita bisa bersama. Gue jadi nggak heran sih kenapa Lo bisa jadi polisi, sedangkan berdasarkan pengalaman temen-temen gue yang daftar jadi polisi itu katanya berat, banyak tes yang harus dihadapin, jadi kalo Lo jadi polisi emang pantes ngga, karna Lo bukan tipe orang yang gampang nyerah, dan Lo juga selalu fokus sama tujuan Lo sampai Lo bisa dapet, itu yang bikin gue bangga sama Lo ngga." kata Chika.


“ Gue seneng bisa bikin Lo bangga sama gue, walaupun gue masih banyak kekurangan." kata Erlangga.


“ Tapi dengan nanti kita sama-sama, kita bakalan nutupin kekurangan satu sama lain ngga." kata Chika.

__ADS_1


__ADS_2