Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Manis Juga


__ADS_3

" Arga sana anterin makanan buat Chika, bibi lagi keluar." Suruh Bu Winda.


" Kan mama juga bisa kenapa harus Arga." kata Arga santai.


" Mama nyuruh kamu kok balik nyuruh mama sih Ar, udah sana buruan ini udah mama ambilin makanannya." kata Bu Winda menyodorkan makanan.


" iya ma, biar Arga anterin ke kamar Chika." Pinta Arga.


Dikamar Chika


"Chik, Chika, tok, tok, tok." kata Arga dengan mengetuk pintu.


" masuk aja Ar, pintunya gak dikunci." kata Chika.


" nih Mama, suruh gue anterin makanan buat Lo." kata Arga melwtakkan makanan dimeja.


" emang bibi dimana?" tanya Chika.


" lagi keluar, udah buruan dimakan, obatnya terus diminum." kata Arga mengatur.


" kok Lo jadi ngatur-ngatur gue sih." kata Chika memperhatikan Arga.


" gue pengen Lo cepet sembuh, biar gue bisa ngerjain Lo lagi." kata Arga.


" nih ngerjain." kata Chika sambil mencubit pinggang Arga.


" Aa....Apan sih Chik, awas Lo ya.." kata Arga menggelitik Chika.


" udah Ar, Ar udah gue geli, Arga." kata Chika yang sedang digelitikin.

__ADS_1


" siapa yang mulai duluan ha?" kata Arga masih mengelitikin Chika.


Tanpa mereka sadari tubuh Arga berada di atas Chika. mereka seketika saling menatap.


" sebenernya Arga ganteng juga sih, kalo gak lagi rese." kata Chika masih menatap wajah Arga.


" nih cewek kalo lagi senyum gini manis banget ternyata, tapi sayangnya kadang dia bikin gue emosi." batin Arga.


Akhirnya mereka sadar akan posisi mereka.


" e-e-e sorry gue gak sengaja Chik, oh ya yaudah dimakan makanannya." kata Arga.


" Ar, Lo ngomong apa sih, kenapa Lo jadi peduli sama Chika. Batin Arga.


"Iya makasih Ar." jawab Chika


" apa yang udah gue lakuin barusan, Chika Lo kenapa sih jadi mikirin Arga terus." kata Chika sambil mengacak-acak rambut nya.


Dimeja makan


" Ar, Ar, Arga ayo dimakan kok malah bengong." kata Bu Chika.


" iya ma." kata Arga kaget.


" Arga kenapa pikiran Lo jadi ke Chika terus sih, udah - udah, sekarang Lo harus makan." kata Arga dalam hati.


" Ar, kalo menurut kamu Chika itu cantik gak Ar." tanya Bu Winda.


" Ya cantiklah ma." Jawab Arga dengan PD nya.

__ADS_1


" Cie, cie, cantik ya Chika Ar." kata Bu Winda menggoda.


" eh eh enggak maksud Arga, ya kan Chika cewek ya pasti cantik lah ma." jawab Arga salah tingkah.


" Ah kamu nih, tinggal bilang aja kalo Chika cantik kan, kalo kata mama juga memang dia Cantik, Kata Bu Winda mengingat wajah Chika.


" Tapi dia suka marah-marah." sambung Arga.


" berarti bener kan kalo Chika cantik, mama juga setuju kok kalo Chika jadi menantu mama." kata Bu Winda sambil menyenggol-nyenggol tangan Arga.


" Apaan sih ma, lagian Arga juga udah punya cewek." kata Arga.


" Siapa, cewek yang udah mutusin kamu waktu itu, sekarang kamu balik lagi sama dia." kata Winda sedikit tidak suka.


" ya kan Arga sayang sama dia ma." kata Arga.


" Tapi mama sedikit tidak suka sama dia, emang sih dia cantik." kata Winda.


" Ya yang penting Arga cinta sama Bella, dia itu cantik, udah gitu model terkenal juga." kata Arga memuji Bella.


" berarti kamu suka sama dia, karna dia enak dipandang aja, bukan kamu suka karena sifat dan kepribadiannya." kata Bu Winda.


" kok gitu." tanya Arga bingung.


" nih dengerin mama ya Ar, kecantikan seseorang itu gak selamanya ar, kalo nanti tambah umur juga akan berubah, beda hal nya kalo kamu jatuh Cinta sama Bella karna sifat dan kepribadian dia, sampai kapan pun sifatnya gak akan berubah, kecuali ada beberapa hal yang sangat kuat sehingga bisa merubahnya." kata Bu Winda menasihati.


" udah lah ma, bahasa mama ini terlalu susah dipahami." kata Arga. dan beranjak cuci tangan.


" nanti kamu juga paham sendiri Ar." kata Bu Winda.

__ADS_1


__ADS_2