
" Chika kok wajah kamu merah-merah nak." tanya Bu Winda.
" Oh iya non, kok wajah non Chika merah-merah gitu." tanya bibi penasaran.
" Chika gak papa kok Tan bik." jawab Chika menyembunyikan.
" Apa jangan-jangan non Chika alergi sama telur, kan semalem non Chika dipaksa den Arga makan telur."kAta bibi mengingat hal semalem.
" Kalo kamu memang Alergi, harusnya gak usah dimakan sayang, gak usah dengerin omongan Arga." Kata Bu Winda.
" Gak papa kok Tan, biasanya juga kalo gini gak lama bakalan hilang." kata Chika.
Tiba-tiba Arga muncul.
" pagi macan tutul, eh kok mukanya udah gak kaya semalem."kata Arga memperhatikan Chika.
" Jadi Chika merah-merah udah dari tadi malem, dan kamu tau itu Ar.??tanya Bu Winda heran.
" iya ma, asal mama tau ini udah mendingan, semalem udah kaya macan tutul mah." kata Arga yang langsung dijewar Bu Winda.
" kalo kamu tau kenapa gak bawa Chika ke dokter, malah diketawain." Kata Winda sambil menjewer Arga.
" aaaa.... mama lepasinn ma sakit." kata Arga.
" udah gpp kok tan, ini juga udah mulai pada hilang." kata Chika.
" tapi kalo kamu dari semalem udah dibawa ke dokter kan jadi gak gatel-gatel sayang." Kata Bu Winda.
__ADS_1
" iya Chika udah gak papa kok Tan, gak usah khawatir." Jawab Chika.
" yaudah kalo gitu kita makan dulu ya." ajak Bu Winda.
Setelah makan
" Tante Chika mau ke mini market dulu ya." Chiak berpamitan.
" Tunggu Chika, biar kamu diantar Arga aja ya." kata Bu Winda .
" kan dia bisa sendiri ma, lagian aku mau kumpul sama temen-temen." Jawab Arga.
" kan Deket Tempak nongkrong kamu kan ada mini market, kan jadi bisa sekalian." Kata Winda.
" ya tapi kan jadi gak bisa lam nongkrong nya mah." kata Arga kesal.
" Tapi kan ma..." kata Arga.
" Arga.....anterin Chika atau motor mama sita." tawaran Bu winda.
" yaudah iya-iya ma." jawab Arga terpaksa. " ya udah ayo buruan." tambah Arga lagi.
Mereka berdua pun pergi ke mini market naik motor Arga.
setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, akhirnya sampai juga di mini market.
" sana buruan belanja, gue tunggu di Cafe itu." kata Arga kemudian Chika mengangguk.
__ADS_1
Di Cafe
" Eh bro tadi gue pas mau masuk Cafe, liat Lo nurunin cewek, siapa tuh, cewek yang keberapa." kata Refan.
" dia pembantu dirumah gue, cewek yang waktu itu nampar gue di jalanan itu." jawab Arga.
"hahaha... ternyata kalian jodoh ya." kata Dimas.
" Cewek mana, berani banget nampar babang Arga,hahah." kata Adam salah satu teman Arga.
" ah kalian ini sama aja." kata Arga kesal.
Chika yang sudah selesai belanja pun menyusul Arga.
" Ar gue udah selesai belanjanya." kata Chika.
" hai mbak, apa kabar, kok gak ditampar lagi si Arga." tanya Dimas.
" baik mas, kasian ntar kalo gue tampar lagi bisa-bisa di aduin sama nyokapnya,haha.." kata Chika.
" bisa diem gak Lo Chik, Lo mau gue tinggalin di sini sendirian." Kata Arga kesal.
" coba aja, ntar biar gue aduin ke Tante Winda, biar motor Lo disita." jawab Chika santai.
" hahahh, aduin aja Mbak." kata Adam.
" Dasar tukang adu." kata Arga.
__ADS_1