Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Lindungin lo


__ADS_3

“ Nak kamu nggak papa?" tanya orang yang menolong Arga.


“ Iya nggak papa pak, makasih ya pak udah obatin luka saya, Yaudah kalo gitu saya permisi dulu ya pak." kata Arga.


“ Iya nak hati-hati." kata Orang itu.


Arga kembali ke rumah sakit.


Diruangan ayahnya Chika.


“ Arga kamu kenapa? kok muka kamu gitu?" tanya Bu Winda terlihat khawatir.


“ Arga nggak papa kok ma, mama nggak usah khawatir." kata Arga.


“ Tapi muka kamu babak belur gitu." kata Bu Winda.


“ Iya nggak papa kok ma, ini tadi juga udah diobatin." kata Arga.


“ Kok bisa gini kenapa? gimana ceritanya Ar?" tanya Bu Winda.

__ADS_1


“ Cuma masalah kecil kok ma, mama nggak usah khawatir, Arga bisa hendel sendiri kok." kata Arga.


“ Yaudah kalo gitu mama beliin makanan dulu ya buat kamu, kamu belum makan kan?" tanya Bu Winda.


“ Iya ma, makasih ya ma." kata Arga kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan papa nya Chika.


Chika mendekati Arga, Chika duduk disebelah Arga.


“ Lo kenapa Ar? kok bisa luka-luka gitu?" tanya Chika.


“ Gue nggak papa kok Chik, pesen gue cuma satu buat Lo, Lo harus hati-hati sama Fero, karna terkadang orang yang Lo percayai yang selama ini dekat sama Lo, mungkin orang yang bakalan nyakitin Lo." kata Arga.


“ Maksud Lo? emang kak Fero kenapa? atau dia yang bikin Lo gini." kata Chika


“ Oh ya Ar, gue mau ngucapin makasih sama Lo, gue nggak tau kalo nggak ada Lo, apa gue bisa bareng sama papa lagi." kata Chika.


“ Kenapa Lo bilang gitu? papa Lo nggak papa Chik, dan dia juga nggak bakalan ninggalin anaknya yang cantik dan kuat ini." kata Arga.


“ Maafin papa ya Ar, kalo emang papa bener yang bunuh papa Lo." kata Chika mulai meneteskan air mata.

__ADS_1


“ Udah nggak papa Chik, lagian juga belum terbukti 100% papa kamu yang bersalah, udah nggak usah nangis lagi ya, Lo cewek yang kuat, dan Lo juga harus jagain papa Lo, jangan pernah tinggalin dia, karna gue udah ngerasain gimana rasanya di tinggalin sosok papa yang gue sayang." kata Arga memeluk Chika.


“ Gue belum bisa bahagiain papa Ar, selama ini gue juga cuma bisa jadi beban buat papa." kata Chika masih terus menangis di pelukan Arga.


“ Lo masih bisa bahagiain papa Lo Chik, Lo belum terlambat, dan gue minta jangan pernah buat papa Lo kecewa sama Lo." kata Arga.


“ Apa masih pantes aku disebut anak papa, selama ini gue kemana aja Ar, gue nggak pernah peduliin papa, yang selama ini peduli banget sama gue." kata Chika.


“ Bokap Lo bakalan seneng banget kok Chik bisa bareng-bareng sama Lo." kata Arga.


“ Mama maafin Chika nggak bisa jagain papa." kata Chika terus menangis.


“ gue nggak tega liat Lo nangis gini Chik, Rasanya gue pengen peluk Lo yang erat, sampai gue juga ngerasain penderitaan yang Lo rasakan." Batin Arga.


“ Gue anak yang durhaka Ar." kata Chika.


“ Enggak kok Chik, bokap Lo pasti ngertiin Lo banget, Lo cuma pengen buat orang-orang di sekitar Lo itu bangga sama Lo, sama pencapaian yang Lo capai sendiri tanpa melibatkan orang-orang itu." kata Arga.


“ Kenapa gue jadi nyesel udah ninggalin Lo Chik, rasanya gue pengen lindungin Lo dari semua orang yang selama ini remehin Lo, gue pengen jadi pagar yang bisa pastiin Lo baik-baik aja." Batin Arga.

__ADS_1


Tiba-tiba pak Heru mengeluarkan Suara


“ Chika...Chika..." kata Pak Heru sedikit bergetar


__ADS_2