
Chika dan Arga kembali ke rumah karna memang mereka belum mandi, sedangkan mereka harus ke kampus.
Sampai Dirumah.
“ Udah pulang kalian." kata Bu Winda.
“ Iya ma." kata Arga.
“ Semalem jadi tidur di cafe Ar?" tanya Bu Winda.
“ Jadi ma, Arga juga ditemani Chika, lumayan punya bantal guling idup." kata Arga menggoda Chika.
“ Argak apaan sih." kata Chika.
“ Yaudah yuk masuk, kalian pasti belum mandi kan." kata Bu Winda.
Mereka berdua siap-siap dan kemudian sarapan pagi.
“ Berangkat bareng gue ya Chik." Kata Arga mendekati Chika
“ nggak gue mau berangkat sendiri." kata Chika.
” Lo nggak inget masih ada hutang sama gue." kata Arga mengingatkan Chika.
__ADS_1
“ Ya gue kan hutang ngerjain tugas Lo, bukan hutang yang lain." kata Chika
“ Yaudah kalo gitu berangkat bareng gue ya." kata Arga mencoba membujuk Chika.
“ Nggak." kata Chika masih sambil memakan makanannya.
“ Lo kenapa gak mau berangkat sama gue? Apa karna omongan gue waktu sama mama itu, Lo denger itu?maafin gue ya kalo gue ada salah Chik" kata Arga, yang memohon ke Chika, dan tak mereka sadari Bu Winda memperhatikan tingkah Arga ke Chika dari kejauhan.
“ Buat apa minta maaf, bukannya bener kan omongan Lo, gue cuma pembantu Lo, dan Lo harus utamain cewek Lo." kata Chika.
“ Ya tapi kan Chik." kata Arga mendekati Chika.
“ Udahlah lagian gue juga tau kok jalan ke kampus." kata Chika hendak pergi meninggalkan Arga, tapi tangan Chika di tarik Arga sampai Chika terduduk di meja makan.
“ Apa alasan Lo ngelarang gue pergi sama cowok lain." kata Chika memberanikan diri.
“ Karna gue suka sama Lo." kata Arga dengan lantangnya, dan membuat Chika kaget.
“ Maafin gue, gue cuma nggak suka kalo dibantah." kata Arga menggandeng tangan Chika.
“ Kalian udah mau berangkat?" tanya Bu Winda yang tidak mau ketahuan habis nguping omongan Chika dan Arga.
“ Iya Tante." Kata Chika.
__ADS_1
“ Arga berangkat Dulu ya ma." kata Arga.
“ Chika juga berangkat dulu ya Tan." kata Chika.
“ Iya, kalian berangkat nya bareng kan." kata Bu Winda.
“ Iya ma, dan nanti juga Chika bakalan pulang sama Arga." kata Arga melirik Chika dan Chika hanya pasrah.
Saat Diperjalanan keduanya masih sibuk dengan Fikiran masing-masing.
“ Apa perkataan Arga tadi itu bener apa cuma karna dia nggak sengaja aja ya." Batin Chika.
“ Kenapa tadi gue refleks langsung bilang gitu, apa memang gue beneran suka sama Chika, tapi tadi pas gue bilang gitu kenapa rasanya itu mengalir dengan sendirinya, seakan-akan emang gue suka sama Chika, dan rasanya lega banget bisa terus terang sama Chika." Batin Arga.
“ Chik." panggil Arga.
“ Kenapa Ar?" tanya Chika.
“ Lupain omongan gue tadi yang dimeja makan." kata Arga karna takut jika Chika tidak mempunyai perasaan yang sama.
“ Iya Ar, lagian mana mungkin seorang Arga suka sama Chika yang cuma pembantunya." kata Chika.
“ asal Lo tau Chik, omongan gue tadi itu serius, tapi gue takut Lo nggak punya perasan yang sama Chik." Batin Arga.
__ADS_1
“ Baru gue rasain seneng Lo bilang suka sama gue, tapi Lo langsung jatuhin harapan gue dengan Lo mudahnya bilang suruh lupain gitu aja." Batin Chika.